MIR; 15

438 33 0
                                        

             ▫MAKE IT RIGHT▫


Irene duduk dikursi bangkunya dengan menatap ke arah sekelilingnya. Dilihatnya hanbin datang dan mendekat ke arah irene.

"Jenie mana rene" tanya hanbin.

"Ga tau kyaknya dia kesiangan lagi deh bin" ucap irene.

    Hanbin memilih duduk dengan menunggu kedatangan jenie. Senyuman dibibir hanbin terpancar saat melihat jenie masuk kedalam kelas.

"Hai sayang" sapa hanbin tersenyum dengan berdiri di depan jenie.

"Aku mau sendiri" ucap jenie tanpa ekspresi.

   Hanbin rasa jenie masih marah bahkan hanbin mencoba untuk memegang tangan jenie namun jenie menepisnya. Sedangkan irene tidak paham dengan sepasang kekasih ini.

"Yaudah aku pergi ke kelas dulu ya" ucap hanbin lalu pergi.

   Jenie masih setia dengan diamnya tanpa menatap wajah hanbin sama sekali, irene bingung dan ingin bertanya namun sepertinya irene paham dengan perasaan jenie dan irene pun memilih diam dengan menyimpan banyak pertanyaannya yang ingin di lontarkan pada sahabatnya ini.

  Pelajaran pertama pun dimulai. Sesekali irene melirik ke arah jenie yang pokus pada penjelasan dari pak guru.

"Jangan liatin gue" ucap jenie tanpa menatap ke arah irene.

   Dengan cepat irene menatap ke arah pak guru yang ada di depan.

"Ada apa sama jenie dan hanbin" batin irene.

  Karna tak kuat dengan perutnya yang menahan air kencing irene memilih ijin untuk ketoilet. Keluar dari kelas pun irene berlari dengan kencangnya lalu masuk kedalam toilet dan menutup pintu dengan kasar. Lalu setelah itu irene keluar dan merapihkan seragamnya tiba tiba ada seseorang yang keluar dari pintu toilet yang ada di sampingnya.

"Ngapain lo disini" tanya hyuna yang tiba tiba menatap tajam.

"Terserah gue dong, bukan urusan lo" ucap irene dengan merapihkan rambutnya.

   Hyuna sangat kesal jika bertemu dengan mantan dari pacarnya ini. Rasanya hyuna ingin menjambak rambut irene.

"Ga usah so cantik deh lo, mau dirapihin juga rambut lo tetep aja lo jomlo haha" ucap hyuna dengan tertawanya.

   Irene memang sudah biasa menghadapi sikap wanita sihir yang sangat irene benci.

"Pelakor mah diem aja jangan banyak ngomong apalagi ngehina orang secantik dan sebaik gue, lo bangga banget ya punya pacar hasil dari ngerebut pacar orang, jangan bangga dulu harusnya lo banyak ngaca. Sekarang siapa yang lebih rendah lo atau gue" ucap irene dengan senyumannya dan memainkan alisnya.

   Hyuna mengepalkan tangannya emosi bahkan dari tatapannya pun hyuna sangat kesal dengan irene yang ada di depannya.

"Kalo mino mau sama gue berarti mino udah bosen sama cewe kyak lo, liat dong seksian gue dari pada lo" ucap hyuna yang tak mau kalah.

   Sampai kapan pun irene akan selalu direndahkan jika bicara dengan hyuna.

"Terserah lo aja deh tapi gue saranin jangan banyak ngomong kalo bisa lo iket pacar lo si mino ituh biar ga gangguin gue lagi, karna sekarang selera gue bukan kaleng kalengan" ucap irene dengan mengibaskan rambutnya di depan wajah hyuna lalu pergi.

   Wajah hyuna memerah dan sangat kesal dengan irene yang tak mau kalah selalu menghancurkan segalanya.

"Woyy irene gue bakal bikin lo minta maaf sama gue atas perlakuan lo yang kampungan" teriak hyuna namun irene menghiraukannya.

MAKE IT RIGHT✔ vrene & jenbinCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang