MIR: 24

400 29 0
                                        

          ▫MAKE IT RIGHT▫


"Gimana sama sekolah kamu" tanya ayah yang sedang makan malam bersama mamah dan jenie di meja makan.

"Baik baik aja yah" jawab jenie yang pokus pada makanannya.

   Ayah dan mamah saling bertatapan dan memainkan alisnya.

"Kamu masih marahan sama hanbin" tanya ayah.

   Jenie diam dan menatap ke arah ayah dan mamahnya bergantian.

"Ayah sama mamah masih  ngarepin aku balikan sama hanbin" tanya balik jenie dengan menatap ke arah orangtuanya bergantian.

"Kesalahan apa yang hanbin lakukan sampai kamu keras seperti ini kim jenie" tanya mamah dengan tatapannya.

"Mah"  rengek jenie.

"Kim jenie, ayah sama mamah ga pernah ngajarin kamu untuk berontak dan jadi pembenci seperti ini" bentak mamah lagi.

   Jenie diam dan tak bisa menjawab ucapan dari orangtuanya.

"Ayah liat, hanbin tulus sayang sama kamu, setiap malam hanbin selalu datang kesini hanya untuk menanyakan kabar kamu, kalian kan satu sekolah ayah pikir kamu pasti menjauhi hanbin kan" ucap ayah lagi.

"Aku hanya mengekspresikan rasa kekecewaan ku sama hanbin ayah" ucap jenie dengan menundukan kepalanya.

"Tapi tidak dengan sikap kamu yang kyak gini jenie, kesalahan seperti itu wajar untuk kalian yang masih muda dan menjalani hubungan sepasang kekasih saat sekolah, lagian hanbin bilang dia tidak sengaja bertemu dengan mantan kekasihnya itu" ucap mamah dengan memegang tangan jenie.

    Ayah memberikan kode dengan mengangguk supaya mamah tidak melanjutkan lagi ucapannya tentang hanbin dan jenie yang sedang berantem.

"Yasudah habisan kembali makanan mu" ucap mamah.

   Jenie kembali makan bersamaan dengan ayah dan mamah, tiba tiba ketukan pintu terdengar dan irene yang masuk kerumah dengan senyumannya.

"Hai om, hai tante" sapa irene dengan mendekat ke arah meja makan.

"Oh hai irene kemarilah kita makan bersama" ucap ayah.

"Sini rene makan sama jenie" ucap mamah.

"Makasih om tante tapi maaf aku udah kenyang, baru aja aku udah makan sebelum kesini" tolak irene tersenyum.

   Jenie menyudahi makannya lalu mengajak irene untuk pergi kehalaman belakang, jenie membawa cangkir berisi teh panas lalu irene mengikutinya.

Mereka berdua duduk bersampingan, jenie pokus pada cangkir yang panas dengan sesekali ditiupnya.

"Jen lo tau ga hari ini gue lagi bahagia banget" ucap irene dengan raut wajah senangnya.

   Jenie melirik ke arah irene dengan biasa biasa saja.

"Emangnya apa rene" tanya jenie.

"Gue jadian sama taehyung" ucapan irene membuat jenie memuncratkan minumannya.

   Irene bengong dan mengelap dada jenie yang basah akibat ludahnya sendiri.

"Pelan pelan dong jen" ucap irene.

"Lo serius" ucap jenie dengan tatapan kagetnya.

"Emangnya tampang gue ga meyakinkan" ucap irene.

"Siapa tau lo cuma ngaku ngaku aja" ucap jenie dengan menyimpan cangkirnya di lantai.

"Pokonya gue ga bakal nyia nyiain kak taehyung" ucap irene dengan bahagianya.

   Jenie bisa melihat wajah irene yang sangat sumeringah dan bahagia, baru kali ini jenie melihat irene yang sangat senang setelah jadian dengan lakilaki yang sangat dicintainya, karna memang sebelumnya irene terlihat biasa biasa saja bahkan saat bersama mino pun.

MAKE IT RIGHT✔ vrene & jenbinCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang