•스물 일곱' 𝐝𝐮𝐚 𝐩𝐮𝐥𝐮𝐡 𝐭𝐮𝐣𝐮𝐡 •

353 27 0
                                    

Kamu seorang diri menonton televisi di ruang keluarga dengan ditemani banyak cemilan disampingmu.

Selama liburan semester ini, kamu hanya makan-mandi-tidur-dan melakukan hal biasa lainnya.

Bagimu, ini adalah liburan yang paling membosankan. Ya walaupun kamu merasa nyaman-nyaman saja.

Biasanya kamu akan pergi bersama Jaehyun. Lagi-lagi Jaehyun.

Rasa sakit sangat terasa di dada mu.

Bagaimana ya. Kamu tak mau memikirkan Jaehyun tetapi tanpa sadar kamu memikirkan dirinya.

Entahlah. Kamu yang bodoh dan terlalu berharap atau Jaehyun yang salah.

Belum genap setahun saja sudah begini. Bagaimana saat enam tahun lagi.

Setahun saja sudah jarang memberi kabar. Kamu paham, mungkin Jaehyun sibuk.

Tapi...

setidaknya beri kabar minimal seminggu itu satu atau dua kali.

" Y/n! " seru Mami membuat lamunanmu terbuyar.

Kamu beranjak dari dudukmu menuju dapur,
" Iya Mi "

" tolong anterin kue ini ke Mama " titah Mami yang kamu angguki.

" tolong anterin kue ini ke Mama " titah Mami yang kamu angguki

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Kamu menekan bel rumah Jaehyun sambil membawa kue di tanganmu.

Pintu dibuka, " sia—pa " kamu mendongak dan senyummu luntur. Tanpa kamu sadari kue yang kamu pegang jatuh begitu saja.

" J-Jaehyun Oppa? " lirih kamu. Jaehyun kaget namun ia diam saja.

" OPPA! KENAPA DIAM SAJA! " serumu sambil mengguncang kedua bahu Jaehyun.

" OPPA! " Jaehyun tetap diam.

" Jung... Jaehyun.. a-aku wanita bernama Kim Y/n mulai saat ini.. sangat amat kecewa denganmu " Jaehyun yang mendengar itu kaget. Ia yakin bahwa kamu kini benar-benar kecewa.

" Y-Y/n a-aku tak bermaksud.. a-aku ingin menjelaskan semuanya t-tapi—

" MENJELASKAN APA?! MENJELASKAN BAHWA KAU SUDAH BERTEMU DENGANKU BEGITU? BAHWA KAU SUDAH PULANG YANG ENTAH DARI KAPAN AKU TAK TAHU " kamu menangis sambil terus memarahi Jaehyun.

" Sakit Oppa, sakit. Waktu itu aku melihatmu aku kira itu hanya khayalan, ternyata itu memang benar dirimu. Mungkin kita memang pernah berjanji harus saling mempercayai satu sama lain. Tapi maaf, aku tak bisa mempercayaimu lagi. Untuk kali ini, aku tak bisa. Maaf. Terima kasih " Ujar mu lalu meninggalkan Jaehyun yang diam bagai patung.

Kamu memasuki rumah dengan wajah yang berantakan.

Mami yang sedang mengupas apel berhenti karena melihatmu, " Y/n, apa yang terjadi nak? " tanyanya.

Kamu tak menjawab. Melainkan meninggalkan Mami dengan berjuta kebingungan di bawah sana.

Maaf Mi, Y/n hanya butuh waktu sendiri. Ini sungguh menyakitkan. Batin kamu.

" apa dia sudah bertemu Jaehyun? " gumam Mami gelisah.

Kamu menutup wajahmu dengan bantal sambil memukul kasur dengan tenaga yang kamu punya.

Kamu menangis dan meraung sejadi-jadinya. Kamu marah, kesal, sedih, bahagia.

Kamu marah karena Jaehyun membuat kepercayaan kamu hilang,

kamu kesal karena Jaehyun tak pernah memberi kabar padamu,

kamu sedih karena Jaehyun tak mengerti perasaanmu,

kamu bahagia karena Jaehyun sudah pulang ke rumahnya.

Kamu benci saat mengingat bahwa kamu melihat Jaehyun bersama wanita lain saat kamu membeli bahan yang ingin kamu buat untuk ulang tahunnya.

Kamu benci tuk merasa kecewa,

kami benci tuk menangis,

kamu benci tuk mempercayai lagi,

kamu benci tuk menerima kebohongan bahwa kamu baik-baik saja.

kamu benci tuk menerima kebohongan bahwa kamu baik-baik saja

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


" Mi, Pi. Y/n mau ngomong sesuatu " Kamu dan duduk di depan Mami dan Papi.

" kenapa Y/n? " tanya Papi yang membuat kamu menghela nafas pelan.

" Y-Y/n mau pindah sekolah dan tinggal sama  Nenek Kim " ujar kamu yakin dengan ucapanmu.

Mami sama Papi saling mandang lalu menatap kamu dengan ekspresi khawatir,

" gini nak. Mami dan Papi mengizinkanmu.. hanya saja.. apakah kamu ga merasa bahwa ini nanggung? "

" hm, Y/n tadinya ngerasa gitu Mi, Pi. Tapi ini keputusan Y/n. Y/n udah mikir kedepannya gimana. Y/n tau resikonya, Y/n punya alasan walaupun alasan itu tak kuat "

" alasan apa itu Y/n? " tanya Mami lembut.

Kamu tiba-tiba merasa beku, " e-ehm.. i-itu " lalu kamu nunduk.

" tak apa, cobalah tuk terbuka dengan Mami dan Papi.. "

Kamu menarik nafasmu lalu membuangnya, " sebenarnya ini hanya karena Jung Jaehyun "

Mami, Papi tersenyum. " Y/n, Mami dan Papi paham. Kita berdua paham sama apa yang kamu rasakan saat ini. Tapi, Mami dan Papi engga pernah ngajarin kamu tuk pergi atau menghindar dari masalah. Cobalah omongin baik-baik biar tidak menyesal di kemudian hari "

" tapi Mi.. Pi.. "

" Y/n.. ini demi masa depanmu nak.. "

" huh.. baiklah. Akan ku coba besok " Mami dan Papi sontak kaget.

" k-kamu yakin tuk membicarakannya besok? "

" tentu, Y/n yakin. Sangat yakin " ujarmu sambil tersenyum yakin.

💌💌💌

Hai guys~
Gimana hari pertama liburnya ini?

Adakah hal yang bermanfaat membuat mu menjadi termotivasi?

Ayo, semangat. Buat kesan yang baik selama 14 hari ini.

Jangan banyak keluar ya ( kecuali emang butuh banget ), jaga kebersihan ( utama! ).

Maaf ya kalau alurnya makin engga jelas. Insyaallah selesai minggu ini ato ga depan.

Jewy lagi usahain 😉
Nanti kalo ada cerita baru, jangan lupa mampir ya ^^

Terima kasih untuk dukungan kalian melalu vote dan komen ❤️

BoyfriendTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang