40

15.5K 537 12
                                        

pasca melahirkan firsa sangat perhatian kepada jihan, ia selalu mendatangi mension ketika dirinya tak ada kegiatan dan lagi-lagi rani tidak suka melihatnya, walau begitu rani lebih memilih diam.

"mas lebih sayang sama jihan di banding aku ya?" tanya rani tiba-tiba.

"kenapa kamu tanya begitu?" tanya firsa balik seraya mengangkat satu alisnya.

"tolong jawab aja mas" pinta rani.

firsa diam dan itu membuat rani menghembuskan napas kasar.

"aku minta mas jujur, kenapa mas bisa se sayang itu sama jihan?" tanya rani lagi.

"firsa masih terdiam.

"mas" panggil rani lagi.

"oke-oke, aku akan jujur" ucap firsa.

firsa menarik dan menghembuskan napas untuk menenangkan dirinya.

"setelah aku bilang hal ini, terserah kamu mau lanjutin hubungan kita apa gak" ucap firsa.

"maksud mas apa?" tanya rani terkejut sekaligus tidak mengerti.

"sebenernya mas punya perasaan terlarang sama jihan" ucap firsa pelan.

"maksudnya?" tanya rani lagi.

firsa diam, dirinya yakin rani mengerti maksud dari perkataan nya.

"perasaan terlarang" ulang rani sembari berpikir jernih kemudian beberapa menit kemudian rani langsung menatap firsa dengan tatapan tak percaya.

"mas cinta sama jihan?" tanya rani lagi dan lagi, rani menggelengkan kepala tidak menyangka.

"maaf" ucap firsa pelan.

"astaghfirullah, jihan itu sepupu mas lohh" ucap rani.

firsa masih terdiam.

"itu sangat salah, istifar mas" ucap rani lagi seraya menatap mata firsa.

"aku tau" balas firsa.

"sejak kapan mas?" tanya rani tanpa bosan.

"gak tau" jawab firsa.

"apa jadinya kalo jihan tau coba" ucap rani pelan.

rani sangat heran, bagaimana bisa firsa mencintai adik sepupunya sendiri.

"tau apa ran?" tanya sebuah suara dari arah belakang pasangan kekasih tersebut.

mendengar itu firsa dan rani langsung menoleh ke belakang.

"jihan" ucap rani terkejut.

"assalamu'alaikum" ucap jihan seraya melangkah mendekati firsa dan rani, perempuan yang baru melahirkan itu duduk di soffa single di sisi rani.

"walaikum'salam" balas firsa dan rani serempak.

"kenapa ngobrol nya bawa-bawa nama gw?" tanya jihan.

"arga mana?" tanya rani mengalihkan topik pembicaraan.

"sama kak pras, lagi kesini" jawab jihan.

"kenapa kesini ga bilang-bilang?" tanya firsa.

"surprise" jawab jihan seraya tersenyum.

"emang lo udah pulih?" tanya firsa lagi.

"kaya yang abang liat sekarang" jawab jihan.

tak lama pras masuk ke rumah firsa.

"bunda tega ninggalin kita" ucap pras seraya mendorong kereta bayi mendekati jihan.

accident weddingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang