Mystic Apartement 4

1.1K 73 1
                                    

Pembalasan dari masa lalu (Part 1)

Di suatu malam yang kelam saat musim panas, jauh di dalam hutan yang lebat dan gelap dimana para kunang-kunang dan makhluk malam berkumpul terdengar suara jangkring bersahutan tanda jika musim kawin para serangga berderik itu telah tiba. Hutan itu adalah tempat keramat yang konon katanya merupakan tempat tinggal para roh dan siluman penghuni gunung, terbesit kabar jika ada orang yang masuk ke sana maka akan tersesat selamanya dan tak bisa pulang ke tempat asalnya.

Sementara itu tak jauh dari letak hutan tersebut, sebuah cahaya merah berpendar serta asap hitam yang terlihat mengepul di langit. Dan itu berasal dari sebuah perkampungan yang terbakar di bawahnya.

Terlihat disana semua bangunan rumah, sekolah, kantor dan pondok sudah habis dilalap oleh si jago merah. Tapi walaupun sudah terjadi insiden kebakaran hebat disana, tidak tampak satu pun warga yang mencoba untuk memadamkan apinya, mereka malah memilih untuk melarikan diri dari sana sambil membawa sanak keluarga atau barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan. Tapi bukan itu yang membuatnya aneh, diantara bangunan yang sudah terbakar terlihat ada beberapa orang yang sudah terbujur lemas dan sudah tidak bernapas sama sekali dengan luka disekujur tubuh yang masih mengalirkan darah segar. Mereka semua meninggal bukan karena kecelakaan seperti terinjak-injak atau semacamnya, tapi memang ada yang sengaja membunuhnya.

Sementara itu, diantara para warga desa yang sibuk lari pontang-panting menyelamatkan diri terlihat ada seorang anak kecil yang berlari melawan arah dan malah menuju ke dalam desa. Dari penampilannya sepertinya usianya 8 atau 9 sembilan tahun, rambutnya hitam, iris matanya berwarna merah seperti batu ruby, dia memakai kaos hitam dengan celana jeans panjang dan topi berwarna hitam berlambang petir dengan garis-garis merah.

Seperti tidak peduli dengan kobaran api yang semakin membesar dan para mayat korban yang bergelimpangan di sekitarnya, dengan berani dia terus maju menerobos segala rintangan di depannya. Yang terpenting baginya sekarang adalah menemukan adiknya yang masih terjebak dan tertinggal di antar kebakaran yang melanda desa mereka.

Hingga akhirnya dia menemukan sosok anak kecil berusia 5 atau 6 tahun berjaket merah tersebut di depan sebuah bangunan sekolah yang separuh bagiannya sudah habis di lahap api.

"BLAZE!" panggilnya pada adiknya itu.

Bocah itu tersentak dan segera menoleh pada kakaknya dengan wajah sembab karena menangis "Ni-Nii-chan…" panggilnya lirih, membuat si kakak merasa sedikit lega. Tapi seketika senyumannya pun lenyap ketika menyadari adiknya sedang di kepung oleh sekelompok orang berjubah hitam yang tengah menodongkan senjata pada si bocah kecil beriris jingga kemerahan tersebut.

Salah satu dari orang-orang itu yang sepertinya adalah pemimpinnya terlihat menyunggingkan sebauh seringai mengerikan sambil mengangkat pedangnya dan bersiap mengayunkannya untuk menebas bocah kecil tak bersalah tersebut. Sontak si kakak pun berlari menuju adiknya, dia segera mendekapnya dan coba melindunginya dengan menggunakan tubuhnya.

"NII-CHAN!" si adik menjerit panik begitu sabetan pedang itu semakin dekat saja mereka.

Dan setelah itu...

.

"Hahk…" kedua iris ruby itu pun terbuka dan sontak pemuda itu langsung bangkit dari pembaringannya dengan panik. Dadanya kembang-kempis dan nafasnya masih belum teratur, keringat dingin terlihat mengucur deras dari dahi dan sekitar lehernya. Sambil menelan ludah ditolehkannya kepalanya ke arah single bed di sampingnya, terlihat disana adiknya masih tertidur pulas sambil memeluk sebuah guling.

Setelah beberapa saat barulah Halilintar sadar jika saat ini dia sedang berada di kamar apartemennya, dia segera memijit-mijit dahinya dan mencoba mengatur nafasnya kembali. Setelah lebih tenang, dia langsung mengecek Handphone nya untuk melihat jam, pukul 5 lewat 15 menit. Tinggal 45 menit lagi alarm nya akan berbunyi, dan karena bermimpi buruk dia jadi terbangun lebih awal. Lucu, entah kenapa dia jadi memimpikan kejadian itu lagi? Padahal kejadiannya sudah hampir 10 tahun yang lalu.

Fanfiction ElementalTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang