11 | tiket orkestra dan Kanin.

91 12 5
                                        

Namanya Kanin, hanya seorang perempuan diantara miliaran perempuan lain.

Seperti kisah-kisah lainnya Kanin jatuh cinta, klise. Melewati beberapa bab sampai Kanin sadar dirinya babak belur.

Untuk seseorang yang katanya paling mahir main biola, dari perempuan kelas sebelas.

Puisi-puisi yang Kanin baca, lagu-lagu lawas yang ia dengar di penghujung malam, dan selembar tiket orkestra.

Kanin pernah mencoba untuk merasa sama dengan orang seperti dia, tetapi sialnya dia tidak tahu.

Dia tidak tahu kalau dirinya se-berpengaruh itu untuk orang lain. Dia tidak pernah tahu kalau Kanin pernah menonton Beethoven 9 sampai orkestra itu benar-benar masuk ke kepalanya, karena durasinya yang sangat lama.

Kanin bukan gadisnya, bukan gadis yang melukis dengan kuas nomor delapan, ia juga bukan gadis yang memakai kalung dengan bandul berbentuk planet saturnus.

Dirinya hanya seorang, Kanin, gadis kelas sebelas yang sesekali disibukkan dengan toko roti milik sang Ibu, setelah itu ia pulang menuju rumahnya.

Tidak pernah lebih ataupun kurang, dan sekarang bagi Kanin itu cukup.

RehatTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang