[Eustass Kid] A Beast for A Monster

328 25 1
                                        

#dirumahaja jadi fic ini bakal cukup panjang.
Warn! You know because it's Kid!!!
.
.
.
Pulau ini berbahaya.

Killer tiba-tiba saja meminta Kid untuk melanjutkan pelayaran tanpa mampir ke sebuah pulau musim dingin. Mereka telah berlayar seminggu lebih tanpa menemukan satu pun pulau. Killer sadar bahwa stok air dan makanan untuk kapal sudah sangat menipis. Terlebih lagi tidak ada jaminan mereka akan menemukan pulau lain dalam waktu dekat.

"Kita akan mengirim tim kecil untik survei terlebih dahulu" putus sang kapten.

Heat dan beberapa awak kapal bertubuh besar naik ke sekoci dan bersiap dengan senjata masing-masing. Peringatan Killer dan aura mencekam yang menguar di balik Kapten Kid membuat mereka menelan ludah. Mereka akan menghadapi sesuatu. Sesuatu yang belum mereka tahu.

Heat ditunjuk memimpin ekspedisi, sedangkan Kid dan Killer bersiap di kapal menunggu sinyal. Asap hijau untuk tanda aman. Asap merah untuk tanda bahaya supaya Kid dan kru lainnya bisa segera memberi bantuan. Atau asap hitam jika Heat memutuskan bahwa musuh mereka terlalu kuat sehingga kapal harus pergi meninggalkan tim apa pun nasib yang menunggu mereka.

Lima menit berlalu. Kid menghentakkan kaki di dek dengan tidak sabaran. Killer, di samping Kid, tidak jauh berbeda meski tubuhnya sama sekali tidak memperlihatkan kecemasannya.

"Asap merah!" teriak awak kapal di menara pengintai.

Kapal bergerak mendekati pulau. Di saat yang bersamaan, sinyal kedua dikirim pula ke langit.

Asap hitam!

"Kita harus menolong Heat, Kapten!" ujar Wire.

"Tapi Heat sendiri yang mengirim sinyal hitam" bantah Killer.

Kid menimbang-nimbang. Asap merah yang disusul asap hitam. Berarti, Heat dan awak lainnya sempat bertarung dengan musuh itu sebelum akhirnya memutuskan mengirim asap hitam.

Musuh seperti apa yang membuat Heat menyerah?

"Aku akan pergi" putus Kid.

"Apa maksudmu, Kid? Kita harus pergi. Jangan membuat pengorbanan Heat sia-sia" tegas Killer.

"Kita bajak laut, sialan! Kita tidak lari dari musuh!" teriak Kid. Disusul teriakan senang dari Wire yang susul menggema ke seluruh kapal.
.
.
.
YN berhasil membuat hampir seluruh pendatang asing itu tumbang dengan goresan pisau yang telah ia lumuri racun. Seorang yang berambut biru dan terlihat paling menyeramkan mengeluarkan api dari mulutnya yang membuat YN tidak bisa mendekat.

Laki-laki itu memerintahkan seorang laki-laki lain yang bertubuh paling kecil untuk memberikan sinyal merah. Lelaki kecil itu menarik tabung dengan tutup berwarna merah dan menyalakan sumbu. Sedetik kemudian tabung itu meluncur ke langit.

Sinyal. Mereka punya bala bantuan.

YN mengalihkan serangannya dari lelaki biru ke lelaki kecil. Lelaki kecil itu tampak ketakutan berkat topeng menyeramkan yang dikenakan YN. Hanya dengan sekali tebasan, lelaki kecil itu tumbang dengan dua tabung lain yang jatuh dari tasnya.

Tabung hijau dan hitam. YN menyentuh tabung hitam dan lelaki biru itu makin kesetanan menyerang. YN yakin dia mengambil tabung yang benar. Perempuan itu menyalakan sumbu dan sinyal hitam terkirim ke langit.

Heat mengutuk. Sumpah serapah yang ia keluarkan dua kali lebih banyak sejalan dengan serangannya yang dua kali lebih kuat.

"Mati kau, Jalang!" Heat mengarahkan apinya pada YN.

Perempuan kecil itu tidak siap saat semburan api menujunya. Bulu yang tadi menutupi tubuhnya terbakar.  Dengan gerakan tergesa perempuan itu melepas bulu yang menjaganya tetap hangat. Di balik bulu itu, terlihat pakaian dengan lengan sebahu yang memperlihatkan tato di sekujur tangan YN.

Anime One Shots: Chara X ReaderStories to obsess over. Discover now