Wenrose jalan. Mereka melewati trotoar taman sambil sesekali berhenti hanya untuk melayani Jennie yang ingin makan. Rose manut. Dia memberikan semua keinginan kekasihnya.
" Mau?" Tawar Jennie. Rose memberi gelengan nya. Cemberut parah hingga ia mendorong sosis panggang itu ke arah Rose. Wanita ini menatap kemudian ia membuka mulutnya, tau jika kesayangan sedang ingin di perhatikan.
Jennie tersenyum lebar. Ia menguyah lagi sambil sesekali menatap Rose yang duduk disebelahnya menatap kembali layar hp itu.
" Nanti mampir ke ATM dulu ya." Jennie mengangguk sambil menggigit sosisnya.
" Mau jalan lagi?" Tanya Rose yang berhenti memainkan hp hanya untuk teralihkan pada Jennie.
" Makan~~...cake?" Rose mengangguk sambil mengusap bibir Jennie dan membersihkan tangan Jennie yang terkena noda saos.
" Sudah?" Rose berdiri duluan. Ia menunggu Jennie yang memakai tasnya lagi sambil menggandeng tangan Rose menuju parkiran taman dimana mobil mereka berada.
Tidak letih meski jalan. Yang bikin risih menurut Jennie adalah penguntit! Maksudnya, kenapa penggemar seorang Park ini selalu berteriak di ujung sana? Nggak capek ya teriak-teriak?
Rose nampak hanya tersenyum saja menyapa fansnya. Tapi perhatiannya selalu tertuju pada Jennie.
" Ngapain sih makai baju ini?" Jennie kesal. Mereka masih berdiri di ujung zebra cross untuk menyebrang ke parkiran depan.
Jennie menarik-narik jaket Rose agar tertutup. Bahkan ia berdiri di depan si jangkung untuk mengancing jaketnya!
" Ngapain? Biarin aja. Risih sayang." Kata Rose yang melepas resleting jaketnya lagi. Jennie mendatarkan wajahnya. Ia kembali menarik tutup hingga Rose berdecak kesal.
" Nggak suka kalau di lihat orang!"
" Mereka punya mata, biarin aja. Aku risih~~! Lepas ya?"
" Nggak!!" Marah Jennie. Rose terdiam dan wajahnya hanya bisa tersenyum paksa sambil di tarik tangannya oleh Jennie ke seberang jalan.
Jennie nggak suka kalau body Rose di umbar! Apalagi di foto paparazi dari jauh! Jennie nggak suka! Jika Rose masih ngeyel, pasti Jennie akan terlihat lebih marah lagi. Jadinya dia hanya bisa manut, diam, nahan emosi, tapi sayangnya pada Jennie menutupi keegoisannya. Seorang Rose yang tidak bisa berbuat apapun itu pasti saat ia bersama Jennie.
" Jangan makan coklat banyak-banyak." Peringatan dari Rose saat ia menyicip cake coklat Jennie dan ia mulai memejamkan matanya karena terlalu manis.
" Ini terlalu manis."
" Nggak papa. Enak tau."
" Yaudah, terserah. Aku nurut aja deh." Kata Rose yang menoleh ke luar kafe disaat Jennie tersenyum tawa menikmati cake nya.
" Mh?" Rose berdehem tanya. Ia menyipitkan matanya, melihat seseorang yang berdiri di dekat mobilnya. Sepertinya dia berkunjung ke kafe yang ada Jennie dan Rose disana.
" Oh!!" Kejut Rose.
" Kenapa?"
" Jennie, ayo pergi!" Rose berdiri dari duduknya. Ia mengambil hp segera di meja sambil menarik tangan Jennie.
" Kenapa tiba-tiba? Cake nya belum habis."
" Cepatlah Jennie. Nanti aku belikan lagi." Kata Rose sambil melihat ke luar kafe kalau orang itu sudah melangkah mendekat.
" Nggak mau! Kenapa sih!?" Jennie kesal karena Rose nampak tidak jelas.
" Sayang, ayolah...nanti Hubby belikan lagi. Hubby belikan 5 nanti!"
" Nggak mau! Kamu kenapa kaya orang panik gitu? Ada siapa huh? Mantan!? Atau kamu punya yang lain Hubby!!!?" Tanya Jennie. Menaikkan nada suaranya, mengira jika Rose selingkuh. Wanita yang saat ini di tuduh berdecak kesal.
" Aku---"
" Loh? Rose?" Tanya seseorang membuat Rose membuang panjang nafasnya dan tubuh mulai lemas sekali. Jennie memperhatikan, dia mengerut kecil keningnya melihat seorang wanita paru baya dengan dandanan super modis dan sepertinya dia kaya. Ia memperhatikan Jennie di kursi samping Rose yang masih menatap linglung dan bingung.
" Kok Mommy nggak tau kalau Rose punya pacar?"
Jennie membulatkan matanya. Ia menatap langsung ke arah Rose yang tersenyum kecil dengan wajah malasnya.
" Jennie Kim, Mom." Rose memperkenalkan Jennie pada Mommy nya yang merekahkan senyuman lebar melihat Jennie berdiri dari duduknya dan memberi tundukan sopan.
" Cantik." Ucap Mommy Park. Rose diam saja sambil cemberut.
" Udah berapa lama kalian pacaran?" Tanya Nyonya Park pada Jennie yang langsung menerka, menggali ingatannya.
" 4 bulan." Jawab Jennie.
" 4 bulan!?" Kejut nya. Jennie mengangguk senyum melihat Mommy Rose menatap langsung anaknya yang acuh sekali.
" Kenapa Mom nggak tau!? Anak ini bandel sekali!"
" Rose malas ngasih tau! Mom bawel banget kalau Rose punya pacar!" Jawab Rose dengan wajah yang nampak manja.
Jennie menatap kekasihnya. Sepertinya Rose merubah image imut hanya di depan sang Mommy. Kelakuannya nampak manja sekali melihat perhatian Mommy nya yang sangat mengawasi anaknya ini kalau soal kekasih.
" Dad tau?" Rose mengangguk, bibirnya maju tanda dia cemberut sekali pada Mommy nya.
Jennie tertawa. Ia menutup mulutnya dan di lirik oleh Rose di sebelah.
" Mom kan cuman mau tau aja siapa pacar anak. Nggak boleh apa? Lagian sayang kenapa diam-diam gitu? Emang Mom ngelarang kamu pacaran apa?"
" Mom banyak tanya sih! Malas Rose jawab!"
" Bandelnya anak ini~~!!!" Ucap Mommy nya melihat Rose membuang muka. Hatinya berteriak kesal karena dia malu sekali bertingkah seperti itu di depan Jennie yang hanya tau jika Rose orangnya pendiam dan dingin sekali sifatnya.
" Jennie, kalau anak tante nakal, pukul aja ya sayang. Rose emang bandel! Di rumah manjanya minta ampun."
" Mom~~!!"
" Loh, emang iya." Ungkap Nyonya Park dan Jennie tersenyum tawa kemudian ia mengangguk mengiyakan disaat dengusan Rose terdengar di sebelah.
" Jennie sangat cantik. Kenapa semua pacarmu cantik semua sayang?" - Nyonya Park.
" Ya nggak tau!!" - Rose
" Tuh kan Jennie, Rose manja lagi. Dia butuh di bujuk saat di rumah nanti." - Nyonya Park.
" Hahaha..." - Jennie.
" Mommy udah!! Rose maluu!!" - Rose.
TBC...
Kayanya author emang harus update ff ini tiap hari deh...biar reader pada senang mintanya kurang muluuu😂😂
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect | Chaennie [Completed]
Fanfiction" Paan coba! Gitu doang di sukain!!" " Ihhh!!! Awas lo temakan omongan sendiri. Ntar lo suka sama Rose gimana!?" " Nggak bakal!!!"
![Perfect | Chaennie [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/215504214-64-k334012.jpg)