Permintaan (2)

2.3K 294 17
                                        

Kemarin Mommy Rose nyuruh anaknya ajak Jennie makan malam di rumah. Lalu Rose benar-benar mengajak Jennie. Menjemput pacarnya di rumah barulah dia pulang lagi bawa gandengan.

" Jennie kenapa suka anak om? Rose anaknya manja loh."

" Dad!!" Kesal Rose melihat ayahnya cengir bersama Jennie yang melirik tawa wajah cemberut Rose.

" Jennie kesel nggak sama Rose?"

" Nggak kok Om. Rose perhatian orang nya." Jawab Jennie. Rose tersenyum lega. Lebih baik dengerin Jennie daripada ayahnya sendiri. Masa anak di jelek-jelekin depan calon mantu.

" Bukan sama Jennie aja. Sama cewek lain juga Rose gitu."

" Nggak kok! Daddy niii!!!" Rose di ambang kemarahan.

" Hehe..nggaklah. Dad cuman bercanda." Kata Daddy nya penuh kelembutan lagi.

" Jennie, Om mau ke rumah sama tante."

" Mh? Ke rumah Jennie?"

" Iya."

Jennie melirik Rose yang ikut menatap.

" Ngapain Om?" Tanya langsung Jennie, penasaran aja kenapa mau ke rumah.

" Bawa Rose buat lamar Jennie." Jawab Nyonya Park yang datang bergabung di ruang tamu.

" Hah!?" Jennie terkejut sekali. Ia menoleh cepat ke arah Rose yang memberi gelengan tidak tau. Bukan nggak tau, tapi malu.

" Loh? Kan Rose sendiri yang minta. Iya kan Mom?"

" Mhh. Kenapa kamu malu?" Kedua orang tua memperhatikan anaknya yang memberi kode agar tidak langsung mengatakan hal itu di depan Jennie. Malu tau!!!!

" Jennie mau nggak di lamar Rose?"

Jennie tersenyum lalu tertawa runduk. Tidak tau harus bilang apa. Respon Jennie cuman senyumannya sebagai jawaban sambil memperhatikan Rose yang terus menyembunyikan wajah malunya.

" Hubby beneran serius?" Akhirnya Jennie mempertanyakan saat mereka dalam perjalanan pulang.

" Serius apa?" Rose pura-pura lupa.

" Ihh yang tadi Daddy kamu bilang."

" Yang mana?"

" Itu..."

" Itu apa?"

" Ihh! Males ah!" Jennie ngambek. Wajahnya langsung jutek sambil membuang muka ke luar kaca mobil.

Rose cuman ketawa doang. Dia membiarkan Jennie ngambek sampai sekitar 5 menit lamanya, dia baru gerak buat bujuk.

" Marah sayang?" Tangan Jennie di tarik oleh Rose. Tapi naas saja Jennie sampai memukul sentuhan Rose sangking kesalnya.

" Jennie."

" Udah males!!" Jennie memukul tangan Rose yang sekarang menggenggam, nggak mau lepas. Sedangkan Rose bukannya sakit di pukul cubit, dia malah ketawa lihat bibir manyun Jennie. Pengen banget cipok, tapi ntar malah di gaplak~~!

" Canda doang sayang."

Jennie diam aja. Nggak mau ngomong lagi. Dia beneran marah dong.

" Es krim?"

Maaf Rose, kali ini nggak mempan.

" Shopping sayang?"

" Nggak mo!"

" Nggak mau? Tumben?"

" Udah ah! Males! Pulang cepet!!" Rose berhenti main-main sekarang. Jennie udah nggak mood, padahal dia nanya serius loh tadi. Namun si doja aja yang pengen ngerjain tapi naas, Jennie kebawa serius.

Perfect | Chaennie [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang