Hate you!

4.1K 411 7
                                        

Hari ini jika di lihat, Rose masih marah dengan Jennie. Gadis ini hanya bisa diam tanpa membujuk lagi. Merasa jika Rose sudah letih dengannya.

" Lo nggak papa?" Nayeon mencoba bertanya, kenapa akhir-akhir Rose dan Jennie menjaga jarak.

" Nggak papa kok." Jawab seadanya. Jennie diam lagi. Ia membuka buku pelajaran dan hanya sekedar melamun meratapi. Bukan membaca!!

***

Semua siswa keluar gedung sekolah. Waktunya sudah boleh pulang dan sekarang sedikit mendung.

Rose turun dari tangga menuju parkiran. Terdengar suara hentakan lari seseorang sambil dia berteriak memanggil namun tidak di hiraukan karena tau itu Jennie.

" Rose!!" Panggil Jennie sambil berhenti berlari dan nafasnya sedikit menggebu.

Raut wajah menekuk sedih, melihat Rose yang berjalan terus tanpa berbalik ke arahnya.

" Rose.... hiks..hiks.." Jennie menangis. Ia mengusap air matanya, melihat sipit kepergian Rose yang sama sekali tidak peduli meski setiap hari ia bertemu Jennie di sekolah. Mengacuhkan!!! Tidak di anggap!!! Sakit hati pasti Jennie rasakan!!

" Jennie..." Seseorang menarik bahu Jennie untuk berbalik. Tubuhnya di bawa ke dalam pelukan dan Jennie hanya bisa bersandar.

Rose berhenti melangkah. Ia menoleh ke belakang, melihat seorang wanita yang memeluk Jennie sambil menatap sorot ke arahnya.

" Jisoo!?" Kejut Rose mendapatkan wanita berpenampilan mahasiswa. Cantik, sangat cantik. Sorot matanya lurus sekali menatap Rose yang terdiam bingung saat wanita itu memeluk Jennie. Kenal(?)

" Ayo pulang." Kata Jisoo yang melepas pelukannya dan ia bawa Jennie mendekati mobilnya di parkiran depan.

Akhirnya seluruh tubuh berbalik. Kaki Rose tertahan untuk berlari mengejar Jennie. Dia tidak tau kalau Jennie menangis. Sekarang wajah penyesalan terlukiskan. Rose nampak bersalah dengan tingkahnya untuk menghindar Jennie. Tapi ia tidak ada niatan untuk membuat Jennie sampai menangis. Rose tidak tau, seberang frustasi nya Jennie memikirkan dia! Rose tidak tau itu!!

Namun sekarang, ia melihat Jisoo. Wanita itu lagi. Dia tidak dekat tapi ia tau Jisoo! Tau karena Jisoo yang membuat dirinya putus dengan Irene!

" Jennie....~~" Panggil Rose pelan melihat mobil Jisoo berlalu melewati dirinya yang membawa Jennie di dalam sana.

Kepergian Jennie sungguh berat. Yang tadinya tidak peduli sekarang berubah jadi keserakahan Rose bertindak. Kenapa dia terlalu lama loading untuk memperlakukan kekasihnya sebagaimana dia pernah mengatakan cinta pada Jennie!!? Rose bodoh!! Giliran seperti ini saja dia baru menyadarinya! Bagaimana jika Jennie benar-benar di ambil orang lain!?

***

" Mom, aku langsung." Rose bangkit dari kursi makan. Ia menyaut kunci mobil dan juga tasnya.

" Kenapa tidak di habiskan makanannya sayang?"

" Nanti telat." Jawab Rose sambil berlalu keluar rumah.

Melirik jam tangan dan dia tau kapan Jennie sudah berada di sekolah.

----

Sekitar setengah jam Rose menunggu. Dia belum masuk ke dalam gedung sekolah, tapi menunggu di parkiran mobil. Melihat sekitar dan mata jeli menyoroti satu persatu siswa masuk ke gedung sekolah jikalau Jennie nyempil disana. Takut tidak terlihat oleh Rose.

" Kok lama ya?" Tanya Rose sambil melihat jam tangan.

Tidak lama ia bergumam dan mulai kesal sendiri, sebuah mobil BMW mewah berlalu masuk ke gerbang sekolah dan berhenti di depan gedung.

Rose mengangkat tubuhnya dari sandaran mobil. Melihat pintu mobil terbuka dan menampilkan Jennie disana.

Rose tidak langsung tersenyum. Matanya tertuju pada siapa yang mengantar.

Itu Jisoo!!

Rose bergerak. Ia berjalan cepat mendekati Jennie sambil memanggil nama empunya.

Jennie menoleh. Tidak langsung menatap lama, ia membuang wajah saat Rose datang.

" Jennie...." Rose semakin mendekat. Jisoo datang menghalangi membuat Rose berhenti mendadak.

" Jennie, maafkan aku." Omong Rose penuh kelembutan.

" Unnie, aku masuk duluan." Kata Jennie tanpa menghiraukan ucapan Rose.

" Mhh." Dehem Jisoo di saat Jennie melangkah pergi dan dia dengan cepat menahan Rose yang ingin mengejar.

" Apaan sih!?" Kesalnya memuncak.

" Lo siapa!!? Berani banget ganggu gue terus!"

" Lo yang ganggu gue." Jawab Jisoo. Rose menekuk kerut dahinya.

" Lo yang ganggu gue karena buat Jennie nangis. Nggak sadar ya? Ternyata lo ni emang orang yang suka meremehkan perasaan."

" Tau apa lo sama gue!!? Lo tuh cuman perusak hubungan orang!!" Ngotot Rose.

" Chk! Sekarang siapa yang salah! Dasar lo aja yang egois makanya Irene ninggalin lo!" Cetus Jisoo. Rose terhentak dan dia bungkam rapat.

" Sadar diri siapa yang salah. Bukan gue yang merusak hubungan lo. Nggak ada kerjaan banget gue ngurus urusan orang!!" Jisoo tertawa getir.

" Perlu gue kasih tau. Jangan coba-coba deket sama Jennie lagi!"

" Kenapa lo ngatur gue!? Lo siapa nya Jennie, huh!!?"

" Dia sepupu gue!" Jawab Jisoo langsung seperti memotong.

" Dia sepupu gue! Marga gue sama kaya dia! KIM!" Rose menelan umpatannya.

" Gue bisa aja buat Mama Jennie nggak suka sama lo kalau gue kasih tau perangai pacar anaknya! Jadi hati-hati dan pahami omongan gue buat nggak deketin Jennie lagi." Suara Jisoo memelan. Dia terlihat sabar.

Merasa di perhatikan siswa, Jisoo berhenti. Dia tidak akan ngotot lagi. Wanita itu berbalik, berjalan mendekati mobilnya untuk pergi dari sana.

Di lihat kepergiannya oleh Rose yang berdecak kesal dan wajahnya penuh emosi terpendam pada Jisoo.

" Peduli apa gue sama lo!? Jennie tetap punyaku!" Kata Rose sambil menekuk dalam dahinya dan dia meremas genggam tangannya.









Jennie udah sakit hati Rose! Kok nggak gercep 😑...pengen nabok Rose rasanya⚠️

Perfect | Chaennie [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang