Hari ini Rose mau serius. Ntah dalam kondisi apapun dia ingin terlihat datar.
" Mau ini." Tunjuk Jennie pada gulali yang membuat Rose bergerak, mengeluarkan selembar uang dan dia beli makanan manis itu untuk empunya.
Dia diam saja, tidak banyak bicara. Si Jennie juga nggak peka. Dia sibuk menikmati pameran yang di adakan sekolah daripada memperhatikan mood Rose saat ini.
" Kiyowo." Jennie terduduk jongkok. Rose memperhatikan kelinci yang jadi daya tarik empunya.
" Berapa?" Tanya Rose pada anak kelas fisika karena ini stan mereka.
" Nggak di jual tau!" Jawab mereka.
" Iya Rose cantik, nggak di jual."
" Masa nggak di jual? Pacar gue mau gimana?"
Semuanya menatap Jennie yang sibuk memasukkan jarinya ke dalam kandang, mengelus bulu lembut kelinci putih ini.
" By~~~" Rengek Jennie menoleh dongak ke arah Rose yang terdiam, tidak bisa begitu saja membiarkan kesayangannya menangis
" Gue beli ya? Gue bayar 2x lipat."
" Nggak." Geleng mereka penuh senyum sopan nya. Rose terlihat kesal. Ia mendengar suara imut Jennie yang sibuk menginginkan kelinci ini.
" Gue bakar stan lo pada. Mau?" Logat dingin Rose keluar. Moodnya sedang tidak baik sekarang. Buru-buru mereka mengeluarkan alat gesek ATM yang langsung di sodorkan ke arah Rose.
" Nanti di kasih makan ya." Kata Rose sambil berjalan melihat Jennie bergerak senang memegang keranjang kelinci barunya.
Mereka bertemu Wendy. Berpapasan dengan anak holkay ini.
" Apaan tuh?" Tanya Wendy yang merundukkan kepalanya, melihat kejut kelinci milik Jennie.
" Baru beli ya?" Jennie mengangguk senyum.
" Eh doja, utang lo!"
" Ya!! Jangan tagih di sini! Malu gue sama Jennie!!" Bisik Rose sambil memukul lengan Wendy.
" Bodo amat! Tuh cewek lo napa dah!" Rose menoleh lirik ke samping. Melihat Jennie sibuk sekali bicara pada anaknya.
Wendy membuka mulut. Heran melihat Jennie yang bicara pada kelinci. Bahkan ada sebutan Mama membuat mata Wendy melirik Rose yang ikut terdiam bingung sambil berkedip beberapa kali.
" Papa ayok!" Jennie menarik tangan Rose pergi meninggalkan Wendy yang berteriak soal utang Rose padanya hingga terdengar oleh siswa lain. Malunya Rose. Image nya buruk sekali di depan siswa lain karena biang kerok sekali Wendy menyebarkan aib nya.
" Syalan Wendy!!!" - Rose.
" Hehehe...mampus dah! Seneng bat gue!" - Wendy.
***
" Jennie pulang." Jennie masuk ke dalam rumah. Menarik tangan Rose agar mau mampir sebentar. Si doja juga nggak banyak omong. Dia mah manut-manut aja sama kehendak Jennie.
" Loh?" Jennie bingung. Rose terdiam melihat seorang anak kecil yang duduk di pangkuan Mama Kim.
" Anak siapa Ma?"
" Anak tetangga. Ibunya minta tolong suruh jaga seharian soalnya ada acara di rumah saudaranya. Yaudah deh Mama mau. Lagian imut anaknya, pendiam lagi."
" Lucu banget Ma." Terduduk di sofa, mengambil alih gendongan si kecil.
" Namanya siapa?"
" Hana."
" Uhh~~lucunyaa....by.. lucu kan?" Rose tersenyum lalu mengangguk.
" Mama mau ke supermarket. Jaga Hana sebentar ya. Kalau Hana nangis, botol susunya ada di meja makan. Terus kotak makanan Hana juga ada. Di ingat ya sayang." Jennie tersenyum lalu mengangguk. Mamanya lewat di depan Rose yang membungkuk sekilas sambil menatap kepergian Mama Jennie.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect | Chaennie [Completed]
Fanfiction" Paan coba! Gitu doang di sukain!!" " Ihhh!!! Awas lo temakan omongan sendiri. Ntar lo suka sama Rose gimana!?" " Nggak bakal!!!"
![Perfect | Chaennie [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/215504214-64-k334012.jpg)