" Cantik?"
Rose tersenyum. Ia membenarkan sedikit posisi bando pita di kepala Jennie.
" Cantik banget." Jawab Rose. Jennie tersenyum lalu ia tertawa.
Duduk di kursi samping lapangan sama Rose. Ada makanan di mejanya. Menikmati waktu berdua sepanjang istirahat.
Tidak lama memberi kebahagiaan dengan tawa, datanglah Wendy yang mendekat.
" Rose." Gadis jangkung itu mendongak. Jennie ikut memperhatikan Wendy yang menatap lama Rose.
" Ngapain? Mau ganggu ya?"
" Gue mau ngomong sama lo. Berdua aja."
" Apa sih? Serius banget." Nada candaan Rose sambil menyeruput minumannya. Jennie bergantian melirik mereka. Dia sepertinya tidak bisa ikut tertawa karena Wendy kali ini sangat serius sekali, tidak ada candaan sedikit pun.
" Gue serius."
Senyum Rose luntur perlahan. Aneh aja lihat Wendy yang berbalik, menyuruhnya untuk ikut dan bicara berdua.
" Bentar ya." Jennie mengangguk. Rose berdiri lalu berjalan sambil memasukkan tangan kanannya ke dalam kantong celana olahraga.
" Apa?" Tanya Rose. Wendy melirik terlebih dahulu Jennie dari kejauhan yang masih memperhatikan.
" Soal Irene."
" Kenapa? Lo suka sama Irene?"
" Gue serius Rose."
" Lah gue juga serius nanya. Emang kenapa sama Irene?"
" Irene kecelakaan."
Rose terbungkam rapat. Dia tidak bicara lagi sampai Wendy mulai menjelaskannya panjang lebar.
Jennie menoleh lagi ke pinggir lapangan ujung. Memperhatikan sesekali kedua gadis itu bicara dengan ekspresi yang terlihat serius. Nampak dari Wendy yang mengoceh, seperti memarahi Rose yang terus menjawab penuh emosi.
" Ada apa?" Gumam Jennie. Dia masih sabar menunggu.
Tidak lama Rose kembali sedangkan Wendy, Jennie lihat sudah pergi dari sana duluan.
" Kenapa?"
" Nggak ada. Cuman utang."
" Kamu masih punya utang!?"
Rose tersenyum cengir. Seandainya dia bisa jujur dengan Jennie.
***
" Loh? Unnie?" Jisoo datang berkunjung ke rumah Jennie. Dia juga sekedar main karena nggak pernah ketemu Jennie lagi.
" Kamu masih sama Rose?"
" Mh. Kenapa?"
" Chk! Aku nggak suka aja." Jawaban Jisoo membuat wajah Jennie sendu. Terpuruk diam karena sepupunya ia ketahui sangat membenci sekali pada Rose.
" Unnie darimana?"
" Rumah sakit."
" Siapa yang sakit?"
" Irene. Dia semalaman kecelakaan."
" Yang bener!?" Kejut Jennie. Jisoo mengangguk lalu wajahnya terlihat kesedihan.
" Aku masih bersyukur kalau dia selamat, nggak papa...tapi..."
" Kenapa? Apa Irene makin parah lukanya?"
" Secara fisik dia baik."
" Terus? Kenapa Unnie!? Bilang jelas-jelas biar Jennie tau!"
Jisoo terdiam sejenak. Dia meletakkan gelas jus di meja kemudian menoleh ke arah Jennie yang menunggu jawaban.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect | Chaennie [Completed]
Fanfiction" Paan coba! Gitu doang di sukain!!" " Ihhh!!! Awas lo temakan omongan sendiri. Ntar lo suka sama Rose gimana!?" " Nggak bakal!!!"
![Perfect | Chaennie [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/215504214-64-k334012.jpg)