" Gimana sama Irene?"
" Sama Irene?" Rose bingung denger pertanyaan Jennie. Maksudnya sama Irene itu apa?
" Eh! Maksudnya gimana Irene?" Secepat mungkin Jennie perbaiki kalimat.
" Kondisinya baik kok." Singkat, padat, jelas. Dah gitu aja jawabannya dan Jennie kayak nggak berani nanya lagi.
Mobil Rose udah sampai di depan toko cake. Mereka pulang sekolah langsung singgah gara-gara Jennie mau cake cokelat nya.
Pas Jennie udah mau nyebrang, tiba-tiba ada tiga anak cowok seragam SMA nabrak Jennie pas Rose lagi sibuk ngambil hp yang hampir ketinggalan di dalam mobil.
" Ahk!" Jennie hampir jatuh. Badan cowok itu nggak setinggi Jennie. Jadi mudah aja kepental.
" Jalan lihat-lihat dong!!" Omelnya. Rose lihat itu. Dia langsung balik badan tanpa mikir pintu mobil masih kebuka.
" Nggak papa?" Tanya Rose yang narik tangan Jennie berdiri di belakangnya.
" Jalannya nggak pakai mata sih!"
Awalnya Rose nggak mau cari ribut. Pas denger ucapan yang sedikit kasar akhirnya emosi terpendam.
" Lo kelas berapa?" Tanya Rose.
" Kelas 2, napa!?" Penuh emosi dan songong nya mereka jawab.
" Kelas 2? Berarti masih ada 1 tahun lagi ya buat lulus."
" Lo mau apa, huh!?"
Bahu Rose di dorong kasar. Dia masih menyeimbangkan badannya. Terkejut sekali dua teman cowok itu memperhatikan Rose yang tipe ceweknya hampir sama tinggi seperti mereka. Kakinya panjang dan keduanya juga bisa saling tatap.
" By!" Jennie udah mulai khawatir. Dia tahan Rose bahkan hampir terkena senggolan mereka. Untung Rose sigap memukul tangannya menjauh dari tubuh Jennie.
" Berani banget lo." Kata Rose.
" Emang kenapa? Takut ya gua ambil!?" Mereka tertawa bersama. Rose sudah hampir di ambang kesabaran.
" Ni cewek nggak ada takutnya."
" Hajar aja!"
" Mau hajar gue?" Tanya Rose. Jennie langsung melebarkan mata. Ia narik-narik tangan Rose agar jauh dari mereka.
" Woi!" Temennya ganggu Jennie sampai Rose udah lewat menahan batas emosinya.
" Jangan sentuh cewek gue!!!!" Rose langsung mengepal tangan kemudian ia tonjok mukanya.
Bruk!! Dia jatuh. Hidung udah berdarah sambil merintih kesakitan. Karena suara rintihan, pejalan kaki trotoar terkejut kalau ada anak SMA berkelahi.
" Berani banget ni cewek!!!" Mereka mau mukul balik Rose yang udah nggak peduli sama sekitar karena dia jadi tontonan orang banyak.
Tangan Rose langsung menarik kasar kera baju cowok itu. Terus dia pukul perutnya dan dia tendang jatuh ke aspal. Kaki kanan melayang menendang kuat kepalanya yang langsung terbentur kasar di tiang listrik sampai pingsan.
Satu cowok lagi sudah termundur-mundur takut melihat Rose menyaut besi tajam yang terbuang sembarangan di pinggir aspal jalan.
" Nih." Rose lempar tuh barang ke depan. Ngasih tau kalau tuh cowok boleh berantem sama dia pake senjata tajam.
" Ayo sini!" Panggil Rose.
Itu cowok langsung aja ambil besinya. Terus teriak sambil ayunin besi ke arah Rose.
Belum sampai kenai, kaki panjang Rose nendang perutnya ampe jatuh. Pakai celana olahraga lebih enak dan bebas gerak kalau buat nindas anak orang.
" Hati-hati. Gue bukan cewek seutuhnya loh." Kata Rose sambil di injak tangannya sampai berdarah lecet. Sedangkan tuh cowok udah pada terkapar sama dia dan Jennie langsung narik tangan Rose buat berhenti nyakitin mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect | Chaennie [Completed]
Hayran Kurgu" Paan coba! Gitu doang di sukain!!" " Ihhh!!! Awas lo temakan omongan sendiri. Ntar lo suka sama Rose gimana!?" " Nggak bakal!!!"
![Perfect | Chaennie [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/215504214-64-k334012.jpg)