Bab 7 - Bertemu

222 31 1
                                        


" Woy! Bangun napa? Kebo amat lu jadi orang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Woy! Bangun napa? Kebo amat lu jadi orang. Bangun woy!"

Dih apaan sih! pagi-pagi udah bangunin orang. Masih ngantuk juga.
Gue menyibak selimut yang menutup tubuh gue. Ini jam berapa? Oh masih jam setengah tujuh. Hah?! Setengah tujuh? Nggak mungkin. Jamnya rusak apa gimana?

"Va, ini emang jam setengah tujuh?" bukannya menjawab, Xava malah terkekeh. Xava ini setiap pelajaran bahasa indonesia bolos terus ya? Kalau ada pertanyaan, pasti ada jawaban.

" Udah dari tadi bego! Baru nyadar lo? Anak - anak lagi beresin depan asrama. Bantu ngapa jangan tidur mulu."

Shit. Umpat gue dalam hati. Gue sebenarnya ingin memejamkan mata lagi. Karena sudah terlanjut melek, yaudah deh gue beraktivitas seperti biasa. Gue juga ada janji sama Almira. Gue harus tepat waktu. Kalau nggak? Mampus gue. Jangan sampai membuat Almira marah. Gue aja yang ngelihat dia mendaratkan pukulan kemaren saja membuat gue bergidik ngeri.

Atau chat si Almira dulu aja kali ya?

Chat dulu aja deh. Moga aja dibalesnya cepet. Gue harus klarifikasi dulu sama orangnya. Eh bentar, kalau misalnya gue chat dia, nanti dia ngebacot. Apalah itulah. Ayolah, jangan berburuk sangka. Gue memberanikan diri meraih ponsel yang berada di atas meja. Tangan gue juga cukup sulit untuk menekan icon whattsapp.

Gue melihat ada photo profilenya Almira. Cantik banget pas berpose di photo profilenya.

Kan tujuan gue nge chat Almira, ya? Ngapain gue liat foto profile Almira? Ilham, tolong jangan berzina mata sekarang. Batin gue yang ditujukan pada gue sendiri.
Basa basi dulu aja gitu ya.

Ilham : Ira

Baru saja gue mengirimkan pesan pertama, Almira langsung baca pesan gue dong! Hoh! Lagi mengetik dong dia.

Almira : Ngapain manggil gue gitu? Nggak sopan banget sih

Aelah malah dibacotin. Ya.. kan Nissa manggil si Almira 'Ira' masa gue juga nggak boleh manggil Ira juga sih..

Ilham : Emang kenapa?

Almira : Panggil Almira aja, jangan panggil begitu

Ilham : Al, gue ketemu lo nanti jam berapa?

Almira : Gue udah nungggu lo dari tadi. Cepetan kesini.

Usai membaca pesan dari Almira, gue berlari terbirit – birit untuk menemuinya di dekat kolam renang. Gue juga sempat ditanya Xava sihh.. katanya gue pagi - pagi asal cabut aja. Ya mau gimana lagi? Kasian Almira kalau nunggu terlalu lama. Kalau dia masuk angin gimana? Kan gue lagi yang disalahin. Almira, lo jangan ngambek dulu ke gue. Tunggu gue di sana.

***

Nafas gue masih terengah - engah. Almira yang menyadari gue yang tak jauh darinya, menoleh ke arah gue. Kok perasaan jadi nggak enak ya? Gue kayaknya punya firasat kalau Almira bakal hukum gue karena telat.

Mulanya, Almira menatap gue dari ujung kepala hingga ujung kaki.

"Ham, lo tahu kenapa gue nyuruh lo kesini?" tanya Almira serius namun terkesan dingin. Gue menggeleng kuat - kuat.

"Ya,,gue sekadar ingin tahu aja. Lo itu orangnya disiplin atau nggak. Ternyata lo belum berkenalan dengan namanya waktu," usai menyelesaikan kalimatnya, gue gelagapan. Asli! Gue nggak pernah berpikiran kalau Almira hanya tes kedisiplinan saja. Apapun yang Almira mau, gue siap kok melakukannya kalau itu memang dihendaki.

"Haha.. gue cuma bercanda ,Ham. Gue sebenarnya ada urusan sama lo. Tapi lo harus janji, apapun yang gue omongin, lo harus ngikutin apa yang gue omongin."

Gue mangut – mangut paham. Kata Almira, gue disuruh ikutan eskul karate.Gila kali yak?! Gue kan lemah, masa gue disuruh kayak gitu - gituan.

Eh, kan gue janji bakal ikutin apa yang dia minta.

Dengan berat hati gue terima ajalah. Lo semua tahu? Kalau gue waktu itu pernah dipukul sama preman? Gue nggak mau hal itu terjadi. Gue trauma sama yang namanya pukul – pukulan.

Karate kan menonjolkan baku hantam.

Gue nggak yakin.

"Nanti gue ajarin tekhnik karate yang benar dan satu lagi.. Jangan sampai lo telat. Kita latihan mulai malam ini jam dua malam."

Kok serem ya? Jam dua malam?! Nanti kalau ada pocong gimana? Hiihh.

Gue nggak suka orang yang telat. Jadi jangan buat gue marah gara gara lo telat. Kenapa sih? Kalimat itu terus mengiang di kepala. Kalau gue dekat sama Almira, mungkin gue juga bisa disiplin juga kali, ya?

Katanya, kalau gue nggak datang jam dua malam tepat, gue bakalan diteror. Wait the minute, kalau soal terornya gue nggak percaya. Ini sebenernya novel horror atau novel teenfiction sih?

Heran gue.

"Gue cabut dulu ya. Sampai ketemu di jam dua pagi ini."

Fixed. Gue mati kutu sekarang. Kaki gue juga bergetar hebat. Gue menggigit bibir bawah karena terasa kering.

Hemmmm.. Gue.. Gue.. Gue takut.

Gimana? Moga aja kalian suka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Gimana? Moga aja kalian suka. Jan lupa VOMMENT yaa.. (vote dan comment)

Jangan lupa follow :

Instagram : sofiebastaman

Twitter : seblakmachaluvv

Tiktok : sofiebastt

See u!

ALMIRA : JANGAN PAKSA MEMBENCIMU (SUDAH TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang