[SEBAGIAN PART UDAH DIHAPUS]
S E L E S A I
#1 on makeover 12-04-2020
#23 on ceritasma 27 - 05 - 2020
Almira Azzahra Putri Ayu. Cewek itu sukses membuat cowok bernama Ilham jatuh cinta pada dirinya. Kata orang, Ilham cowok paling culun yang pernah h...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gue suka dengan sikap Almira yang tadi. Menggemaskan. Kalau saja Almira seperti ini selamanya, gue bakalan semakin jatuh hati padanya. Terimakasih, Al. Gara - gara lo, gue tahu arti cinta sesungguhnya.
Di tengah tawa kami, Almira tanpa permisi memotong tawa kami. Katanya dia mau kenalin gue ke seseorng. Gue merasa heran dengan apa yang Almira bicarakan. Sebenarnya dia mau kenalin gue sama siapa sih?
Almira mencekal tangan gue dan membawa gue ke koridor kelas IPS. Kalau sudah seperti ini, kok gue merasa curiga, ya? Apa jangan - jangan..
"Eh, Rum. Kenalin ini namanya Ilham. Nah Ilham ini namanya Arumi," jelas Almira. Jadi ini teman yang Almira mau kenalin ke gue. Lumayan sih.. imut. Eh, inget Almira, Ham. Langsung di recokin sama Almira kalau gue bilang Arumi imut.
Lucu juga sih namanya, Arumi. Lantas kenapa tiba - tiba? Semakin banyak temen cewek yang gue punya, semakin besar juga peluang gue untuk di-bully. Nanti bakal dikatain play boy lah, dibilang banci lah. Ihhh, ngeri.
"Arumi," ucap Arumi sambil mengulurkan tangannya. Gue masih tertegun dengan sikap ramahnya Arumi barusan.
Dengan hati-hati gue mencoba menerima uluran tangan Arumi. Jabatan tangan ini, gue belum penah merasakan uluran tangan ini. Ini juga kali pertama gue bersalaman saat kenalan dengan seorang wanita. Ternyata sensasinya begini.
Almira yang merasa terabaikan melepas kasar tangan gue dan Arumi. Nggak mungkin kalau Almira cemburu gue bersalaman dengan Arumi. Untuk mengatakan suka saja ogah.
"Eh gue lupa sama tujuan gue, gue waktu itu ditelpon sama Almira malam kemaren, katanya gue disuruh make up in lo biar ganteng," jelas Arumi to the point.
Gue segera membenarkan posisi kacamata yang gue rasa miring. Gue menatap Almira penuh selidik.
Almira yang merasa dirinya diperhatikan oleh gue, melemparkan senyumnya pada gue. Jujur gue kaget banget pas Arumi bilang kalau gue bakalan di makeup-in sama dia. Belum lagi karena Almira yang menyuruh.
" Kan kita satu sama lain nggak boleh masuk asrama putri atau putra. Nah gimana kalau lu pada ke rumah gue? Deket kok sama sini. Nggak bakal ketahuan kalau kita keluar sekolah," usul Arumi.
Almira dan gue saling bertukar pandang. Emang rumahnya Arumi di mana? Gue ada firasat tidak mengenakkan, ya? Gue sih mau - mau aja di make up-in. Tapi bukannya ini udah mau ujian kenaikan kelas? Nanti gak ada waktu buat belajar.
Almira yang menyadari kegelisahan gue, menepuk beberapa kali bahu gue. Katanya nggak usah khawatir, toh ujiannya juga masih dua minggu lagi. Dua minggu itu terkadang menjadi hal yang terpendek bagi gue dengan seiring berjalannya waktu.
Kringgg
Bell sekolah sudah berbunyi nyaring tanda pergantian pelajaran.
"Eh sorry, Rum. Gue sama Ilham harus balik ke karate camp. Gue belum nutup acaranya. Ketemu lagi pas jam pulang ya," pamit Almira.