Bab 11 - Hilang

145 18 1
                                        


Sebelum baca cerita ini, disarankan follow dan VOMMENT yakk, biar kalian tahu kisah Almira dan Ilham selanjutnya.

Happy reading!

Happy reading!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lari. Hanya itu yang bisa gue lakukan. Maaf, Al. Gue ninggalin lo sendirian di UKS. Gue khawatir telat masuk kelasnya Miss Celine. Lo semua tahu? Miss Celine kalau liat satu anak telat, jangan harap lolos. Misalnya aja kemaren si Zaidan di hukum keliling lapangan, Miss Celine juga ikut mengawasi hukuman para murid. Enak sih cara pembelajarannya tuh asyik, yang bikin nggak asik tuh cara Miss Celine menghukum muridnya.

Saat ini, gue berada di ambang pintu dengan nafas terenga - enga.

"Maaf miss, saya te --"

Nggak ada siapa - siapa? Kok gitu? Harusnya jam pelajaran pertama sudah dimulai tiga menit yang lalu. Ini nggak ada kamera tersembunyi, kan? Gue menyapu pandangan untuk memeriksa ada atau tidaknya kamera tersembunyi. Faktanya memang tidak ada kamera tersembunyi di kelas.

Gue melihat Nissa yang jalan begitu saja di hadapan gue.

Ya..gue tanya lah! Gue nggak mau jadi orang tertutup selamanya.

"Nis, yang lain pada kemana?" tanya gue.

Nissa yang menyadari kehadiran gue berbalik badan menatap gue tajam. Nissa mengedikkan bahunya sebagai jawaban. Tidak ada satu pata dua kata yang terucap? Serius?

"Lo kemana aja, Ham? Semua anak udah stand by di Lab."

Berarti gue udah telat dong? Siap - siap kena hukuman gue. Gue berlari secepat mungkin menuju lab. Eh bentar deh, lab dimana, ya? KUCING! Gerutu gue kesal.

Gue sampai di ambang pintu lab. Nampak figur Miss Celine di sana yang berkacak pinggang. Aduh, bikin alasan apa ya gue biar kabur dari hukuman?

"ASTAGA NAGA!" Zaidan berseru. Dengan sergap, Xava membekap mulut Zaidan kencang. Itu anak mulutnya gerak sendiri. Nggak ngerti gue.

"Kenapa telat?" tanya Miss Celine ketus.

Gue membeku di tempat. Gimana nih tott, gue makin gelagapan nih. Hmmmm, ayolah.. Nih otak di kondisi kayak gini malah nggak kerja. Alasan itu aja kali ya? Karena gue anak baru gitu? Maaf ya, Miss. Gue terpaksa bohong.

Sebenarnya nih ya, gue nggak mau jadi murid durhaka. Tapi ya sudahlah, demi kebaikan gue sendiri juga, gue melakukan apa gue kehendaki.

"Saya kan anak baru, Miss. Saya nggak tahu kalau ada pelajaran Miss Celine," ucap gue sambil memasang muka memelas.

"Kok kamu tahu nama saya?" tanya Miss Celine sambil mengangkat sebelah alisnya. Duh, gue salah ngomong. Gue keceplosan.

Miss Celine mendecih. Katanya alasan itu udah basi dari tahun kemaren. Tak peduli anak baru atau anak lama, semua akan sama di mata guru berparas cantik itu. Kalau gue jujur, nanti gue dianggap bersandiwara. Bingung gue!

ALMIRA : JANGAN PAKSA MEMBENCIMU (SUDAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang