[SEBAGIAN PART UDAH DIHAPUS]
S E L E S A I
#1 on makeover 12-04-2020
#23 on ceritasma 27 - 05 - 2020
Almira Azzahra Putri Ayu. Cewek itu sukses membuat cowok bernama Ilham jatuh cinta pada dirinya. Kata orang, Ilham cowok paling culun yang pernah h...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hukuman gue belum kelar juga sampai jam segini. Yaudah deh. Lumayan kan nanti ada otot kecil di lengan gue.
Gue menyapu pandangan melihat kesekeliling. Entah apa yang gue lihat. Ketika gue melanjutkan hukuman, tapakkan kaki menyebalkan datang kembali. Kalau dia datang ke gue bertujuan hanya meledek, mending angkat kaki aja deh. Gue membenci tapakkan kaki ini.
"Ilham, Ilham, lo tuh terlalu polos untuk jadi orang. Lo tahu? Lo itu cuma dikerjain doang! Kasian banget lo," sarkas Kak Baron. Gue menggeram penuh amarah. Dasar bajingan! Gue nggak suka disebut kayak gitu! Walaupun pada kenyataan memang sepahit ini, jangan to the point juga. Hati gue hancur dibuatnya.
Buk
Satu tinjuan melayang di perut Kak Baron. Dasar Kak Baron sialan! Nggak punya perasaan! Dia pikir hati terbuat dari baja? Nggak!
"Ilham! Kak Baron!"
Gue mengenal persis siapa pemilik suara itu. Gue pun menoleh mencari sumber suara. Dia Almira! Kenapa dirinya suka banget muncul di saat gue lagi berantem sama Kak Baron? Kalau Almira tanya ke gue kenapa gue sok jago atau segala macam, gue bakalan jawab Kak Baron memang perlu mendapatkan itu. Biar dia kapok.
"Ilham, gue harus berapa kali bilang sama lo? Lo jangan nyerang gitu aja, Ham. Dia senior lo juga, kan? Sopan dikit bisa nggak?!"
Gue yang mendengar sanggahan Almira terebut, kaget bukan main. Jadi Almira berpihak pada Kak Baron? Oke, gue nggak apa - apa kok. Gue emang yang mulai nonjok dia. Ternyata bener prinsip itu. Cowok selalu salah, cewek selalu bener.
Gue menekuk kedua sudut bibir, sementara Kak Baron tersenyum miring. Kak Baron mungkin akan bahagia untuk saat ini, tapi camkan ini Kak Baron si senior brengsek, gue suatu saat bakalan bikin Kak Baron minta ampun sama gue.
"Ayo, Kak. Kita ke UKS," ajak Almira pada Kak Baron. Bisa dikatakan kalau gue cemburu.
Almira bisa juga terhasut dengan omongan Kak Baron. Apa jangan - jangan Almira juga sama Kak Baron. Memang ya, gue pada dasarnya tidak pernah mendapat keuntungan. Gue dari dulu selalu sial.
Gue menghentakkan kaki kesal. Udahlah gue tenggelam aja di kolam renang. Biarkan saja! Toh Almira juga milih Kak Baron. Nggak ada harapan lagi gue.
"Almira, maafkan gue," gumam gue pelan.
Gue menapakkan kaki dipinggir kolam renang. Gue akan bersiap terjun dari sana menuju dasar kolam.
Seketika gue teringat malam yang tragis sewaktu gue masih kecil. Masa ketika seorang ayah meninggalkan istri dan anaknya. Katanya mau dinas di Amerika, tapi kenapa? Kenapa hingga sekarang beliau belum pulang?
Wajah khawatir nyokap terbayang begitu nyata dalam benak.
Gue ingin terjun ke dasar kolam. Biar semua tahu, sedalam apapun kolam, gue bakal kuat di dalamnya.