End🏁
Ketika seorang sahabat bisa lebih posesif melebihi pacar ataupun suami.
"Gak ada yang boleh nyakitin lo kecuali gue dan Bokap lo, kalo sampe ada cowok yang nyakitin lo, orang itu akan mati ditangan gue."
- Jaemin Nathanael Chakraluna
💐💐💐💐�...
"AW SHIT!!!" Teriak Kezia kesakitan setelah jatuh dari anak tangga sekolah.
"Nah kan udah gue bilang! Kalo jalan yaa hati-hati, jangan kebanyakan gaya! Sakit kan tuh!" Omel Jaemin, laki-laki yang kini sedang jongkok di hadapan Kezia dan membersihkan debu dari lutut perempuan itu.
Hari pertama Kezia menginjakkan kaki disekolah setelah dua bulan liburan nyatanya menjadi hal yang buruk karena ia sudah jatuh dari anak tangga di pagi hari.
Sepatutnya ia senang bisa kembali ke sekolah dan duduk di bangku kelas 11, namun ia harus di buat kesal oleh suara lantang sahabatnya, Jaemin Nathanael Chakraluna yang membangunkannya di pagi hari hingga membuatnya kesal tak karuan hingga saat ini.
"Hayo, mau ngegerutu lagi pagi ini? Masih gak takut dosa menumpuk yang lagi di catat sama malaikat?" Ujar Jaemin terkesan meledek.
"Seengaknya dosa gue cuma menggerutu doang, dosa lo lebih banyak noh,nyakitin hati cewek!" Balas Kezia memeletkan lidah dan meninggalkan sahabatnya yang kini tertohok dengan ucapannya sendiri.
Yaa habis gimana, pesona anak laki-laki Pak Siwon Chakraluna dan Ibu Yoona tidak mudah ditolak, oleh sebab itu Jaemin menggunakan kesempatan itu untuk bersenang senang dengan perempuan lain, yaa walau kebanyakan hanya untuk bersenang senang, selesainya? Yaa ditinggal sampai mewek.
Kezia yang notabennya sahabat Jaemin dari masa SMP sampai bingung sendiri, kok ada yaa yang masih ngejar ngejar Jaemin walau udah disakitin, apa waktu Bu Yoona hamil, Pak Siwon pakai susuk agar anaknya menarik perhatian orang lain?
"Hush, ngepain masih ngikutin?!" Usir Kezia menatap Jaemin dengan kesal karena kian mengikutinya sepanjang jalan hingga tiba di depan kelasnya.
"Yaa, mau lihat keadaan kelas, siapa tahu lo nemu temen baru selain gue, biar gak mepet terus ke gue." Balas Jaemin membuat Kezia mendengus.
"Hualah, gimana mau punya temen toh? Situ aja selalu sinis kalo ditinggal main." Ujar Kezia membuat Jaemin cengengesan.
"Yaa beda konteksnya, kalo temennya cewek yaa masih bisa diterima, kalo cowok, yaa heum!" Kata jaemin sambil mengepalkan tangan dan melotot seakan akan ingin membunuh siapapun lelaki yang berani mendekati Kezia.
"Yeu yaudah sana, jauh jauh!" Usir Kezia.
"Nanti istirahat gue kesini yaa, oke?"
"Iya iya sana!" Ujar Kezia mendorong badan Jaemin menjauh.
"SEMANGAT KEZIAA!!!" Teriak Jaemin mengepalkan kedua tangannya membuat Kezia semakin malu melihat kelakuan sahabatnya.
Kezia menghela nafas lalu masuk ke dalam kelas barunya. "Wow.." gumam kezia berjalan ke bangku pojok paling kanan dan terkesima melihat teman teman barunya.
Ahh tidak bisa dikatakan teman juga, karena selama ia bersekolah, satu satunya teman terdekat Kezia ialah Jaemin seorang. Antara Jaemin yang terlalu sinis ketika Kezia bergaul dengan lelaki, atau perempuan perempuan lain yang sinis karena Kezia yang selalu menempel ke Jaemin.
Entah, Kezia tidak memperdulikan itu, baginya Jaemin adalah segalanya. Apalagi yang ia miliki sekarang hanyalah Jisung,adiknya yang kini menginjak usia 13 tahun. Mamanya yang sudah meninggal 5 tahun lalu, ataupun orang yang disebut Papa yang tidak pernah muncul selama Jisung lahir di bumi, atau dapat dikatakan, memiliki kehidupan baru dengan isteri sirihnya.
Kezia tidak peduli dengan bagaimana orang orang yang berbisik di belakangnya, semua orang bahkan tidak percaya jika Haechul Setiabudi, suami Selebriti papan atas yaitu Momo Ahmad yang memiliki dua orang anak bekas menikah dengan penulis terkenal, Taeyeon Winata yang meninggal 5 tahun lalu akibat kanker otak.
Untungnya, kehidupan Kezia masih tercukupi oleh Heechul, walau Kezia tidak pernah membalas pesan dari Papanya itu.
Pp Papa udah kirim 15 jt buat bln ini
Air dan listrik udah papa bayar
Jangan boros ya
Klo butuh bilang papa
Kezia hanya menghela nafas menatap pesan dari Heechul yang dikirim subuh tadi. Ada rasa benci bercampur marah di dalam hatinya, namun entah mengapa ia masih cukup bersyukur karena masih di cukupi kehidupannya. Setidaknya Heechul tidak meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ayah, walau dia sudah memiliki 7 anak hasil menikahnya dengan Momo 13 tahun yang lalu.
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Permisi, sorry ganggu..." ujar seorang lelaki di hadapan Kezia.
"Eh? Jeno?" Tanya Kezia bingung melihat kehadiran Jeno di hadapannya tanpa angin laut.
"Sebelah lo kosong gak?"
"Iya." Jawab Kezia.
"Boleh di keep buat cewek gue? Dia gak masuk hari ini."
"Oh iya." Jawab Kezia sambil tersenyum kecut.
"Oke, terima kasih ya.." ujar Jeno lalu pergi meninggalkan Kezia dengan kesendirian.
Yaa, tak ada yang perlu di banggakan bagi Kezia karena dapat dikenal Jeno, anaknya Pak Donghae dan Bu Jessica yang menjadi pentolan Sooman School dan menjelma menjadi kapten basket yang memiliki banyak fans atau juga dikenal sebagai pacar dari cewek yang paling ditakutin di sekolah, Kara namanya.
Atau berkenalan dengan sahabat Jaemin, Renjun dan Haechan.
Renjun anaknya Pak Luhan dan Bu Victoria yang memiliki banyak outlet fashion di berbagai negara dan menjadi ketua band atau ketua osis kebanggan sekolah.
Haechan anaknya Pak Shindong dan Bu Yuri yang punya restoran terkenal di penjuru dunia, yang kerjaannya ngegibah dan bikin konten youtube di sekolah.
Atau Kezia harus menjelaskan kembali tentang Jaemin, anaknya Pak Siwon dan Bu Yoona yang kekayaannya gak pernah habis, paling suka ngerdus kemana mana, memiliki jumlah followers dan mantan yang tak kalah jauh, sekali kedip semua cewek jadi aing maung, punya pasison di bidang perbaperan.
Yaa walau sebatas kenal karena Jaemin, Kezia yaa tetap Kezia, tidak akan seperti Mark si anak jenius, Xiyeon cewek tercantik, Yeji si cabe cabean, atau Ryujin si kakel hitz setanah abang.
Karena Kezia sadar, ia hanya perempuan yang hidupnya tercukupi, datang ke sekolah untuk belajar dan tidur, lalu pulang ke rumah untuk rebahan ataupun mendengar omelan Jaemin.
Hanya itu, Kezia sudah merasa tercukupi. Apalagi setelah Jaemin datang ke dalam hidupnya, setidaknya hidupnya lebih terasa di hargai.