obat yang manjur

74 7 0
                                    

"Kamu mau kemana Jaem?" Tanya Yoona menahan tangan Jaemin agar tidak turun dari kasur.

"Kezia...." ujar Jaemin membuat Yoona menghela nafas.

"Udah....semuanya udah selesai. Kamu gak perlu berpura-pura lagi. Sekarang kamu bebas."

"Tapi Bun...."

"Habis ini kamu balik ke US. Kata Ayah, kamu bisa sekolah disana sekalian rawat jalan karena tulang kamu masih patah. Kamu gausah khawatir lagi sama hidup orang lain. Jalani saja hidup kamu sendiri." Ujar Yoona.

Jaemin hanya terdiam namun akhirnya ia tersenyum sepat "Kalian maunya apa sih? Dari kecil aku dibuang ke Amrik. Lalu dipaksa tinggal di Indo demi pura pura jadi anak emas kalian. Terus setelah semuanya terbongkar, kalian usir aku lagi? Aku ini anak kalian atau cuma anak punggut sih?"

"Enggak begitu Jaemin. Ini semua demi kebaikan kamu!"

"Kebaikan aku atau kebaikan kalian? Aku tahu kok kalau aku gak pantas gantiin Naemin sebagai pewaris Ayah. Aku juga gak pernah minta macam macam, aku selalu nurutin kalian. Tapi apa pernah kalian ngehargai aku sebagai seorang anak?"

Yoona menghela nafas panjang, menahan air matanya agar tidak turun kembali sekalipun pundaknya mulai bergetar.

"Bunda mau cerita sama kamu." Ujar Yoona duduk disamping kasur Jaemin.

"Jaem, kamu boleh marah sama Ayah dan Buna,  tapi kamu jangan pernah marah atau bahkan benci dengan Naemin.." ujar Yoona.

"Ya...kalian rela di benci demi dia..." jawab Jaemin penuh sesak.

"No...ini kesalahan kami. You know, kadang kita harus merelakan sesuatu demi sebuah kebahagiaan. Kami merelakan kakak kamu demi segalanya. Dan Buna."

"Merelakan kakak? Bukannya selama ini aku yang kalian buang?" Tanya Jaemin sarkas membuat Yoona menunduk.

"Biar Buna jelaskan oke? Sudah saatnya kamu tahu dan sadar akan semuanya." Balas Yoona menarik nafas dalam dalam dan menjelaskan semuanya.

"Naemin, dia kembaran kamu yang lahir prematur. Tubuhnya mungil dan pipinya tirus, bahkan jauh berbeda dari kamu yang pipinya tembam. Sejak kecil, dokter sudah mendiagnosa Naemin terkenal gagal ginjal." Jelas Yoona menahan nafasnya sebentar dan menutup mata.

"Aku tau Bun..." balas Jaemin menghela nafas.

"Kami memang salah. Ayah pikir jika Naemin tidak akan bisa meneruskan warisan keluarga, dan hanya kamu satu satunya harapan keluarga kami tapi semua orang sudah menaruh harapan besar kepada Naemin sejak dia lahir terlebih dahulu. Oleh karena itu Ayah membawa kamu pergi ke Amerika untuk belajar dengan giat agar bisa memenuhi ekspektasi orang lain. Sedangkan Naemin? Ia malah dijodohkan dengan anak lain demi meneruskan bisnis Ayah."

"Enggak mungkin! Kenapa Buna diam aja?!" Ucap Jaemin mulai emosi.

"Buna marah Jaem! Kamu juga anak Buna! Tapi Buna gak punya kekuatan yang lebih karena Buna tahu, waktu yang dihabiskan Buna bersama Naemin lebih sedikit dibanding waktu yang akan Buna habiskan dengan kamu." Kata Yoona menyesal.

"Terus aku harus apa Bun? Aku bahkan gak punya banyak waktu sejak kecil buat main sama Nana! Aku juga kangen sama Nana! Aku juga gak mau kehilangan Nana!" Ujar Jaemin pilu tak sadar menangis menyesal atas perbuatannya selama ini.

"Jaem...it's okay...." balas Yoona memeluk tubuh Jaemin erat.

Akhirnya keduanya menangis beberapa saat. Mengeluarkan segala emosi yang terpendam didalam hidup masing masing.

Hingga Yoona mulai teringat dengan masa masa sulit ketika ia mengasuh Naemin sendirian.

"Kamu tahu ucapan Nana apa yang selalu Buna ingat setiap saat? Ketika Buna bertanya, 'apa yang kamu inginkan selama kamu hidup?' Dan tebak apa jawabannya?" Tanya Yoona.

The Secret Of Dandelion✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang