End🏁
Ketika seorang sahabat bisa lebih posesif melebihi pacar ataupun suami.
"Gak ada yang boleh nyakitin lo kecuali gue dan Bokap lo, kalo sampe ada cowok yang nyakitin lo, orang itu akan mati ditangan gue."
- Jaemin Nathanael Chakraluna
💐💐💐💐�...
Malam ini, seperti biasanya Kezia meluangkan waktu untuk belajar dengan Mark. Kezia kira ini adalah cara terefektif untuk menyelamatkan nilainya untuk masuk ke masa kuliah.
Kezia udah bertekad mau ambil kuliah di luar negeri agar tidak menjadi beban bagi orang orang disekitarnya termasuk Jaemin.
Karena Kezia gak mau menyakiti dirinya sendiri. Lulus nanti Jaemin akan langsung meneruskan perusahaan ayahnya sambil kuliah online, Jaemin juga akan di jodohkan secepatnya agar perusahaan milik keluarganya semakin kuat.
Dan Kezia tidak mau menghalangi jalan Jaemin yang sudah terbuka lebar, sedangkan dirinya sendiri belum tahu apa bentuk mimpinya.
"Keziaaaaa... istirahat bentar dulu ya, udah habis 2 jam kita kerjain soal." Kata Mark sambil tersenyum.
"Yaa.." jawab Kezia lalu langsung rebahan di kasur.
"Kezia, mau dengerin lagu buatan gue gak?" Tanya Mark membuat Kezia terbangun dari tidurnya.
"LO BISA NYANYI?!"
"HAHAHAHA sedikit false tapi yaa.."
"IHH MAU DENGER!" Ujar Kezia semangat.
Mark langsung mengambil gitar disampingnya dan mengetes suaranya terlebih dahulu. "Test 1... 2.... 3... ehem..."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Berawal dari tatap...indah senyummu memikat...memikat hatiku yang hampa lara.."
Nyanyian Mark berhasil membuat kezia senyum senyum sendiri, bahkan hingga sampai reff pun, entah mengapa Kezia menangis hingga bahunya terguncang. Membuat Mark menghentikan nyanyiannya dan kebingungan.
"Kez, euhmmm are you okay?" Tanya Mark dan di balas dengan gelengan kepala oleh Kezia.
"Wait, kenapa? Gue punya salah? Atau ada yang jahatin lo? Sumpah sorry banget kez, jangan nangis please." Ujar Mark ketakutan.
"Hiks...I'm okay." Balas Kezia langsung mematikan panggilan dan menangis di dalam selimut.
Perasaannya kini bercampur aduk. Aneh, senang rasanya mendengar nyanyian Mark namun disisi lain ia seperti teringat dengan seseorang begitu Mark menyanyikan lagu "Berawal dari tatap."