seblak

87 12 0
                                    

Kalau dibilang Jaemin marah sama Kezia, tentu saja tidak. Jaemin lebih marah kepada dirinya sendiri.

"Jaem.." Panggil Siwon ketika melihat anak bungsunya baru saja pulang.

"Aku gak lagi mau ngomong sama siapapun." Ujar Jaemin melenggas pergi begitu saja.

Siwon menatap punggung Jaemin sambil menghela nafas. "Anak itu gak pernah berubah. Kecuali ketika bersama Kezia." Rintih nya.

"Apa belum cukup memberitahu semuanya? Aku rasa Jaemin juga cukup sengsara." Balas Yoona yang tengah duduk berdampingan dengan Siwon.

"Ada saatnya, cuma tidak untuk saat ini." Jawab Siwon.





****
Mark terenyuh dengan pikirannya sendiri, entah mengapa sejak mengenal Kezia, kehidupan Mark sedikit lebih berwarna.

"Mark..." Panggil Sooyoung yang sudah ada didepan pintu kamarnya.

"Masuk aja Mom." Balas Mark lalu membereskan buku matematika yang sudah berantakan di meja belajarnya sejak beberapa jam yang lalu.

"Kamu sedang belajar nak? Momsky ganggu ya?" Tanya Sooyoung mendekati anak kesayangannya.

"Udah selesai kok. Tinggal fokus ke ruang guru." Balas Mark sambil tersenyum.

Mark itu tipe anak yang sangat terobsesi untuk membanggakan orang tuanya, mau bagaimanapun keadaannya, keluarganya sangat menjunjung tinggi pendidikan. Ayahnya adalah seorang professor, ibunya juga lulusan S-3 hukum. Kakaknya juga saat ini sedang menjalani S-2 di Harvard.

Sulit bagi Mark untuk tidak mengikuti jejak keluarganya, jika Mark tidak berhasil, keluarganya bisa menjadi bahan gosip satu negara.

"Kinerja prestasi kamu gimana? Apa belum ada lomba lagi?"

"Belum Mom, lagipula adik adik kelas aku yang jadi perwakilan karena bentar lagi aku udah mau kelas 12."

"Hmm..kamu jangan main main ya Mark, ini adalah masa terakhir kamu untuk bekerja keras, fokus aja untuk belajar. Kalau kamu sampai gagal masuk Oxford, keluarga besar yang akan tanggung malunya." Ujar Sooyoung sambil menepuk pundak Mark.

"Memangnya prestasi aku belum cukup untuk kalian?" Tanya Mark sambil menatap ke arah pulpen yang ia genggam sedari tadi.

"Jangan banyak pikiran. Fokus aja belajarnya." Jawab Sooyoung lalu pergi meninggalkan Mark.

Mark tersenyum. Bahkan ia merasa hidup seperti robot. Ketika ia pulang sekolah pun, ia harus segera belajar kembali hingga jam 3 subuh.

Dan seketika beban Mark menghilang ketika menerima notifikasi dari Kezia.

Kezia
Markonah

Udah pernah nyobain seblak deket gerbang komplek blom?





****
"Oh, jadi ini yang namanya seblak?" Tanya Mark membuat Kezia melotot.

Malam ini Kezia berhasil mengajak Mark untuk mencoba seblak yang sudah lama ingin ia cicipi. Walau Kezia lagi sakit, tapi jiwa seblaknya sudah memporak poranda hingga ia rela menjemput Mark terlebih dahulu.

"Lo gak pernah makan seblak?" Tanya kezia.

"Hmm...tapi enak kok hehehe." Balas Mark sambil menyeruput kuah seblak.

"Hell.. jangan bilang lo kaga pernah makan cilor ya?"

"Cilor itu apa?"

"SERIUS LO GATAU CILOR?!"

"Nyokap gak pernah ngebolehin gue makan makanan yang gak bergizi, katanya bikin otak semakin bodoh."

"Yaa pantes gue bego." Balas Kezia sambil menghela nafas.

The Secret Of Dandelion✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang