home

176 20 1
                                    

Kezia menikmati hari pertamanya di sekolah? Oh big no!

Karena sejatinya ia harus berperang dengan orang orang baru dikelasnya, apalagi sistem acak murid yang  membuatnya harus beradaptasi kembali dengan keadaan. Setelah kepala sekolah digantikan oleh Papanya Kara, seluruh peraturan sekolah yang tadinya acak acakan di buat secara teratur, termasuk dalam hal kelas. Tadinya Kezia masuk ke dalam kelas culun atau biasa di panggil kelas buangan, sekarang tak ada lagi yang namanya kelas buangan, kelas pintar, ataupun kelas populer. Semuanya kini merata.

Jadi yaa Kezia harus beradapasi dengan teman baru seperti Mark, Kara, ataupun Tzuyu.

Apalagi Pak Jaehwan selaku wali kelasnya Kezia yang mengangkat dirinya menjadi sekretaris kelas.

Kezia makin kewalahan.

"Yoks, gimana hari ini kawan?" Tanya Jaemin yang sudah menunggu kezia didepan kelas dengan wajah sumringan.

"Gatau ah pusing." Balas Kezia.

"Mau main ke rumah gue gak? Nyokap nawarin kue putu nih hasil belajarnya sama mamak mamak arisan komplek."

"Ihh mau dong, tapi adek gue gimana?" Tanya Kezia bingung.

"Yaa kasih tau dong sayang.."

"Hehehe iya..."

Ajis

Kezia

Dek

Kakak mampir ke rumah nana dulu ya

Jangan main warnet

Oke?

Ajis
Yowes kak

Aku mau nongki sama chenle dulu ya

Dia ngajakin main ke spore

Kezia

Yaudah jangan malem malem pulangnya

Ajis
Okee

****
Jaemin mengendarai motor dengan santuy sambil bersiul ria. Dan Kezia yang nampak duduk tenang di belakang sambil menikmati angin sepoi sepoi.

"Motornya baru lagi?" Tanya Kezia membuat Jaemin mengangguk.

"Ayah rese kalo awal bulan." Jawabnya membuat Kezia terkekeh.

Yaa habis gimana, tadinya Jaemin disuruh pergi ke sekolah menggunakan mobil, apalagi mobil di garasinya sudah seperti kacang goreng. Namun yang namanya Jaemin memang tidak menuruni kehedonan Ayahnya, dia malah lebih memilih menggunakan sepeda motor.

Alasannya? Agar lebih mudah dekat dengan Kezia tentunya.

"Gue denger denger ada guru baru ya?" Tanya Kezia.

"Hmm iya."

"Wahh ganteng gak?"

"Yaa mana gue tau! Kan gue beda jurusan sama lo!" Balas Jaemin membuat senyum Kezia mengembang.

Meskipun sudah dekat sejak lama, yaa tentu saja ada perbedaan diantara keduanya. Kezia itu benci banget hitung hitungan dan lebih suka berdebat, kalo jaemin? Yaa tentu aja lebih suka rebahan sambil makan.

****
"OMAIGAT KEZIA SETIABUDI! WELCOME HOME BABY GIRL!" Teriak bundanya Jaemin memeluk Kezia dengan erat.

"Bun, Kezia ini baru lusa kemarin loh dateng ke rumah, kenapa heboh banget sih kayak gak pernah ketemu dia selama bertahun tahun?" Ujar Jaemin sambil merolling eyes membuat Yoona menatapnya dengan tajam.

"Yaa mau gimana lagi, habisnya Kezia ini orangnya ngagenin, gak kayak kamu." Balas Yoona membuat Kezia tersenyum cringe.

Memang, gak emak gak anak semuanya sama aja, sama sama kerdus, oh ya jangan lupakan Pak Siwon yang tak kalah kerdus menurun ke Jaemin.

"Nih, cobain deh kue putu buatan Tante, tadi dapet resepnya dari Sooyoung sister, Mommynya Mark." Ujar Yoona memberikan sepiring kue putu kepada Kezia.

"Wow, terima kasih Bun." Balas Kezia mencomot satu kue putu.

Sejak Kezia ditinggal mamanya, keluarga Chakraluna selalu memberikan kasih sayang kepada Kezia dan Jisung. Apalagi Yoona sangat ingin memiliki anak perempuan, yaa walau suaminya gak mau, takut pusing ngebagiin warisan ke anak anaknya nanti. Alhasil satu anak sudah cukup.

"Jisung kenapa gak diajak? Padahal Bunda udah beliin dia baju dari Jerman loh. Bunda titip sama Mamanya Renjun waktu jalan jalan kesana. Oh yaa Bunda juga beliin kamu tas totebag, coba yaa Bunda cari dulu di kamar." Ujar Yoona meninggalkan Kezia dan Jaemin berduaan di ruang tamu.

"Kuenya masih sisa banyak, nanti bawa pulang aja bagi ke adek lo, dirumah ini gak ada yang makan selain Bunda." Ujar Jaemin sambil membuka seragam sekolahnya didepan Kezia, memamerkan sebongkahan perut rata yang membuat Kezia menatap geli.

"Gausah mamer deh, perut masih four pack aja bangga, kaga sekalian bikin pameran di muka umum?" Ujar Kezia membuat Jaemin cemberut.

"Halah, tapi masih lo nikmatin juga kan? Ntar kalo udah ke bentuk, awas aja lo."

"Emangnya lo mau ngapain kalo udah ke bentuk? Mau dipamerin sampe masuk angin terus dikerikin sama nyokap lo?"

"Yaa enggak sih..ahh rese lo mah!" Kesal Jaemin melempar seragam dengan bau cuka asam alias keringatnya ke wajah Kezia.

"JUANCUK!" Teriak kezia membuat Jaemin terbirit birit masuk ke kamarnya sambil  ngakak lalu tak berapa lama keluar lagi dengan kaos hitam dan celana basket.

"Nah ganti baju dulu sana!" Suruh Jaemin melemparkan kaosnya ke arah kezia.

"Demen banget sih lempar lempar gitu? Sekali kali lempar duit kek!" Kesal Kezia langsung berdiri menangkap lemparan Jaemin dan masuk ke dalam kamar mandi.

"Yo, lempar cintaku aja mau ndak?" Gumam Jaemin setelah Kezia sudah masuk ke dalam kamar mandi.

"Yowes toh, lempar sekarang daripada terlambat nanti kalau di embat, nangis meraung raung." ujar Bundanya yang sudah ada disamping Jaemin entah sejak kapan.

"Ih Bunaaa!" Decak Jaemin.

"Makanya jangan kebanyakan mainin hati perempuan, toh kalo udah cinta sama sahabat sendiri, kamu bisa apa?"

"Bisa nangis darah."jawab Jaemin membuat Yoona terkekeh.

"Lagian serius dikit napa sih, dibecandain melulu nanti susah loh kalo mau diajak serius."

"Yaa gampang, aku kedip dikit juga jatoh." Balas Jaemin.

"Kenapa nih?" Tanya Kezia bingung ketika keluar dari kamar mandi dengan memakai kaos ukuran big size milik Jaemin.

"Oalah, habis ganti baju toh? Sini duduk lagi, kita ngobrol ngobrol." Ajak Yoona membuat Kezia mengangguk dan ikut duduk disamping Yoona sedangkan Jaemin duduk disebrang sambil memainkam ponselnya, atau bisa dibilang sedang membalas pesan dari beberapa target perempuannya.

"Gimana hari ini? Lancar?" Tanya Yoona.

"Iya Bun, lancar kok."

"Kamu tau ndak, tadi Bunda liat dress warna Pink pucat di tokonya mamanya Renjun, cantik banget, cocok banget sama kamu. Tapi katanya itu udah di pesan sama artis sinetron gitu buat hadirin award, halah padahal masih lebih cocok kamu yang pakai sih, iya ngak Jaem?"

"Hmmm..." dehem Jaemin sambil fokus kepada ponselnya.

"Kezia sabtu depan mau ikut Bunda ke acara nikahan putra sulungnya keluarga Hardjana ndak? Nanti Bunda kenalin sama anak bungsunya Hardjana, namanya Guanlin Hardjana, guanteng polll!!"

"BUNAAAA!" teriak Jaemin membuat Yoona terkekeh.

"Mau Bun! Kalo aku gak sibuk ya." Balas Kezia.

"Enggak ya Bun! Bunda pergi aja sama Ayah! Kezia udah aku booking buat nemenin nonton bioskop!" Tolak Jaemin.

"Loh sejak kapan ngajak nonton bioskop?" Tanya Kezia bingung.

"Sejak hari ini!"

The Secret Of Dandelion✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang