Happy reading !!!
_________
Ketika Danis hendak melangkah kan kakinya dia tidak sengaja menginjak amplop warnah coklat, Danis segera mengambilnya dan membukanya bukannya Danis lancang tetapi dia ingin tau ini punya siapa dan segera mengembalikan ya.
Danis sudah mengambil secarik kertas yang ada didalam amplop coklat itu. Dengan seksama dan teliti dia membaca kertas itu.
"Kanker otak stadium 4 Aviva putri klariska" gumam Danis dengan mata berkaca kaca, semua pikiran yang ada di otaknya pecah dan hanya tertuju kepada Viva, di memutar badannya dan melihat punggung Viva dari kejauhan.
"Apa mimisan itu juga" Danis mengingat saat bertemu Viva yg mimisan dirumahnya.
Viva yang merasa ada yang kurang, di mengecek seluruh isi tasnya dan mengingat apa yang kurang dan hilang di tangannya dia merasa tadi membawa sesuatu tetapi apa ?.
Viva mengedarkan pandangan dan melihat Danis yang masih ditempat tadi mereka bertabrakan, Viva melihat Danis membawa secarik kertas dan amplop coklat dibawa Danis, Viva pikir Danis tdk membawa apapun.
Deg..
Jantung Viva seakan berhenti untuk berdetak, apa Danis sedang membawa surat keterangan dokter milik Viva ?. Tanpa memperdulikan mbak² apotik yang memanggil namanya Viva berjalan tergesa-gesa ke arah Danis dan mengambil kasar kertas miliknya.
"Viv....." Suara Danis bergetar melihat Viva, Danis tidak percaya itu.
"Aku salah bacakan viv iya kan, please jawab aku Viv itu bukan kamu kan" Danis tersenyum dan berfikir positif kalau dia salah membaca kertas itu.
Viva yang sudah tidak tahan untuk menahan air matanya akhirnya pecah dah menjadi pusat perhatian orang.
Agak sedikit flashback gw, yg Viva ditinggal di mall trs jd pusat perhatian ㅠㅠㅠㅠ- author
Danis yang melihat Viva menangis itu membuatnya semakin khawatir tanpa pikir panjang Danis mengandeng tangan Viva dan pergi ke taman rumah sakit.
Mereka duduk di bangku taman yang kosong, hanya suara tangisan diantara mereka berdua.
"Tunggu disini jgn kemana²" ujar Danis dan diangguki viva, Danis pergi untuk membeli air minum setelah selesai membeli air putih danis kembali ke viva yang masih setia duduk manis dan menangis tersedu².
Clek...
"Viv diminum dulu" Danis menyodorkan botol air putih yang sudah dibukanya itu. Viva meminumnya dan setelahnya mengatur emosinya.
"Udh agak lebih baik ?" Viva mengangguk dan sudah tidak menangis hanya saya isakan dan yang ada.
"Kamu bisa kok cerita ke aku, klo blm siap ok nggak papa"
Viva hanya menunduk dan memilin jari jemarinya, dia takut, takut sekali orang yang masih memiliki ruang dihatinya itu sudah mengetahui nya kalau dia sedang sakit parah. Viva tidak suka itu, Viva tidak suka dikasihani dan tatapan sendu saat ini Viva benci dengan itu semua.
Viva merasakan pusing dan pandangan kabur, tapi Viva sudah terbiasa dengan itu semua, ia hendak meminum obatnya tapi bodohnya dia meninggalkan di apotik, di mengerutuki dirinya sendiri.
Bego Lo viv bego- batin Viva
"Kamu kenapa ?, Mana yang sakit bilang sama aku" Danis sudah kalang kabut melihat Viva yang memegang kepalanya, Danis tidak hanya melihat tapi dia juga bisa merasakan betapa sakitnya Viva saat ini.
"Tolong ambil obat aku di apotik, nih resepnya msh aku bawa" mendengar ucapan Viva, Danis segera menuju apotik dan mengambil obat Viva, tidak butuh waktu lama Danis sudah kembali.
KAMU SEDANG MEMBACA
PERJODOHAN DINI 2
Dla nastolatkówSequel of perjodohan dini. Lembaran baru dari kehidupan Viva, yang telah melalui pahit dan manisnya sebuah hubungan. Sampailah Viva bertemu dengan seseorang yang dapat membuatnya merasa jatuh cinta lagi. Namun, masa lalu mendatanginya lagi, rasa sak...
