9. Event

3K 384 79
                                    

Kejadian di taman membuat geger dunia maya, K-netz membahas dan memuji sikap heroik 5 gadis yang membantu Rose dan Rio, tak lupa interaksi yang tercipta diantara Rio dan Rose, publik mulai menjodoh-jodohkan mereka berdua, hal ini tentu membuat Rose jengah, dia benci saat orang-orang mulai mengatakan bahwa dia sangat cocok dengan Rio, Rose bahkan membenci Rio tanpa alasan.

Manager oppa masuk ke dorm dan meminta para gadis untuk duduk dengan tenang dan mendengarkan interuksi nya.

"Kalian akan libur sampai comeback kalian di release, tapi khusus untuk Rose, kamu ada event fashion week di Paris bersama Saint Laurent" interuksi manager oppa.

"Kapan itu oppa?" Tanya Rose lagi.

"Besok, kamu akan berangkat dengan Rio" jawab manager oppa santai.

"Apa?" Kejut Rose seolah tak ingin dia berangkat hanya berdua dengan Rio, sang oppa menarik nafas lelah.

"Maksud ku, Rio yang akan menjadi pengawalmu, aku dan manager unnie juga akan ikut" jelas sang manager panjang lebar.

"Ok" Rose manggut-manggut mengerti

Pagi hari, saat nya Rose dan rombongan berangkat ke Paris, untuk menghadiri event fashion show tahunan, acara ini tentu akan diliput oleh media di seluruh dunia.

Manager oppa dan manager unnie berjalan di  samping Rose, untuk mengcover sang artis, dan Rio tepat berjalan dibelakang Rose dengan mata yang selalu waspada mengawasi sekitar, tinggi badan nya yang menjulang membuat dia lebih mudah mengawasi pergerakan disekitar nya, Rio bahkan tak terganggu dengan sorot lampu kamera yang terus membidik pada Rose.

"Rio, kamu duduk dengan Rose, ada yang mau ku bicarakan dengan manager noona" perintah manager oppa, pada Rio yang hanya mengangguk, Rose mendengus kesal, dalam hati dia merasa sebal, saat Rio mulai mendudukan pantat nya di samping sang gadis, perempuan itu membuang tatapan nya keluar jendela pesawat, Rio tak peduli, dia mengambil headset dan mulai menonton film dari layar yang menempel disandaran kursi penumpang depan, Rose tetap tak mau berusaha untuk mengajak Rio bicara.

Rio melirik ke bahu kiri nya, dimana Rose menyandarkan kepalanya dan tertidur pulas, gadis angkuh itu mati-matian menahan kantuk, selama dalam pesawat menuju Perancis, tapi itu tak bertahan lama, dia kalah, sampai akhirnya tanpa sadar menjatuhkan kepalanya dibahu kiri Rio, pengawal yang sangat dibenci nya.

Perjalanan menghabiskan waktu hampir 13 jam, dan selama 3 jam lebih Rose bersandar di bahu kiri Rio, entah apa yang membuat Rose tiba-tiba terbangun, dia di serang rasa malu setengah mati pada Rio.

"Sorry" lirihnya nyaris tak terdengar, Rio tak menjawab yang membuat Rose semakin kesal, sisa perjalanan kembali mereka habiskan dalam kebisuan, Rio yang sepertinya mulai mengantuk pun akhirnya menyetting kursi nya menjadi rebahan, lalu memejamkan matanya dengan selimut yang menutupi sampai sebatas dada, setelah memastikan Rio sudah tertidur, Rose baru berani menoleh, bernafas lega melihat sang pengawal sudah pulas, karena saat Rio terjaga, dia merasa terintimidasi.

"Kamu menyebalkan, dan aku membencimu" teriak Rose dalam hati sambil menatap Rio.

Jeng. . . jeng. . .

Rio tiba-tiba membuka kedua matanya, netra nya saling bertatapan dengan mata Rose, gadis itu terkejut bukan main, tak menyangka Rio akan membuka matanya dengan tiba-tiba, Rose gugup, tak tahu harus mengatakan apa karena kedapatan menatap Rio yang tengah pulas tertidur, matanya bergerak gelisah mencari alasan dengan wajah cemas.

Sret

Rio menyingkirkan selimutnya, berdiri lalu berjalan menuju ke toilet, punggung nya menghilang dibalik tirai yang menjadi penutup lorong toilet.

"Aarrgghh. . . " geram Rose kesal, dia marah pada dirinya sendiri, juga pada Rio yang selalu bisa membuat image yang dibangun nya hancur dalam sekejap di depan mata pengawalnya itu.

Sesampai di Perancis, sambutan yang diterima sangat luar biasa, dan pihak sponsor pun ternyata menyediakan puluhan bodyguard untuk menjemput rombongan Rose di bandara, mereka tiba saat Paris tengah diguyur hujan lebat, Rio berjalan dipaling depan, Rose mengikuti dibelakang nya sambil menunduk, menghindari kilatan blitz dengan berlindung dibalik punggung Rio.

Saat hendak memasuki mobil, Rio meminta payung pada seorang pengawal yang sudah berdiri di sisi mobil, dia memayungi Rose menuju ke mobil dan mengabaikan dirinya sendiri yang kehujanan, sikap gentle seperti ini dengan cepat menyebar dan menjadi perbincangan para penggemar yang mulai jatuh pada sosok Rio yang sigap dalam melindungi artis pujaan mereka.

Di hotel, Rose menempati kamar nya sendirian, sedangkan manager noona dan manager oppa menempati kamar disebelah kanan dan kiri dari kamar hunian Rose, dan Rio tepat di depan kamar sang artis, ini sengaja, demi keamanan Rose.

Hari berikutnya, sedari pagi Rose sudah sibuk dikamarnya dengan para penata rias dari sponsor untuk mendandani dan mengambil foto di kamar hotel untuk keperluan iklan, dan malam nya mereka pun akan menghadiri event.


Ceklek


Suara pintu kamar hotel pun terbuka, dan muncul lah sesosok wanita cantik yang sudah berdandan lengkap dengan tas dari brand ternama dunia, bertepatan dengan itu, Rio juga baru keluar dari kamar nya untuk mengawal Rose ke tempat acara.

Suara pintu kamar hotel pun terbuka, dan muncul lah sesosok wanita cantik yang sudah berdandan lengkap dengan tas dari brand ternama dunia, bertepatan dengan itu, Rio juga baru keluar dari kamar nya untuk mengawal Rose ke tempat acara

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Keduanya sama-sama mematung di depan pintu masing-masing, Rose dengan tatapan cangguung nya, dan Rio dengan tatapan datar nya.

Keduanya sama-sama mematung di depan pintu masing-masing, Rose dengan tatapan cangguung nya, dan Rio dengan tatapan datar nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Rosie" panggil manager oppa karena baik Rio maupun Rose tak ada yang berusaha untuk mengakhiri adegan saling tatapnya.

"Ne oppa" jawab Rose yang langsung berlalu begitu saja meninggalkan Rio yang masih berdiri diambang pintu.

Sebuah mobil sedan mewah sudah siap di lobby hotel untuk menjemput Rose, Rio pun membuka kan pintu untuk gadis nya, lalu dia sendiri duduk dibangku depan samping kemudi, mereka hanya berangkat berdua, karena keterbatasan undangan, dan begitu tiba di tempat acara, Rio kembali dengan sigap melaksanakan tugas nya, dan saat Rose hendak menuruni anak tangga yang tak begitu tinggi, Rio langsung mengulurkan lengan kirinya, sebagai pegangan untuk Rose agar tak terjatuh, karena dia memakai higheels.

Aksi ini tentu menimbulkan kegaduhan diantara para blink yang sudah menunggu kehadiran Rose malam itu, mereka menyoraki aksi Rio dalam menjaga Rose, gadis itu tersenyum simpul malu-malu pada godaan para fans nya.

#TBC

The BodyguardTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang