Dag..dig..dug
Perasaan Layla tak karuan pagi ini, mengingat rencananya kemarin gagal total lagi. Ia juga berspekulasi kalau Miya begitu marah padanya. Semalam, cewek kuncir dua itu sempat meghubungi Miya, namun teman sebangkunya itu tidak membalas pesannya sama sekali.
Maka dari itu, sekarang ia buru-buru pergi ke kelas untuk meminta maaf sekaligus menjelaskan soal kejadian kemarin. Biasanya, jam segini Miya sudah ada di kelas.
Saat Layla tiba di bangkunya, seorang cewek tomboy berpita merah tengah duduk di bangku Miya. “Hanabi, ngapain lo di tempat Miya?” tanya Layla penasaran.
“Miya minta tukeran tempat sementara waktu. Bilangnya ada urusan sama Lolita.” sahut Hanabi membuat Layla merendahkan pundaknya, lesu.
Semarah itukah Miya sampai ia tidak mau duduk bareng Layla lagi. Gadis berkuncir dua itu meletakkan tasnya di tempatnya seraya menghempaskan tubuhnya di kursi. Kepalanya tergeletak di atas meja, tak ada gairah pagi yang terpancar seperti biasanya. Hanabi hanya menatapnya datar sebentar, setelah itu ia kembali fokus pada komik yang dibacanya.
“Ada Layla, gak?”
Suara seorang cewek dari ambang pintu membuat Hanabi kembali mengalihkan pandangannya dari komiknya. Ia mendapati seorang cewek tomboy berambut pendek yang berdiri diambang pintu.
“Le, lo dicariin Kimmy tuh!” kata Hanabi menunjuk dengan dagunya.
Kepala Layla mendongkak seraya mengikuti arah tunjuk Hanabi. Sesosok Kimmy tertangkap di bola matanya. Ia lekas berdiri dan menghampiri cewek tomboy itu.
“Kenapa?”
“Lo dipanggil guru piket,” sahut Kimmy.
“Oke, thanks Kimmy.” ucap Layla, Kimmy mengangguk seraya pamit pergi.
.
Dalam hati, Layla masih merasa tidak tenang. Sungguh hari ketidakberuntungannya! Berpisah dengan teman sebangkunya, serta mendapat hukuman dari pak Gatot, guru piket hari ini.
Ada yang melapor kalau Layla, Freya dan Zilong sengaja bolos sekolah kemarin. Sehingga mereka harus rela mendapat hukuman yang berbeda dari sang guru piket.
Layla ditugaskan untuk membereskan rak-rak buku di perpustakaan, Freya harus menyapu sekaligus mengepel ruang guru yang tak pernah sepi, sementara Zilong harus membersihkan seluruh toilet cowok di sekolah ini.
Setelah waktu hukuman habis, ketiganya duduk lesu sambil menatap langit-langit kantin. Punggung mereka berdandar pada sandaran kursi masing-masing.
“Suruh siapa bolos sekolah!” sahut Mak Vexa seraya meletakkan nampan berisi makanan dan minuman yang dipesan tiga bocah bau keringat itu.
“iya, Mak. Gak lagi-lagi,” sesal Layla masih lesu. Mak Vexa mendelik ke arah tiga bocah itu dan kembali ke counternya.
“Pegel banget gue! Udah tahu gue pendek, suruh beresin sampe rak atas!” protes Layla masih nyaman dengan posisinya.
“Gue pegel bolak-balik ngepel ruangan guru. Ruangan itu gak ada sepinya,” timpal Freya masih menikmati rasa lelahnya.
“Usulan lo sesat semua, Le!” protes Zilong membuat Layla menegakkan punggungnya.
“Lo gak tau aja, hukuman gue double hari ini!” sahutnya membuat Freya dan Zilong ikut menegakkan punggung lalu menatap Layla heran. “Miya pindah tempat duduk!” serunya membuat kedua sahabatnya itu memekik kaget.
“Miya semarah itu sama gue!” Rutuk Layla pada dirinya sendiri seraya menjatuhkan kepalanya ke atas meja.
“Telepon gue juga gak diangkat Miya semalem,” tambah Freya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Back to Mantan
Fiksi PenggemarRahasia hubungan Miya dan Alucard akhirnya dibongkar setelah keduanya sepakat putus. Berita itu sempat menghebohkan jagat SMA Moniyan. Alucard yang sejatinya adalah seorang 'most wated' di sekolahnya, selalu menutupi identitas kekasihnya saat ditany...
