Chapter 12

4K 458 63
                                        

Tiada hari tanpa beradu mulut bagi Taehyung dan Jimin. Entah itu karena soal makanan atapun hal lain, yang penting maupun yang tak penting sama sekali. Tapi itulah yang membuat mereka semakin dekat satu sama lain. Dan hari ini Taehyung sedang baik hati ingin mengajak Jimin ke suatu tempat.

"Kim, mau ikut hyung tidak?" tanya Taehyung sambil memakai topi. Entah sejak kapan ia juga memanggil Jimin dengan sebutan marganya.

Jimin melirik malas ke arah Taehyung, "Ke mana? Aku malas," sahut Jimin dengan nada kelewat malas karena ia memang sedang malas melakukan sesuatu.

"Ok, sekarang pakai jaket dan sepatumu, setelah itu kita pergi," ujar Taehyung sambil melempar jaket ke arah Jimin yang masih sibuk bermain ponsel di sofa.

"Hyung! Aku tak mau ikut!" kesal Jimin.

"Kim Jimin." desis Taehyung sambil melirik Jimin lewat cermin dengan mata elangnya. Cara ini adalah hal yang ampuh agar Jimin menurut padanya.

"Iya! Iya! Aku akan bersiap, kau keluar sana!" sahut Jimin galak sambil mengusir Taehyung.

"Jangan lama! Hyung tunggu di bawah," kata Taehyung sebelum benar-benar pergi dari kamar.

Jimin menyipitkan matanya sambil mengerucutkan bibirnya. Ia segera bersiap agar Taehyung tak kembali bersuara seperti burung beo.

"Mau ke mana sih!? Masih pagi sudah bertingkah seenaknya, menyebalkan!" gerutunya sambil memakai jaketnya.

Ia menyambar ponselnya kasar dan dimasukkan ke dalam saku celananya. Lalu, mengambil sepatu kets dan memakainya dengan cepat. Kemudian ia segera turun menyusul Taehyung.










"Mana ponselmu?" tanya Taehyung sambil menyodorkan tangannya.

"Untuk apa?" ujar Jimin jengah.

"Berikan saja," sahut Taehyung dengan tangan yang masih saja menggantung di udara.

"Jangan coba-coba membukanya!" ucap Jimin memperingati.

"Yayaya, tenang saja hyung hanya ingin menaruh di tas kecil yang hyung bawa," jawab Taehyung malas sambil memasukkan ponsel Jimin ke dalam tas pinggang yang Taehyung sampirkan ke pundaknya.

"Sebenarnya kita mau ke mana sih?!" tanya Jimin sedikit kesal karena ia benar-benar malas untuk pergi ke mana pun.

"Rahasia, ayo cepat," sahut Taehyung sambil menarik tangan Jimin agar adiknya cepat-cepat masuk ke mobil SUV merah miliknya.

"Hyung! Berhentilah bertingkah menyebalkan di pagi hari!" protes Jimin ketika Taehyung berhasil mendudukkannya di jok depan dan memasang safebelt pada Jimin.

"Hyung sedang tidak bertingkah," jawab Taehyung sambil menyalakan mesin mobilnya.

"Terserah apa katamu!" kata Jimin ketus membuat Taehyung terkekeh kecil.

"Jadilah adik baik untuk hari ini. Hyung akan membawamu ke suatu tempat yang pastinya kau suka karena pilihanku itu selalu tepat," ucap Taehyung diselingi pujian untuk dirinya sendiri.

"Pilihanmu itu kuno, aku tak suka!" ujar Jimin sarkas.

Taehyung merotasikan bola matanya malas, ingin marah tapi karena hari ini ia sedang bahagia jadi ia tak mau ribut dengan adiknya yang kelewat menyebalkan itu.

"Kita lihat saja nanti," jawab Taehyung dengan senyum remehnya.


















Dan benar, Jimin tak berhenti berdecak kagum karena mata sipitnya melihat padang rumput yang begitu luas seperti tak ada batasnya.

Me VS Hyung ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang