Chapter 15

3.8K 469 66
                                        

Jimin tak tahu harus merasa apa. Senang atau kecewa? Ia memang rindu dengan orang tuanya, tapi ia juga tak suka mendengar berita yang sempat Taehyung ucapkan tempo lalu. Appa dan eomma nya sudah pulang ke rumah dua hari yang lalu. Awalnya Jimin begitu enggan untuk menyapa mereka karena terlalu lama tak bertemu dan bertegur sapa. Tapi, Taehyung selalu berusaha agar ia tak canggung dengan orang tuanya sendiri. Padahal sebenarnya Taehyung lah yang terlihat semakin jauh dari orang tuanya. Hanya saja ia tak ingin menunjukkannya pada Jimin. Ia berusaha menutupi rasa kecewanya di depan Jimin.


"Kim Jimin!" seruan Taehyung membuat Jimin tersentak di atas kasurnya.

"Apa?!" sewot Jimin.

"Sedari tadi aku memanggilmu!" ujar Taehyung kesal.

"Aish! Ada apa?!"

"Eomma memanggil kita untuk makan malam. Ayo cepat turun," ucap Taehyung sambil menarik tangan Jimin.

"Hyung! Aku bisa jatuh jika kau terus menarikku!" protes Jimin, namun Taehyung tak peduli dengan suara sang adik.






Mereka berjalan menuruni tangga dan berbelok ke ruang makan yang sudah disambut dengan senyuman hangat nyonya Kim.

"Aigo, kenapa kalian terus saja berdebat eoh?" ujar nyonya Kim sambil menggelengkan kepalanya pelan karena heran.

"Taetae hyung selalu menggangguku, eomma!" adu Jimin sambil melirik Taehyung tajam.

"Siapa yang mengganggumu huh?!" sahut Taehyung tak terima.

"Kau lah, siapa lagi?!" jawab Jimin sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

"Sudah-sudah, sekarang waktunya makan bukan berdebat," lerai tuan Kim.

"Taetae hyung duluan!" ujar Jimin sambil mendudukkan bokongnya di kursi dengan ekspresi kesal.

"Mwoya?!" kaget Taehyung.

"Jiminie," panggilan tuan Kim membuat Jimin langsung diam.

"Ah, hari ini eomma memasak sup spesial untuk kalian," ujar nyonya Kim antusias.

"Woah, aku sudah tak sabar untuk memakannya. Sepertinya sudah lama sekali aku tak memakan masakan eomma," ucap Jimin dengan mata berbinar karena dirinya begitu senang. Nyonya Kim tersenyum antara senang dan juga sedih melihat reaksi Jimin. Selama itukah dirinya pergi?

Ia segera mengisi mangkuk Jimin dengan semangat. Namun, ketika sendok itu akan tertuang tepat di atas mangkuk, ucapan Taehyung berhasil membuat dirinya terkejut.

"Eomma, Jiminie alergi kacang," nyonya Kim segera menoleh ke arah si bungsu yang hanya diam dengan wajah sendunya.

"Astaga! Eomma lupa, sayang!" nyonya Kim berkata sambil menaruh sup kacang merahnya di meja.

"Tak apa, eomma. Melupakan sesuatu adalah hal yang wajar bukan?" sahut Jimin dengan senyum yang dipaksakan.

"Maaf, Jiminie. Eomma benar-benar lupa kalau kau alergi kacang. Eomma hanya berniat membuat makanan kesukaan kalian, tapi nyata nya eomma malah mengacau," ucap nyonya Kim sedih membuat Jimin jadi tak tega melihatnya.

"Gwaenchana. Jiminie mengerti niat baik eomma. Cha! Lebih baik sekarang kita makan karena cacing di perutku sudah konser," balas Jimin mencairkan suasana.


Taehyung sendiri sudah merasa geram dengan nyonya Kim. Bagaimana bisa seorang ibu melupakan hal yang begitu penting bagi anaknya. Ia tak bisa membayangkan bagaimana jadinya kalau ia sedang tidak ada di rumah sekarang. Apa Jimin akan menolak sup kacang itu atau malah memakannya dan berakhir dengan dirinya yang kambuh. Ia sangat tahu sekali bagaimana perangai Jimin. Adiknya tak akan dengan mudah menolak pemberian ataupun sesuatu dari seseorang yang ia sayangi, apa lagi kalau eomma nya sendiri yang memberi. Sudah dipastikan kalau Jimin dengan senang hati menerimanya, terlepas dari sifat dingin dan cueknya.


"Eomma, appa, hyung. Sepertinya aku harus kembali ke atas, ada beberapa tugas yang harus ku kerjakan. Sepertinya aku juga akan langsung tidur," ucap Jimin setelah mereka semua menyelesaikan makan malamnya dengan hikmat.

"Ne, semangat, Jiminie! Selamat malam sayangnya eomma," sahut nyonya Kim sambil tersenyum hangat.


"Tae, bagaimana dengan kuliahmu?" tanya tuan Kim sambil menikmati kopi panasnya.

"Mungkin dua atau tiga bulan lagi aku akan sidang kelulusan," jawab Taehyung sambil mengunyah apel.

"Baguslah kalau begitu," ujar tuan Kim senang.

"Memangnya ada apa?" tanya Taehyung heran.

"Mungkin minggu besok appa akan mengajakmu ke kantor. Appa akan mengenalkanmu pada kolega-kolega
appa di sana," sahutan tuan Kim membuat Taehyung sedikit tak suka.

"Tapi, untuk apa?"

"Untuk melatihmu dan memperkenalkanmu dengan dunia bisnis," ucap tuan Kim, "Kau akan ku beri kepercayaan untuk mengurus perusahaan appa yang ada di Seoul," lanjutnya sebelum menyesap kopi.

"Appa! Aku sudah pernah bilang padamu kalau aku tak mau menjadi penerusmu!" protes Taehyung tak suka.

"Tapi, kau itu harus menjadi penerus appa," sahut tuan Kim mantap.

"Aku punya cita-citaku sendiri!" ujar Taehyung marah.

"Apa?! Jadi pelukis?!" desis tuan Kim.

"Apapun itu, appa tak akan mengizinkanmu, Kim Taehyung!" geram tuan Kim.

"Cih, ku kira kalian pulang ke sini untuk memperbaiki sikap kalian yang egois itu. Ternyata tidak sama sekali," decih Taehyung sambil tersenyum remeh. Ia benar-benar tak suka dengan sikap kedua orang tuanya itu.

"Setelah eomma hampir saja mencelakai Jimin karena melupakan alerginya, sekarang appa memaksaku seperti ini. Tak cukupkah kalian selama ini sudah mengacuhkan kami dengan alasan pekerjaan?" ujar Taehyung dengan nada kecewa.

"Jika kalian tidak bisa membahagiakan kami dengan meluangkan waktu kalian untuk lebih mengenal dan mengerti kami, maka biarkan kami bahagia dengan cara kami sendiri," sambungnya sambil menatap penuh kekecewaan pada tuan Kim dan nyonya Kim.

"Aku akui, uang memang sangat penting untuk kehidupan kita. Tapi, bukankah kebahagiaan anak jauh lebih penting lagi?" Taehyung kembali berucap dengan tenang, namun mampu membuat kedua orang yang lebih dewasa tertohok dengan ucapan sang anak.

"Aku selesai, permisi," Taehyung segera pergi dengan mendorong kursi dengan kasar.



"Yeobo."

























Republish 20072020

Permulaan dulu setelah lama ngilang jadi pendek, eh ada yang kangen VMin ngga nih?? Kangen aku aja udah 😂😂

Jangan lupa vomment ya, jangan lupa juga subscribe channel Youtube baru aku Resta Pradani. Aku baru rilis teaser baru lagi di sana, hehe...

Annyeong💜💜💜💜💜💜💜

Me VS Hyung ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang