Taehyung mengernyit sambil memegangi kepalanya yang pusing. Matanya masih sulit untuk menyesuaikan cahaya yang begitu menyilaukan. Setelah matanya sudah cukup jelas untuk melihat, ia mengadarkan pandangannya. Rumah sakit. Itu yang pertama ada dipikiran Taehyung. Lalu manik elang itu itu beradar hingga jatuh pada sosok Jungkook yang duduk di sofa sambil memejamkan matanya.
"Jungkook," panggil Taehyung lirih, berharap sahabatnya itu mendengarkan suaranya. Nyatanya Jungkook tak benar-benar tidur. Ia hanya memejamkan matanya karena masih syok.
"Kau sudah bangun, Tae. Syukurlah," ujar Jungkook sambil menghampiri Taehyung dengan senyum paksanya.
"Biar aku panggilkan dokter untukmu," Jungkook segera melesat keluar. Sementara Taehyung kembali memandangi atap ruang rawatnya yang dominan berwarna putih.
Setelah dokter meriksa Taehyung dan mengatakan bahwa keadaaan Taehyung sudah baik-baik saja. Kini ruang rawatnya hanya ada dirinya dan Jungkook. Mereka sama-sama diam sampai akhirnya Taehyung kembali bersuara.
"Jung, Jimin di mana?" tanya Taehyung karena sedari tadi ia tak melihat dongsaengnya.
"Kau haus, Tae? Suaramu serak sekali. Ini minumlah," Jungkook mengalihkan pembicaraannya dengan menawari Taehyung minum. Jujur saja dia belum sanggup untuk menjawab pertanyaan sahabatnya yang baru saja sadar. Sementara Taehyung tak menolak tawaran Jungkook karena tak bisa ia pungkiri bahwa tenggorokannya memang benar-benar kering.
"Jung, Jimin baik-baik saja kan? Tadi... Tadi mobilku menabrak sesuatu di jalan karena menghindari mobil, apa Jimin- Jung?" Taehyung menatapnya dengan sorot mata penuh kekhawatiran dan berkaca-kaca.
"Dia...baik. Tae, kau harus banyak iatirahat agar cepat puluh," Jungkook terlihat gusar ketika berucap. Hal itu membuat Taehyung curiga.
"Kau tak bohong kan, Jung?" tanya Taehyung penuh selidik.
"Apanya?" tanya Jungkook balik.
"Di mana Jimin? Kalau dia baik kenapa tak ada di sini untuk menemaniku?" tanya Taehyung menuntut.
"Tae."
"Di mana, Jungkook? Aa dia baik-baik saja?" Taehyung menatap Jungkook kalut karena sang sahabat masih saja bungkam.
"JAWAB, JEON JUNGKOOK!" bentak Taehyung frustasi.
"Aku harus jawab apa?" Jungkook menjawab dengan nada putus asa. Dirinya masih berdiri dengan kepala yang menghadap laintai pijakannya.
"Aku harus jawab apa padamu, Kim Taehyung?! Sementara aku sendiri masih tak bisa percaya dengan kenyataan yang aku tahu," suara Jungkook sama frustasinya seperti Taehyung. Namun diakhiri dengan lirihan yang semakin membuat Taehyung takut, kalut, dan juga bingung.
"Apa yang kau sembunyikan, Jungkook?" tanya Taehyung susah payah dengan mata yang kembali berembun.
"Aku tak pernah menyembunyikan apapun darimu, Kim Tae," lirih Jungkook.
"Baiklah, kalau begitu biar aku yang mencari Jimin sekarang," Taehyung hendak menarik infus yang ada di tangannya dengan kasar. Tapi sebelum itu, Jungkook sudah menghentikan tangannya dan menyorot manik Taehyung langsung dengan manik yang sama basahnya.
"Kau mau melukai dirimu sendiri?!" desis Jungkook.
"Kenapa?! Ini semua karena kau tak menjawab pertanyaanku!" sahut Taehyung sinis sambil menepis tangan Jungkook.
"Jangan bertindak bodoh, Kim Taehyung! Kau baru sadar!" bentak Jungkook.
"Tak usah sok peduli padaku, Jeon. Aku tak butuh itu," desis Taehyung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Me VS Hyung ✔
FanfictionPunya hyung tampan itu susah, Start : 23-01-2020 End : 29-09-2020
