Meski itu hanya sebuah mimpi yang menemaninya ketika koma. Taehyung masih saja merasa khawatir, takut, dan cemas ketika mengingatnya. Melihat Jimin yang meregang nyawa di ranjang pesakitan akibat keegoisannya. Ia sangat bersyukur karena ini hanya sebuah mimpi. Dan Taehyung berjanji mulai sekarang ia tak akan lagi bersikap egois agar Jimin tak pergi darinya.
"Kau belum tidur?" Jungkook melengok untuk mengecek keadaan Taehyung yang tidur menyamping membelakanginya.
"Belum," jawab Taehyung singkat dengan mata yang tak lepas dari Jimin yang tidur di sebelahnya.
Jungkook melangkah dan berhenti tepat di tengah-tengah antara brangkar Taehyung dan brangkar Jimin. Lalu ia duduk menghadap Taehyung.
"Bagaimana bisa kalian kecelakaan?" tanya Jungkook penasaran.
"Entah, aku malas mengingatnya," sahut Taehyung sambil mengubah posisi tidurnya jadi terlentang.
"Aku akan membawa Jimin ke London," kata Taehyung sambil menatap Jungkook yang melotot kaget.
"Untuk apa?! Bisnis appamu?!" heran Jungkook sekaligus kesal.
"Untuk memulai hidup baru," jawab Taehyung enteng.
"Kau pikir hidup di negeri orang itu mudah?! Pikirkan juga kesiapan Jimin! Jangan bersikap egois lagi, Kim Taehyung!" desis Jungkook tak suka.
"Aku akan membicarakan ini dengan Jimin besok," ujar Taehyung dengan mata terpejam.
"Ck! Pikirkan dari sisi lain, Kim. Mungkin itu mudah bagi dirimu, tapi bagaimana dengan Jimin? Hidup di negeri orang, lingkungan baru, teman baru, sekolah baru, bahasa baru. Bukankah itu akan menyulitkan adikmu yang notabenenya susah bergaul?!" Jungkook mengusak rambutnya frustasi. Ia tak habis pikir dengan jalan pikiran Taehyung yang terlalu mudah untuk memutuskan sesuatu.
"Aku yang akan melatihnya untuk bersikap mandiri dan mulai bergaul di lingkungan yang baru," sahut Taehyung sambil menatap langit-langit.
"Baiklah. Lakukan semuanya dengan sesukamu. Aku tak akan lagi ikut campur," ucap Jungkook dengan nada kecewa.
"Mungkin jika daddy dan mommy dengar, mereka akan sangat sedih dan kecewa dengan keputusanmu," lanjutnya.
"Maaf, tapi aku hanya ingin yang terbaik untuk Jimin," ucap Taehyung lirih.
"Terserahmu, aku pulang!" Jungkook langsung berdiri dan berjalan cepat, lalu keluar dengan membanting pintu hingga Jimin yang sedang tidur pun tersentak.
"Hyung," panggil Jimin serak.
"Kau bangun? Apa suara pintunya mengganggumu?" tanya Taehyung sambil mencoba duduk bersandar di headboard.
"Eum, siapa yang menutupnya?" tanya Jimin heran.
"Entah. Sebaiknya kau tidur lagi," suruh Taehyung tapi Jimin malah hanya diam.
"Hyung, tidur denganmu ya?" pinta Jimin memohon.
"Kenapa?" tanya Taehyung heran.
"Itu... Takut," cicit Jimin.
"Hyung belum bisa berjalan, apa perlu hyung panggilkan dokter agar kau dibantu untuk turun?" ucap Taehtung sedikit khawatir karena Jimin juga belum sembuh total.
"Andwe, aku bisa berjalan sendiri," tolak Jimin sambil turun secara perlahan.
"Hati-hati," hampir saja Taehyung turun dari brangkar ketika Jimin terhuyung.
"Bagaimana dengan infusnya?" tanya Taehyung ketika Jimin sudah tidur di brangkarnya.
"Lepas boleh?" tanya Jimin polos.
KAMU SEDANG MEMBACA
Me VS Hyung ✔
Fan-FictionPunya hyung tampan itu susah, Start : 23-01-2020 End : 29-09-2020
