29

257 26 5
                                    

5 hari kemudian

Elda berada di bandara bersama Anta mereka berdua menunggu ke datangan kedua orang tua Elda yang di jadwalkan mendarat pukul 9.00

"Da , orang tua kamu mana kok lama?"

"Mana gua tahu lo pikir gua pilot" kesal Elda yang melihat Anta seperti cacing kepanasan.

"Lo kenapa sih Anta, Gak tenang gitu satai aja napa" ujar Elda

" Gak bisa Da , gua grogi total lo semangatin gua kek"

ELDA teriak seseorang dari belakanv

Elda berbalik dan melihat kedua orang tuanya telah tiba.

"Ibu , Bapak Elda kangen " Ujar Elda yang langsung memeluk orang tuanya

"Kami juga nak kamu sehat sehat saja kan disini?" tanya ibu Elda.

"Iya bu Elda sehat , ibu sama bapak sehat sehat juga kan?"

"Kami semua sehat adik adikmu enggak bisa kemari mereka harus ujian " ucap Bapak Elda.

" Yyah padahal Elda berharap mereka juga ikut" Sedih Elda.

Anta hanya mematung tidak berani memperkenalkan diri di depan orang tua Elda.

"Bapak Ibu perkenalkan ini Anta " Ujar Elda memperkenalkan Anta.

"Kamu ini Anta yang beberapa hari lalu bapaknya telfon ?" tanya Ibu Elda

Anta hanya mengangguk malu , terlihat sekali dirinya tidak gantel man.

"Ya apun genteng sekali kamu nak Ibu senen Elda dapet calon suami ganteng bapak sama ibu bahkan tadinya wanti wanti kamu dapet calon suami yang kayak Berjok anak juragan beras di Kampung "

"Ibu , Bapak kalau begitu mari kita ketemu orang tua saya " Ujar Anta yang langsung mengambil tas besar yang di bawa bapak.

"Terimakasih nak Anta " Ujar Ayah.

Keluar dari bandara Anta tidak langsung membawa orang tua Elda untuk menemui orang tuanya ,Anta membawa Mereka ke restoran langganannya.

Orang tua Elda langsung terpesona melihat tempat tersebut "Bapak, Ibu kita makan dulu Bapak sama Ibu pasti lapar Anta sama Elda juga belum makan jadi kita makan dulu ya " Ujar Anta ramah.

"Nak Anta kita makan di warung biasa saja ini tempat apa juga Bapak enggak tahu ?"

Anta tersenyum " Disini pak biar lebih nyaman" Anta langsung membawa mereka ke sebuah ruang pribadi.

"Ta lo pesen ruang privasi . Boros banget sih kita bisa makan di warung atau di café lo aja jangan boros boros lah" Bisik elda

"Tenang Da gua gak bangkrut jugaan lo tahukan gua gak bisa makan di warung dan juga café gua jam segini mah rame jadi gak enak aja makan disana" bisik Anta

Mereka duduk di sebuah ruangan yang sangat bagus Ibu elda bahkan sampai memfoto dirinya yang sedang makan di restoran mewah.
"Ayo Elda kita foto dulu Ibu mau kasih lihat bu Idah sama nyonya Minra kalo ibu ada di kota lagi makan di restoran mewah " Senang Ibu yang mengajak Elda berfoto.

"Bu jangan buat malu di depan Anta" Bisik Ayah.

"Enggak ayah silakan kalau mau foto sekalian kita bisa berfoto bersama " saran Anta.

Ibu membenarkan dan langsung meminta ingin di fotokan . Anta memberikan Hpnya kepada pelayan dan minta di foto bersama keluarga Elda.

"Ini Ibu mau kirim ke group di kampung kalau calon mantu Ibu ini Orang Kota " Senang Ibu sedangkan Elda sudah malu melihat tingkah ibunya semoga saja nanti saat bertemu orang tua Anta ibunya tidak membuatnya malu.

...

Silfia tengah santai di balkon rumahnya ia benar benar harus bergerak cepat mendapatkan Anta dengan cara apapun . Sambil memainkan Hpnya Silfia memiliki ide di dalam otak liciknya dengan cepat ia menghubungi seseorang.

"Gi. Gua boleh minta nomornya Anta gak?"

"Buat apa? Masak lo gak punya bukanya lo mau nikah sama dia ?"

"Penting Gi loh mah !"

"Yaa ni gua kirimin"

"Thank you " Senyum Silfia mengembang di bibir jahatnya

"Anta Ditra Kusuma. Well lo gak bisa kemana 9 tahun gua nunggu buat dapetin lo but it's not easy and now I'll do anything"tawa Silfia

Pak harman yang tidak sengaja mendengar tawa Silfia sontak membuatnya takut "Tu anak lama lama gila nurun kayak mamanya " gumam pak harman

Setelah mendapatkan nomor Anta Silfia langsung menghubungi Anta tanpa pikir panjang.

"Hallo Anta lo lagi dimana?"

"...."

"Gua ada hal penting yang mau gua omongin ke elo gimana kalo nanti kita ketemu ?"

"......"

"Plis deh bentar aja ini menyangkut hidup mati kita please ya ?"

"......"

"Kok lo ngomong gitu ini juga semua gara gara lo "

"...."

"hallo" kesal Silfia yang panggilannya langsung di matikan oleh Anta.

Silfia bahkan sampai melempar guci besar yang ada disampingnya hingga pecah membuat sang ayah berlari ke arah Silfia

Pak Harman kaget melihat guci besar kesayangannya pecah tanpa sisa dan melihat anaknya menatap guci itu dengan kilatan amarah

"Silfia kamu itu jangan pecahin barang yang gak salah donk kalo kamu marah lampiaskan ke hal yang berguna bukan malah buat repot semua orang " kesal Pak Harman.

Bersambung.....

Terimakasih sudah mampir untuk membaca jangann lupa untuk follow Ig author di Yukariani_


Realistis LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang