30

339 26 4
                                    

Anta tengah menunggu Elda dan orang tuanya di luar mall , Ibu Elda memaksa Elda untuk mengantarnya Membeli beberapa barang ke mall awalnya Anta sudah mau ikut masuk tapi Ayah Elda meminta Anta menemaninya di luar
"Bapak gak ikut masuk ke dalam ?"

"Enggak . Bapak gak bisa naik lift bapak takut jadi bapak di luar aja lagian ibu Elda itu cerewet kalo udah urusan belanja "

Anta hanya tertawa mendengar ucapan ayah Elda.

"Bapak tunggu di mobil sebentar ya pak Anta mau beli Air bapak mau nitip?"

"Kalo boleh bapak mau beli Kopi pahit bapak belum ngopi dari pagi"

"ya sudah bapak tunggu dulu ya " ujar anta yang keluar dari mobil dan masuk ke sebuah café

"1 black coffe and 1 mineral water "

"Take away?"

"yes, please "

Saat sedang menunggu kopi Hp Anta berbunyi membuat Anta langsung mengambilnya dan melihat siapa yang menelfon Nya

"Nomor siapa ni ?" bingung Anta saat melihat tidak ada nama penelfon

"Hallo"

"Hallo Anta lo lagi dimana?"

Anta langsung kaget ia tahu suara siapa itu suara nenek lampir Si Silfia

"Mau apa lo gua sibuk "

"Gua ada hal penting yang mau gua omongin ke elo gimana kalo nanti kita ketemu ?"

"Gak bisa gua sibuk dan juga gua gak ada hubungan sama lo "

"Plis deh bentar aja ini menyangkut hidup mati kita please ya ?"

"Lo aja ini hidup gua nagapain pakek kita gua gak peduli cewek sinting"

"Kok lo ngomong gitu ini juga semua gara gara lo "

"Bodo gila lo " kesal anta yang langsung memutuskan panggilan.

Anta benar benar kesal dengan silfia semakin kesini semakin menjadi jadi ia yakin jika silfia pasti memiliki gangguan kejiwaan .

Selesai membeli kopi Anta langsung masuk ke dalam mobil dan memberikan kopi kepada ayah elda

"Maaf ya lama " ucap Anta

"Anta ini kopi apa enak loh " ujar Ayah Elda

Ibu langsung melihat kopi yang di pegang bapak dan mengambilnya

"Ini Kopi kok bungkusnya beda?"bingung ibu

"Itu Black coffee bu" ujar Elda memberi tahu

"Apa itu dari namanya udah ngeri banget ibu jadi takut"

"Itu kopi hitam bu bahas inggrisnya black coffee itu belinya di café harganya paling murah 35 ribu " jawab Elda

Ayah sontak menyemburkan kopi yang baru di minumnya betapa kagetnya ia mengetahui bahwa kopi hitam yang ia minum ini harganya mahal

"Mahal banget bapak biasa beli 3 ribu"

"Beda pak beda tempat beda harga "

Anta yang mendengar percakapan mereka hanya bisa tertawa mendengarkannya

Sampai di rumah Keluarga kusuma Ayah dan ibu di buat kaget melihat betapa megah rumah itu

" Elda kamu ngajak kita kemana ini mah istana kamu jangan sembarangan masuk tak kita malah di grebeg" bisik ayah ke elda

"Ini rumah Orang tua Anta pak bu bukan istana" sahut Elda

"Bapak Ibu mari masuk orang tua saya sudah menunggu " ujar Anta mempersilakan mereka masuk

"Ini kita isi lepas sandal lagi?" Tanya ibu

"enggak usah bu di pakai saja anggap saja rumah sendiri

"Wih wih mana bisa di anggap rumah sendiri ini mah udah kayak istana yang kayak di film film India gak pak ?"

"Iya bu rumahnya besar kalah sama rumah juragan beras sama juragan sapi di kampung "

Elda berdoa semoga orang tua anta tidak memandang rendah dirinya jika mengetahui orang tuanya sangat norak sekali

Saat masuk ke dalam rumah Mella langsung mempersilakan Elda dan ke dua orang tuanya masuk ke dalam

"Wah selama datang di rumah kami mari duduk anggap saja rumah sendiri" ujar Mella ramah

Ibu elda langsung antusias mengikuti Mella

Ama yang sudah menunggu di ruang tamu langsung mempersilakan mereka duduk

"Aduh kami senang sekali bapak sama ibu mau datang perkenalkan nama saya Mella dan ini suami Saya Arma kami orang tua Anta "

Ibu Elda sontak kaget mengira jika dua orang di depannya ini adalah kakak Anta

"Ibunya Anta walah saya kira kakaknya kalian terlihat muda"

"Aduh ibu bisa aja nanti saya kasih tipsnya " tawa Mella

"Maaf ya bapak ibu kita meminta kalian datang kemari tiba tiba . kami meminta bapak dan ibu untuk kemari ingin membicarakan pernikahan anak saya dengan putri bapak yang akan di laksanakan sebulan lagi" Ujar Ama menjelaskan

"Kita tergantung Eldanya kalau Elda menyukai nak Anta kita sebagai orang tua tentunya setuju . Menurut saya juga elda sudah pantas menikah dia sudah dewasa " ujar ayah elda

"Bapak sama Ibu tenang saja semuanya sudah kita urus jadi pernikahan mereka akan di adakan disini dan di tempat Asal Elda"

"jadi mereka menikah di dua tempat sekaligus?" tanya ibu bingung

"Jadi begini pernikahan mereka akan di laksanakan di tempat asal Elda dan resepsinya disini" Jelas Mella

Ayah elda setuju dengan rencana orang tua Anta mengingat jika semua orang kampung harus tahu bahwa Anaknya sudah menikah

"Kita setuju setuju saja gimana baiknya saja " Ujar ibu senang

Mella langsung senang dan memeluk Elda

"Akhirnya mama ada temennya " Senang Mella

"Nanti mama telfon jessy minta dia buruan pulang "

Anta yang duduk di samping Elda sudah memasang senyum bahagia tingkat dewa

"Akhirnya Elda My Love , jadi milik gua "

Bersambung.......

Yeayy udah sampai part 30 . Sebentar lagi tamatt.... Author mau bagi info jadi buat kalian kalau Realistis love author pindahkan ke Mangatoon/noveltoon  jadi kalau kalian punya salah satu aplikasinya bisa baca cerita author disana dengan judul yang sama. Di sana author buat ke versi yang lebih lengkap dan udah author revisi sebelumnya. Alasan author naruh disana karena iklannya lebih sedikit dan author juga sering baca mangatoon jadi sekalian aja,😅😅😅😅.

See youu a few part again 😗😗😗😗😗

Realistis LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang