"Ya! Sekarang aku mengerti ...," Vhelix menyimpan sendoknya dan melanjutkan "Apa maksudmu Icy merasakan sakit dari usianya 10 tahun? Berarti dia menahannya selama 5 tahun?"
Vhelix merasakan hatinya seperti ada tangan yang meremas. Bagaimanapun Icy adalah anak yang ia sayangi dari kecil.
Berbeda dengan Vhelix, Roana tertegun dan bulir-bulir air mata membasahi pipinya. Dia terdiam dan tak berapa lama sudah menangis sesegukan. Air matanya merembes melalui celah jari-jarinya.
Flarie merasa bersalah dan sedih, tapi bagaimanapun orang tuanya harus tau.
"Ibu," Flarie menghampirinya dan memeluk Roana. "Jangan menangis, Icy pasti tidak mau ibu menangis,"
Roana berhenti tapi hatinya masih merasa sesak dan memeluk Flarie erat. "Flarie jangan tinggalkan ibu,"
Flarie mengangguk mengiyakan "Flarie tidak akan meninggalkan ibu,"
Roana tersenyum dan tak berapa lama mereka teralihkan oleh pelayan.
"Maaf mengganggu yang mulia, nona Icy ingin mengunjungi anda, tetapi menurut peraturan dia tidak bisa masuk dan dia menunggu diperbatasan,"
"Benarkah? Vhelix, Flarie ayo pergi," Roana mengepakkan sayapnya diikuti Flarie dan Vhelix.
Di ujung perbatasan Icy membawa sebuah ranjang kecil berbentuk bulat. Tampilan Icy sekarang benar-benar memukau. Jubah biru kerlap-kerlip seperti es dan lembut seperti sutra. Matanya menyala seperti api. Rambut biru tua yang indah tergerai dan terdapat warna merah diujungnya.
Roana berhenti diperbatasan es, dia mengernyit menatap Icy. "Icy, kenapa masih memakai baju bangsa es?" tanya Roana. Icy benar-benar sudah berubah. Bahkan rambutnya mempunyai dua warna. Roana benar-benar tidak bisa memahami.
Icy tersenyum "Aku tidak tahu, aku tidak merasa kesakitan memakai baju ini. Mungkin karena aku sudah berada di tanah api." Icy menghela napas sejenak. "Ibu, Icy merindukan kalian," Icy tersenyum ke arah mereka.
Tatapannya bertemu dengan Flarie yang menatapnya daritadi. Ah ya! Icy mengabaikannya tadi "Hai! Flarie!"
Flarie tertegun kaku dan tersenyum malu "Hai Icy!"
"Ayah, bisa buka portalnya untukku sebentar?" pinta Icy kepada Vhelix.
Ya, memang. Icy adalah bangsa api, jadi dia tidak bisa memasuki tanah es tanpa perantara. Sedangkan kejadian saat dia memasuki tanah api, dia bisa masuk sesukanya karena dia bangsa api. Jadi, tidak ada yang tahu siapa yang membawa Icy kebangsa es dan menukarnya dengan Flarie.
"Baik!" Vhelix membuka portalnya, sekarang tidak ada lagi yang menghalangi mereka.
"Ibu, bisa menekan kekuatan ibu sebentar? Icy ingin memeluk ibu,"
Roana tersenyum dan menekan kekuatannya, begitupun dengan Icy.
Icy memeluk Roana erat seakan akan hilang jika dilepaskan. Icy merindukan ibunya.
"Oh ya ada sesuatu untuk Flarie!" ujar Icy melepaskan pelukannya dan mengambil ranjang di pinggirnya yang sempat ia simpan tadi.
"Apa?!" tanya Flarie berbinar, dia tidak bisa menerka-nerka apa yang Icy bawa.
Sebelum Icy berbicara seorang pengawal terbang dari kejauhan dan mendarat hormat di depan Vhelix.
"Yang Mulia raja, ada sesuatu yang terjadi. Inti es menghitam sebagian," ujarnya. Ya inti es adalah pusat kehidupan bangsa es. Tanpa itu mereka tidak bisa tinggal dengan tanah es. Begitupun dengan api mereka mempunyai inti apinya sendiri.
"Apa?!" Vhelix memekik kaget "Baik! Aku akan ke sana sebentar lagi,"
Pengawal itu mengangguk dan terbang menuju kerajaan Ice Kingdom.
"Vhelix, mari kita lihat!" Roana menghampiri Vhelix dan menatap Flarie sejenak. "Flarie,"
"Flarie akan menyusul," Roana mengangguk dan melihat Icy.
"Icy, maaf ibu akan meninggalkanmu," Icy tersenyum mengangguk.
"Tidak apa-apa bu, kembalilah bangsa es dalam bahaya,"
"Baik," dua cahaya biru melesat menjauhi Icy dan Flarie.
Icy membuka ranjangnya dan menunjukannya kepada Flarie "Ayam bakar kecap!" seru Icy.
Flarie membulatkan matanya bodoh. Dia merindukan makanan itu!
"Berikan padaku!" Flarie memekik seperti anak kecil. Icy terkekeh dan memberikannya pada Flarie.
Flarie duduk dan memakannya di tanah es, sedangkan Icy duduk di pinggirnya di tanah api.
Icy memperhatikan Flarie yang sedang lahap. "Sudah mencoba sup kesukaanku?" tanya Icy tiba-tiba.
Flarie mengangguk semangat "Swdah, tapi kwu pwikwir itw bukwan kesukwaanmuw," ujar Flarie dengan mulut penuh.
Icy tertawa melihatnya "Flarie, ayah Vhelix bilang jangan berbicara ketika makan!"
Flarie menunduk malu dan mengunyahnya sampai habis. "Ya, maaf. Aku terlalu merindukan makanan ini,"
Flarie menggigit lagi dan mengunyah.
"Itu ibu yang masak,"
Uhuk! uhuk!
Flarie berbinar menatap Icy "Hey! Benarkah?"
"Benar," Icy mengangguk.
"Hey menurutmu apa yang terjadi dengan inti es?" tanya Flarie kepada Icy.
"Kenapa bertanya padaku?"
"Kau berada di tanah es selama 15 tahun. Aku saja baru beberapa bulan."
"Inti es sama seperti inti api. Itu pusat kehidupan mereka, tanpa inti itu mereka akan merasa sedikit kesusahan. Bagaimanapun mereka mendapatkan sumber kekuatannya dari inti itu," ujar Icy, Flarie mengangguk "Hei Flarie, kau tidak ingin membantu atau sekadar melihat?
Flarie menatap Icy sedih "Aku ingin membantu, tapi apa yang bisa kulakukan?"
Icy mengangguk mengerti, ya mereka masih muda. Dan kekuatannya tidak akan membantu sama sekali.
"Kau benar," Icy menunduk perlahan "Menurutmu, apa tujuan bangsa kegelapan untuk menukar kita berdua?"
Flarie menyimpan ayam bakarnya dan mulai serius. Icy terkejut melihat Flarie yang serius seperti itu.
"Mari kita membantu dengan mencari tahu," ajak Flarie. Icy mengerutkan alisnya tidak mengerti.
"Apa maksudmu?"
"Maksudku--"
"Farie tutup portalnya inti es sedang dalam masalah. Kau tidak maukan esnya meleleh gara gara tanah apiku." ujar Icy menyela ketika melihat es mulai sedikit mencair.
Flarie melotot dan mengangguk saat melihat esnya yang berada diperbatasan perlahan mencair.
"Baik! Aku lupa!" saat Flarie hendak berdiri menutup portalnya sebuah ledakan terjadi.
DUAR!
DUARR!
DUARR ...
"Flarie bangsa es!!"
"Icy api!"
Mereka berdua berteriak bersama. Masing-masing dari mereka refleks menoleh ke belakang dan melihat kerjaan mereka masing-masing hancur oleh cahaya hitam.
"Flarie! Apa yang terjadi!" teriak Icy dan berlari ke kerajaannya.
"Icy! Jangan ke sana berbahaya!"
DUAR!
Sebuah cahaya hitam menghantam tubuh Icy dan Icy tergeletak di tanah.
_______________
LET'S PLAY THE GAME.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Switch
FantasíaJadwal update [Senin/Selasa] √ sudah pasti [Hari lain] sesuai mood sih♡ ••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••• Ice Kingdom & Fire Castle Kekuatan yang selalu berselisih membuat kesepakatan dengan damai jika setiap bangsa tidak melewati perbata...
