Cairan hitam yang keluar dari jari Flarie perlahan menghilang dan diganti menjadi warna merah darah yang masih segar. Flarie melirik wanita kumuh itu yang mencabut jarum peraknya. Flarie menggaruk tengkuknya malu karena dia sempat mengira wanita ini pembunuh.
Wanita itu berdiri dan melirik Flarie "Temanmu akan bangun sebenatar lagi, amu akan membuatkan sup hangat untukmu dan untuk Icy!" ujarnya tersenyum ramah.
Flarie melongo di tempat. Hai! Kemana aura psikopat wanita itu! Emosinya sangat aneh.
Flarie mengangguk "Aku akan membantumu," ujar Flarie. Wanita itu mengangguk dan mereka berdua bejalan menuju dapur. Ya, dapur sederhana. "Hei siapa namamu?" tanya Flarie lagi.
"Aku Ricca, penyihir lokal. Aku tak sengaja menemukan kalian tergeletak," ujar Ricca santai sambil memotong sesuatu yang tidak Flarie ketahui.
"Baiklah apa yang akan ku kerjakan?"
"Nyalakan saja apinya. Kekuatanmu sudah pulihkan?" tanya Ricca, Flarie mengangguk, tapi sedetik kemudian Flarie tersadar.
"Hei! Kekuatanku es bukan api!" protes Flarie kesal. Ricca menatap Flarie tak percaya.
"Oh ya?" tanya Ricca menatap Flarie aneh "Jangan salahkan aku, namamu Flarie"
"Menyebalkan!" desis Flarie.
Ricca melotot marah "Apa yang kau katakan!"
Flarie yang tersadar dengan perkataannya menutup mulutnya dan berlari meninggalkan Ricca. Dia lupa tempramen aneh wanita ini.
Flarie memasuki kamar Icy dan Icy sedang bingung melihat langit-langit. "Icy, kau sudah bangun?" Flarie menghampiri Icy dan duduk.
Icy terduduk dan menatap Flarie aneh. Flarie menatap Icy dengan aneh juga.
"Kenapa rambut Icy berubah?" tanya Flarie melihat rambut Icy berubah menjadi hitam dan terdapat warna merah diujungnya. Icy mengernyit dan menatap rambutnya, Icy tidak tahu maksudnya.
"Jangan berbohong Flarie," ujar Icy tidak percaya. Flarie mengangguk dan memegang bahu Icy untuk membalikannya.
"Coba Icy berbalik," Icy berbalik dan Flarie memang melihat secara jelas rambut Icy berwarna hitam!
"FLARIE!!" Ricca masuk ke ruangan dengan marah. Flarie melompat kaget dan segera melesat untuk bersembunyi di belakang Icy.
Ricca tertegun melihat Icy dan bertanya "Kau sudah sembuh?" tanya Ricca normal seperti biasa.
Icy tercengang, hei! Bukankah baru saja dia marah?
"Icy, wanita itu mempunyai tempramen gila!" ujar Flarie berbisik dari belakang Icy pelan sehingga tidak terdengar oleh Ricca.
"Tunggu sebentar, aku akan memasakkan sup untuk kalian," Ricca segera pergi melanjutkan aktivitasnya.
Icy berbalik menatap Flarie "Hei siapa dia?" tanya Icy.
"Dia wanita gila yang tak sengaja menyelamatkan kita, Icy jangan terlalu dekat! Dia berbahaya." peringat Flarie pada Icy.
Icy berpikir sejenak "Emosinya sangat aneh," Flarie mengangguk setuju "Siapa namanya?"
"Ricca, dia penyihir lokal," Icy mengangguk mengerti.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
=-O
Jangan lupa vote;-)
Atau kukirim Ricca ke rumahmuu
(≧∇≦)
Ricca : Si bodoh ini harus kubunuh, berani mengirimku!
Launchof : Hey hey Ricca lihat itu indah bukan?
Ricca : Wah iya! Tunggu, kita akan ke sana! Aku akan membawa camilan *lari dengan semangat.
-_-|| selamat ...
KAMU SEDANG MEMBACA
A Switch
FantasíaJadwal update [Senin/Selasa] √ sudah pasti [Hari lain] sesuai mood sih♡ ••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••• Ice Kingdom & Fire Castle Kekuatan yang selalu berselisih membuat kesepakatan dengan damai jika setiap bangsa tidak melewati perbata...
