15th : Let's play the game (2)

18 7 0
                                        

"ICYY!" teriak Flarie.

Flarie bersyukur sekali dia belum menutup portalnya dan berlari ke arah Icy. Meskipun dia merasa kesakitan karena masuk ke tanah api. Tapi bagaimanapun dia harus menyelamatkan Icy.

Flarie terbang dengan sesekali menghindari cahaya hitam untuk menggapai Icy.

BOOM!

Cahaya hitam itu kembali menembus tubuh Icy. Flarie tidak bisa membantu tapi dia tetap mencoba mendekati Icy yang jauh dari perbatasan.

Icy tergeletak dengan darah segar keluar dari mulutnya. Dia mendengar teriakkan Flarie tapi dia terlalu lemah. Kedua orang tuanya sudah meninggal, entah itu orang tua asuh ataupun kandung. Icy sudah merasa putus asa. Apa gunanya lagi bertahan? Perlahan matanya tertutup lembut dan napasnya melemah.

"Icy!" pelukan hangat terasa di bahunya. Icy masih bisa mendengar samar "Icy, kau satu-satunya yang aku punya! Aku akan menyelamatkanmu,"

"Mari mulai permainannya, pangeran kesiangan," sebuah suara suram terdengar di belakang.

Flarie memeluk Icy erat dan menatap lelaki suram itu tajam. Meskipun Flarie merasa kesakitan dia harus menahannya.

"Mari susul kedua orang tuamu ke neraka hahahaha," tawa lelaki suram itu membuat Flarie bergidik ketakutan, tapi dia tentu saja tidak ingin terlihat bahwa dia takut. "Oh tidak, mari kita lihat dulu aku mengambil jantung putri kesayanganmu di depanmu!"

Flarie melotot saat melihat tatapan orang suram itu beralih ke arah Icy "Apa yang akan kau lakukan! Aku tidak akan membiarkanmu!"

"Hey bocah! Bahkan orang tuamu tidak bisa melawanku dan mati di tanganku! Oh ya atau harus ku sebut orang tua kandung dan asuhmu?" tanyanya dengan senyuman indah. Namun sesuai dengan kondisinya senyuman ini sangat menyeramkan!

"Apa yang kau lakukan pada mereka?!"

"Karena kau akan mati di tanganku! Aku akan memberitahumu agar kau mati dengan tenang!" lelaki suram itu menyeringai dan mengeluarkan cahaya hitam, di dalam cahaya itu terdapat adegan orang tua kandung dan asuhnya sudah bermandikan darah. Flarie bergetar dan tanpa sadar air matanya berkumpul di matanya. Sebelum jatuh, dia menghapusnya. Mencoba memaksakan diri untuk tidak menangis. Dan menatap orang suram itu penuh kebencian yang dalam.

"Biadab! Apa maumu?!"

"Hey, terimakasih atas pujianmu," ujarnya menyeringai. Dia menggerakkan tangan ya "Mauku ya? Aku hanya ingin mengambil hati gadis kecil ini," jawabnya ramah.

"Aku tidak akan membiarkanmu!" teriak Flarie menyedihkan dengan memeluk Icy yang sekarat di pelukannya.

"BERHENTILAH MENGULUR WAKTU!!" ujarnya tersenyum dan melanjutkan dengan lembut "Tidak akan ada yang bisa menyelamatkanmu,"

Orang itu mengangkat tangannya, sebuah cahaya hitam menari-nari di sekelilingnya. Ia memutarnya perlahan dan.

BOOM!

Cahaya itu menghantam Flarie dan Icy keras sampai mereka terlempar seperti busur sejauh tiga meter.

Darah!

Flarie mendapatkan luka berat di sekujur tubuhnya. Tapi ia tetap memeluk Icy seakan-akan dia tidak merasa sakit sama sekali. Darah segar lagi-lagi keluar dari mulutnya, baju birunya dan baju Icy sekarang sudah didominasi warna merah.

"Hey, belum mati ya?" tanya orang suram itu mengernyit "Begitu sedih kekuatanku tidak bisa membunuh sekaligus" ujarnya menyeringai.

Hei! Dia sudah membuat orang sekarat! Bagaimana dia masih merasa sedih.

Orang suram itu kembali mengangkat tangannya dan melemparkan kembali ke arah Flarie dan Icy.

Namun, sebelum mencapai mereka. Cahaya warna biru tua kehitaman keluar dari tubuh Icy.

BOOM!

Kekuatan itu meledak membuat orang yang berpakaian hitam mundur tiga langkah.

"Sialan!"

________________

FIX

GABISA BIKIN SCENE YANG BERTARUNG GITU.

HWHW.

LOVE♡

-Launchof

A SwitchTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang