Ada pepatah yang mengatakan Jangan terlalu membenci, nanti jatuh cinta setengah mati. Jodoh kan siapa yang tahu.
------
"Ma berangkat ya assalamualaikum" Ujar gita sedikit berteriak. Sebenarnya hari ini ia diantar oleh mamanya, hanya saja ia harus buru-buru meletakkan buku dana usaha ke ruang sekretaris osis, karna hari ini akan dilakukan rapat mengenai rekap keuangan osis selama masa periode nya.
Gita setengah berlari dengan rambutnya yang terurai. Ia tidak sempat mengikatnya karna pasti akan membutuhkan waktu yang lama. Baru saja ia membuka gerbang, pandangannya dikejutkan dengan kemunculan gavin didepannya. Gavin duduk dengan santai diatas motor merahnya, dengan helm digenggamannya.
"Elo ngapain?" Tanyanya, sambil celingak-celinguk takut-takut mamanya atau abangnya akan keluar melihat gavin.
"Yuk naik"
Gita mengernyitkan dahinya bingung, ia ternganga dengan tawaran gavin.
"Jadi dia kesini mau jemput gue?" Gumamnya.
"Buruan nggak usah mikir, ntar telat" Ujarnya sembari memberikan helm.
Setelah menimbang-nimbang, ia memutuskan untuk ikut dengan gavin. Menurutnya tidak ada salahnya, toh dia cuman nebeng sampai depan gerbang. Terlebih, ia sedang buru-buru ke sekolah sebelum rapat osis dimulai. Daripada naik angkot atau menunggu bis pasti akan membutuhkan waktu yang cukup lama.
Gita mengambil helm dari tangan gavin, lalu menaikinya.
"Lo ngapain sih buru-buru amat" Tanya gavin yang kini sedang berada diatas motor.
"Hah? Apaan?". Gita mencondongkan wajahnya sedikit, karna merasa tidak mendengarnya. Aroma parfumnya, perpaduan antara jeruk mandarin, lavender dan lemon, tercium hingga begitu memekat, membuat pesonanya terlihat lebih maskulin, cool dan fresh.
Gavin membuka kaca helmnya sedikit. "Lo ngapain buru-buru"
"Gue mau nganterin buku dana usaha ke sekret osis. Soalnya mau rapat" Ujarnya sedikit berteriak. Ia tahu, suasana diperjalanan seperti ini sangat sulit untuk berbincang, dikarenakan terbawa oleh angin yang berhembus kencang.
Gavin mengangguk-anggukkan kepalanya.
Keduanya kini sampai didepan SMA PERMATA BIRU. Beberapa murid lain yang baru saja datang, melihat keduanya yang datang secara bersamaan. Dan tentunya ini nantinya akan menjadi gosip yang hangat untuk diperbincangkan. Ada murid yang menatap keduanya kagum, bahkan ada pula yang menatapnya dengan tatapan iri dan tidak suka.
"Eh eh turun sini aja deh jangan masuk parkiran"
"Masuk ajalah. Lo kira gue tukang ojek nurunin lo depan gerbang"
Gita berdecak kesal, lalu turun dari motor dengan menatap sekitar. Ia menundukkan wajahnya karna tersadar, banyak pasang mata yang melihatnya.
"Yuk" Ujar gavin yang sudah memarkirkan motornya dengan sempurna.
"Eh eh enggak deh. Gue duluan ya. Dah. Makasih". Gita berlari menelusuri koridor yang mulai ramai. Ia fikir pagi ini masih sepi, padahal ia sudah berangkat pagi-pagi.
Gita langsung menuju ke ruang sekretaris osis. Pagi ini ia tidak mengikuti jam pelajaran dikelas karna harus izin mengurusi acara osis, yaitu pergantian pengurus. Karna pengurus yang saat ini sudah beranjak kelas 3, sehingga harus fokus dengan ujian sekolah yang akan dilaksanakan tidak lama lagi. Begitupun dengan gita yang memegang peranan penting dalam kepengurusan osis.
KAMU SEDANG MEMBACA
BLOW ME
Novela Juvenil🌻Ada yang bilang cinta itu indah. Tapi bagiku cinta itu pahit, berkali-kali aku merasakan yang namanya sakit hati. Selalu bangkit, lalu jatuh kembali dilubang yang sama. Entah aku yang salah memilih orangnya atau memang ada yang salah dengan diriku...
