14. Fourteen

23.6K 1.1K 92
                                        

Tiga bulan, terhitung sudah tiga bulan berlalu sejak pernikahan Kesha dan Kenzo, selama tiga bulan itu juga Alex dan Nadia memulai lembaran baru. Hati Nadia yang awalnya tetutup sepenuhnya untuk Alex sang mantan kini perlahan berangsur terbuka. Alex berhasil, ia berhasil mengetuk hati Nadia dan memenangannya kembali. Alex tidak banyak berubah, malah semakin bertambah romantis saja. Dia tahu cara memperlakukan Nadia dengan baik.

Nadia sedikit bahagia. Sedikit.

Setidaknya dia bisa melupakan Bara, ya, Bara. Setidaknya untuk untuk saat ini.

Nadia dilema saat dia ingin melupakan daddy-nya itu, jujur saja, walaupun perlakuan Bara kepada Nadia sangat jauh dari kata ‘layak’ tetap saja butuh waktu untuk melupakannya, ini adalah urusan hati dan perasaan, mudah di ucapkan namun sangat sulit untuk dilakukan.

“Sayang, kau melamun?” Alex mengibaskan tangannya di depan wajah Nadia yang menatap kosong kedepan.

Tetap saja, tidak seindah saat panggilan itu diucapkan oleh Bara, batin Nadia membandingkan.

Nadia menggelengkan kepalanya cepat, hah ada apa dengannya? Bara itu sudah menjadi suami orang. Dan sekarang dia juga telah bersama Alex.

“Hey-hey, kau kenapa? Ayo masuk, Ash sudah menunggu didalam.” Alex memegamng kedua bahu kecil Nadia dan membawanya masuk kedalam kamar Ash, terlihat dari single bed tempat Ash berbaring dia melemparkan senyumnya kearah sang Anak yang berbaring lemah disana dengan jarum infus yang menancap di lengan kanannya.

“Ayah, mom?”sapa Ash saat keduanya sudah berdiri disisi kasurnya.  Nadia tersenyum hambar mendapati dirinya dipanggil dengan sebutan mom, terkutuklah Alex dengan segala kegilaannya. Setelah pernah di panggil dengan embel-embel ‘tante’ kini naik level menjadi ‘mom’. “Mom, ada apa dengan ekpresi itu? Sepertinya mom tidak senang melihat Ash. Baiklah Ash tak apa,” lanjut Ash sambil memutar badannya menyamping memunggungi pria dewasa dan gadis tanggung itu.

“Lihat, itu semua karena ide gila mu yang mengatakan akan menjadikan aku ibunya, aku lebih pantas menjadi kakanya, kau tahu?” Nadia menatap sinis kearah Alex yang hanya tersenyum. Dia suka melihat ekpresi Nadia yang kesal, matanya melotot lucu dan hidung kecilnya itu mengkerut. Sangat menggemaskan.

“Terima saja, tidak begitu buruk, kan?” balas Alex santai. Nadia merotasikan bola matanya, selain bisa membuat Nadia memerah karena malu, dia juga Ahli membuat Nadia memerah saking kesalnya. “Sudah, bicara dengan Ash sebentar, aku mau keluar sebentar.”

Nadia mengangguk, memeluk Alex sebentar kemudian memberikannya bonus kecupan manis dipipi. Mereka memang seperti itu, semenit yang lalu cekcok semenit kemudian bermesraan. Mana tidak tahu tempat lagi.

“Persis yang Ash tonton beberapa hari yang lalu,” celetuk Ash yang ternyata sudah menatap mereka dengan mata yang berbina-binar dengan sudut bibir yang tertarik keatas.

Alex tertawa mendengar anaknya yang hampir mimisan di tempat, Nadia sendiri malah langsung mendorong Alex kuat dan menendang ‘calon kekasihnya’ keluar.

“Sayang, kau belum mencium bibirku,” kata Alex yang dibalas mata Nadia yang melotot tajam. Alex tidak tahu tempat sekali.

BLAM

Nadia menutup pintu kuat setelah berhasil ‘mengusir’ Alex dari kamar anaknya. Tidak sopan? Ayolah siapa yang peduli?

“Asataga Ash, berapa kali aku mengingatkan. Jangan suka menonton seperti itu, tdak baik, kau belum cukup umur,” semprot Nadia langsung saat sudah berada didepan Ash. “Apa saja yang kau lihat tadi?” akhirnya pertayaan ini keluar, Nadia malu saat keciduk oleh anak kecil itu.

Mafia's Wife [ Completed ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang