Bara menginjak pedal gasnya dalam, membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah jalan raya yang sepi lantaran ini sudah larut. Bara tidak dapat memikirkan hal lain selain Nadia, dia berharap dia tidak akan menjadi pahlawan kesiangan seperti sinetron kebanyakan. Rentetan-rentetan kalimat yang di ucapkan oleh Jhon berputar kembali memenuhi isi kepalanya.
Bola matanya bergulir melihat kearah ponselnya dimana alamat yang telah dikirimkan oleh Arion tertera disana, lokasinya cukup jauh dari kediaman tempat Bara tinggal, sehingga memakan sedikit banyak waktu.
Bara semakin melajukan mobil miliknya.
___
Mobil hitam mengkilap Bara berhenti di tepi jalan, disana ada Arion ang sudah menunggunya dari tadi. Arion yang menyadari kehadiran Bara langsung turun dari mobilnya dan segera menghampiri Bara.
"Bos, seperti yang aku bilang sebelumnya," papar Arion sembari melontarkan pandangannya kearah perkarangan rumah mewah itu setelah Bara keluar dari mobilnya.
Bara mengangguk paham dan mengecek ponselnya. Sudah setengah 3 malam, dia tidak menyangka akan memakan satu jam setengah hanya untuk sampai ketempat ini.
"Kau pegang ini," Bara menyerahkan ponselnya kepada Arion yang menatap bingung kepadanya.
"U-untuk apa?" tanya Arion keheranan, kan tinggal letakkan dimobil saja apa susahnya. Lagi, Arion kan juga ikut bersamanya.
"Kau diam disini, jangan kemana-mana. Awasi keadaan dari luar. Jika ada sesuatu yang genting terjadi segera telepon Kenzo." Bara pun mulai melangkahkan kakinya memasuki area perkarangan rumah itu.
Sekali lagi Arion di buat bingung dan heran. Bukan, bukan Arion ingin meremehkan kemampuan Bosnya itu, tidak! Hanya saja para bodyguard disana jumlahnya cukup banyak. Itu sama seperti mengantarkan nyawa (?) tapi Arion bisa apa? Perintah Bara adalah mutlak, tidak dapat di ganggu gugat. Dengan berat hati Arion pun memasuki mobilnya, dan mulai mengawasi keadaan dari luar seperti yang dikatakan oleh Bara.
Lantunan lagu Lenka yang diputar tidak terlalu keras menemani Arion dalam mobil, matanya menatap lurus kearah Bara yang tampaknya sudah memulai acara saling pukul. Bara memang sangat ahli dan mempunyai bakat yang mumpuni pada bidang seni bela diri, jadi tidak heran jika disana terlihat beberapa lawannya yang sudah tumbang.
Arion yakin, Bara masih dalam tahap pemanasan. Lelaki itu bisa saja berubah layaknya monster, dia angat mengerikan untuk seukuran pria dewasa kebanyakan.
Alasan Arion tetap tunduk dan setia kepada Bara bukan karena keahliannya dalam bela diri, bukan juga karena dia takut dibunuh lantaran ingin keluar dari ikatan sebagai anak buahnya.
Ada sesuatu dalam diri Bara yang tidak banyak orang tau, jika hanya dilihat dar luar saja memang tidak ada yang menarik selain mempunyai wajah yang tampan. Tapi semakin kesini, kalian akan tahu, orang yang kalian kenal dengan pria brengsek dan egois ini sebenarnya bukanlah orang yang egois.
Kalian bisa menilai, dia memilih Nita sebagai alat untuk melepaskannya dari Kayla. Mengapa? Karena dia tidak ingin menyakiti perasaan Nadia, dia hanya akan menikahi Nadia saat dia benar-benar siap dan sudah mantap untuk berumah tangga, walaupun harus dikecewakan dengan berita Nadia kembali bersama sang mantan. Tapi bukan berarti Bara tega dan ingin mempermainkan Nita, tidak! Bara tau benar, Nita itu tidak serius mencintainya. Jadi apasalahnya jika mereka sama-sama saling menguntungkan?
Terus yang kedua, melepaskan dan mengiklaskan Nadia dengan pilihannya tidak membuat Bara membiarkan Nadia terlepas begitu saja. Maksudnya, dia tetap mengawasi pergerakan dan gerak-gerik Nadia dari Arion. Dia hanya akan benar-benar melepaskan orang itu saat dia sudah sampai dititik pncak kebahagiannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mafia's Wife [ Completed ]
Teen Fiction[ Jangan menjadi Silent Reader ] SELESAI + 1 BONUS CHAPTER Kesha Pratiwi adalah gadis SMA 17 tahun yang hamil dan menikah dengan Mafia muda. Bagaimana Kesha menlanjutkan hari-harinya paska pernikahan mereka? terlebih Kenzo tidak mencintainya dan sel...
![Mafia's Wife [ Completed ]](https://img.wattpad.com/cover/220794890-64-k788763.jpg)