"Apa? Babby ingin jalan-jalan? Ayo!" Kesha berbicara sambil mengelus perutnya yang masih datar.
Perubahan demi perubahan mulai muncul. Kesha yang hobinya hanya berkurung di kamar seharian dengan gadget di genggamannya kini sekarang ingin berjalan-jalan dan merasakan asiknya (?) dunia luar.
Kalau di tanya apa yang menyebabkan perubahannya pastilah Kesha menyebut bayi yang ada di dalam perutnya. Dia juga tidak tahu dan tidak mengerti dengan perubahannya, tapi Kesha berusaha menikmati perubahannya.
Kesha bangkit dari duduknya, dia memanggil pelayan kemudian membayar 3 porsi Mi ayam dan 2 gelas Jus jeruk yang di pesannya. Kesha ingin tertawa jika mengingat dia lah yang memakan 3 mangkuk mi ayam itu. "Babby pasti sangat lapar. Yaaa bisa jadi hehe." Kesha cengengesan kemudian membawah raganya pergi dari sana.
Tiba-tiba Kesha kepikiran dengan Nadia, kemana orang itu akan pergi sebenarnya. Ah karena mengingat Nadia dia segera meraih ponselnya dan mengetikkan sesuatu di sana.
Kesha :
Aku berjalan-jalan sebentar, Nad. Keponakanmu ini ingin menonton sebuah kartun, mungkin. Nanti aku akan mengabarimu jika sudah selesai.
Kesha :
Ini tidak akan lama, hanya sejam lebih saja.
Usai mengirimi pesan kepada Nadia Kesha langsung pergi ke bioskop terdekat. Dia tidak boleh lebih lama dari apa yang sudah di katakan pada Nadia, kalau tidak sahabatnya itu bisa saja mengamuk.
Asal kalian tahu, Nadia akan sangat mengerikan jika sudah marah. Kesha bergidik ngeri mengingat terakhir kali Nadia marah.
Sekitar 20 menit Kesha tiba di bioskop, tadi dia memesan taksi.
Dia langsung pergi untuk membeli tiket dan popcorn. Kesha ingin menonton Toy Story 2 season 1-nya sudah di tontonnya dan dia sangat senang dengan si boneka cowboy tengil itu. Kebetulan hari ini tayang, Kesha sudah mengeceknya di internet tadi.
Saat suara perempuan terdengar memanggil, para penonton yang sedari tadi sudah menunggu langsung berbondong-bondong masuk mencari tempat ternyaman mereka.
Rata-rata yang menonton pasti berpasangan. Tunggu dulu, bukan pasangan kekasih tentu saja. Itu pasangan antara orang tua dan anaknya.
Anak-anak yang berusia 5-10 tahun adalah sebagian besar yang memnuhi ruang bioskop untuk tayangan yang di pilih oleh Kesha, baik anak laki-laki maupun perempuan. Mereka pergi dengan Ayahnya, tapi ada juga yang beberapa dengan ibunya. Bahkan Kesha melihat di depannya anak perempuan itu bersama dengan Ibu dan Ayahnya. Oke, cuma dia sendiri remaja di sini. Selebihnya adalah Anak-anak dan orang paru baya.
Bohong kalau Kesha tidak merasa malu, buktinya mukanya sekarang sudah memerah sampai ke telinga.
Sebenarnya dia bisa saja menonton di rumahnya saja, tapi sang bayi sepertinya ingin suasana yang rame.
Mau tidak mau, Kesha pun menonton dengan diam hingga akhir. Dia melirik jam pada ponselnya kemudian pulang dengan aman sebelum sesuatu menimpanya.
***
N
adia terus duduk di kursi panjang berwarna putih yang berada di taman. Air matanya kini sudah habis sepertinya, dari tadi selepas memergoki Nita dengan Bara yang bercumbu dia langsung pergi ke tempat ini dan menangis.
Orang-orang saja menatapnya heran. Nadia duduk di kursi itu saat matahari pas berada di atas kepalanya hingga sekarang langit sudah menampilkan semburat orange di ufuk barat.
Nadia menatap menerawang pada Matahari yang mulai tenggelam. Ingatanya kembali membawa Nadia kemasa dia pergi berdua ke taman ini dengan Bara.
"Dad, langitnya cantik yaa...." Nadia tersenyum bahagia sambil terus menatap ke matahari yang hanya menampakan setengah saja bentuknya, menyisakan semburat orange di langit Barat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mafia's Wife [ Completed ]
Roman pour Adolescents[ Jangan menjadi Silent Reader ] SELESAI + 1 BONUS CHAPTER Kesha Pratiwi adalah gadis SMA 17 tahun yang hamil dan menikah dengan Mafia muda. Bagaimana Kesha menlanjutkan hari-harinya paska pernikahan mereka? terlebih Kenzo tidak mencintainya dan sel...
![Mafia's Wife [ Completed ]](https://img.wattpad.com/cover/220794890-64-k788763.jpg)