Bahh! Makin ke sini makin sepi wkwk
-
Kesha memperhatikan sekelilingnya, apa dia masih hidup? Atau dia sudah tenang di surga?
"Aku dimana? Apa aku udah di surga?" gumamnya bingung. Kalau dia sedang di surga mengapa dia seperti sedang berada didalam kamar. Apa di surga ada di sediakan kamar untuk orang tersakiti sepertinya? Kesha merasa special kalau begitu.
Kesha bangun dari baringnya dan bersandar di kepala ranjang.
"Bah! Surga kepalamu! Kau dikamar." Nadia mengintrupsi gumaman konyol Kesha dan memutar bola matanya malas. Faktor hamil atau bagaimana Nadia juga tidak tahu, yang dia tahu sekarang Kesha sudah sedikit bergeser (?) otaknya.
"N-Nadia, kau mati juga? Dan kita sekamar?" tanya Kesha tidak percaya, mulutnya menganga dengan dahi yang mengkerut. Hebat, mereka memang sahabat dunia akhirat.
"Hah?" Nadia meng-hah bingung, apa yang dimaksud dengan sahabatnya ini? Mengapa pula bawa-bawa mati.
"Aku mati di tembak oleh Kenzo, Nad. Dia menembak tepat di sini," beritahu Kesha seraya meletakkan telunjuknya tepat di keningnya. Yah, itulah yang Kesha ingat terkahir kali, Kenzo mengarahkan pistolnya kearah keningnnya dan Dorr! Matanya pun terbuka. Hah, apa?
Suara tembakan dan matanya pun terbuka? Apa dia bermimpi?
"Aku tidak yakin kau masih waras, Kesh. Kenzo mungkin akan menyesal telah mengajakmu menikah," tukas Nadia memandang Kesha sedih kemudian melanjutkan lagi memoles pipinya dengan blush. Nadia ini sudah rapi sejak tadi, sudah mandi dan tinggal sedikit mengenakan make up saja.
"Astaga, itu ternyata hanya mimpi, Nad," papar Kesha lalu menelengkupkan tangannya di wajahnya dan menunduk. "Itu sepertinyata," lanjutnya sambil mengingat sederet kejadian dalam mimpinya.
"Kau terlalu memikirnyanya, Kesha. Bawa santai saja toh, kau juga sepertinya mencintainya," tutur Nadia santai, seperti tidak memiliki beban.
Kesha melirik Nadia dengan tajam, matanya di bulatkan sebisa yang dia lakukan. "Enak sekali kau bilang, Nad, kau tidak tahu bagaimana rasanya berada di posisiku," Kesha kemudian mengalihkan padangannya lurus kedepan. "aku masih ingin sekolah, masih ingin menikmati masa mudaku. Terus, Ayah tidak akan setuju dengan ini." Kesha rasanya ingin nangis saat di hadapkan dengan kenyataan ayahnya belum mengetahui kesalahannya.
"Oh begitu," ucap Nadia cuek, ya iyalah. Nadia hanya sibuk dengan riasannya saja. Ucapan Kesha? Masuk kanan keluar di kanan juga a.k.a. mental.
"Teman sialan!" maki Kesha dab melempar bantal ke wajah Kesha yang duduk manis di depan meja rias kamar.
"KESHAA!" pekik Nadia kesal saat bantal malah mengenai lipstick yang di oleskan pada bibirnya, mengakibatkan menjadi meluber kemana-mana.
Brak!
"A-ada apa?!" tanya Alex yang tiba-tiba saja muncul di pintu dengan raut wajah yang super paniknya.
Kesha memandang malas kepada Nadia pun Alex. Oh ini yang membuat Kesha di kacangi dari tadi? Fine, Kesha kuat kok kalau lagi strong.
"Pacar kau saja yang lebay!" ketus Kesha lalu turun dari kasur, kemudian membawa langkahnya menuju kamar mandi. Sedangkan Nadia sendiri melotot kearah punggung Kesha.
"Kau tidak apa, Nad?" tanya Alex lembut dan berjalan menghampiri Nadia yang melongo. Simple but he looks handsome! Jerit batin Nadia.
Nadia mengangguk sebagai jawaban, Alex tersenyum kearah Nadia dan berjongkok mensejajarkan wajahnya dengan Nadia. Lengan kokohnya memegang sisi muka Nadia, dan jempolnya membersihkan jejak lipstick yang meluber tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mafia's Wife [ Completed ]
Genç Kurgu[ Jangan menjadi Silent Reader ] SELESAI + 1 BONUS CHAPTER Kesha Pratiwi adalah gadis SMA 17 tahun yang hamil dan menikah dengan Mafia muda. Bagaimana Kesha menlanjutkan hari-harinya paska pernikahan mereka? terlebih Kenzo tidak mencintainya dan sel...
![Mafia's Wife [ Completed ]](https://img.wattpad.com/cover/220794890-64-k788763.jpg)