15. Fifteen

25.4K 1.1K 78
                                        

“Siapa kau? Apa maumu” Bara berdecak kesal kearah ponselnya yang sudah dari tadi tidak berhenti berbunyi, dia merasa tidak nyaman dan risih sehingga niatnya untuk mengabaikan panggilan itu harus disimpan jauh-jauh.

Orang dari balik telepon terkekeh, tidak sulit menghubungi Bara. Hanya perlu menghubunginya tanpa henti saja nantinya pasti akan diangkat juga. “Kudengar kau ingin mencari tau tentang hubungan Alex dengan Nadia ya?” kata orang dibalik telepon. Rahang Bara menggeras, siapa lagi orang ini? Apa yang dia inginkan, sih? Tau apa dia tentang Bara dan Nadia. “Oh tidak, tidak, kau hanya ingin tau tentang Nadia saja, bukan? Waktu dia selalu bersamamu mengapa tidak mencari tahu? Sudah lepas baru ingin ditangkap kembali, kah?” lanjutnya sembari ketawa mengejek, menertawai kebodohan Bara.

“Tau apa kau tentang hidupku?” Bara berusaha tetap tenang walaupun cengkramannya pada ponsel sudah semakin kuat, dia tidak ingin lepas control dan membanting lagi ponsel barunya dan kehilangan informasi yang sepertinya sangat penting dari orang itu, untuk kali ini dia mengalah, biarlah orang itu menertawainya sekarang. Tapi awas saja jika apa yang dikatakan nanti tidak penting. Bara akan merobek mulut besarnya itu.

“Tahu banyak, salah satunya berselingkuh dengan partnermu dan mencampakan Nadia, kan?” jawab orang itu cepat. Bara sudah ingin melacak dan membunu manusia itu, tapi sebelum dia mendengar kalimat selanjutnya yang di ucapkan orang itu, “Temui aku sore ini di rumahku, aku akan memberitahumu sesuatu. Untuk memastikan kau akan datang, ini tentang Nadia, dia dalam bahaya sekarang.”

Tutt… Tutt…

Panggilan diputuskan secara sepihak oleh orang itu. Bara berpikir keras, dia tidak senaif itu untuk percaya. Apa lagi orang yang tidak orang Bara tidak kenal sama sekali? Datang kerumahnya? Apa dia mengira Bara itu bodoh ingin masuk kandang harimau. Tapi apa maksudnya Nadia dalam bahaya?

Ku kira selama ini dia bahagia dengan Alexnya.

___

Kesha bangun dari Bangsal kecil berwarna hitam, dia turun dari sana dan duduk berhadapan dengan dokter yang telah memeriksa keadaannya tadi.

“Jadi bagaimana, dok? Saya sekarang lemas banget. Sering pusing juga,” keluh Kesha kepada dokter itu yang hanya dibalas dengan senyuman maklum dari dokter itu.

“Itu wajar, nak. Usia kandungan kamu sudah masuk minggu ke-13. Tapi kamu harus jaga pola makan agar kesehatan kamu tetap terjaga,” ujar dokter itu dan tersenyum lalu menulis sesuatu pada kertas kecil. “Nah, ini ada vitamin, jangan lupa diminum ya, itu bisa menambah nafsu makan kamu.”

Kesha hanya mengangguk, dokter itupun berdiri lalu mengambil sebuah gelas dan mengisinya di dispenser yang terdapat diruangan itu.

“Kamu belum makan, kan, tadi pagi?” tanya sang dokter lembut dan meletakkan gelas yang sudah berisi air di depan Kesha. “Kamu minum obat itu satu, setelah itu carilah makanan diluar sana sebelum pulang,” lanjutnya setelah duduk lagi dihadapan Kesha.

Kesha tidak membantah, dia senang ada yang peduli dengan masa dengan dirinya sekarang. Setelah Ayahnya yang katanya pergi untuk berkerja namun hilang kabar hingga saa ini, semenjak itulah juga Kesha merasa dikucilkan. Terlebih dia dengan Nadia jarang bersama lagi seperti dulu dikarenakan Nadia yang malas datang kerumah Kenzo, malas jika bertemu Bara katanya.

“Terimakasih banyak, dok,” tutur Kesha tulus, dia bersiap-siap ingin pergi setelah selesai meminum satu Vitamin yang diberikan oleh dokter itu. “Saya pamit dulu.” Dokter itu hanya mengangguk sembari tersenyum.

Dokter itu membenarkan papan namanya yang bertulis ‘DR. Cantika’. Dia menggelengkan kepalanya pelan saat membaca gelarnya yang tertulis disana, banyak pereristiwa dan kejadian yang dilewati sebelum dia bisa menyandang gelar tersebut. Sebuah usaha yang sangat membuahkan hasil.

Mafia's Wife [ Completed ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang