3. Three

34.1K 1.5K 17
                                        

“Kita perlu menyewa pembunuh bayaran lagi, Bara. Aku lelah mengotori tanganku hanya untuk melenyapkan tikus-tikus ini,” Kenzo melempar map cokelat yang sedari tadi di baca kedepan meja kerjanya. “Kau bisa mengurus mereka kalau kau mau, tapi jika kau tak ingin sewa lah orang untuk mengahabisi para tikus itu,” lanjut Bara kemudian berdiri dari duduknya dan menghadap ke Jendela.

Bara mengambil map itu dan membukanya, mengeluarkan poto-poto itu satu demi satu. Setiap satu poto memiliki identitas pemiliknya di belakang. Dia tidak heran, semua orang-orang yang ada di poto itu adalah parah pemilik perusahaan yang baru saja jaya-jayanya. Dan sebentar lagi mereka harus lenyap? Sungguh miris.

“Kita membutuhkan orang yang tunduk kepada kita, Kenzo. Aku lelah setiap kasus baru harus mencari orang yang baru pula.” Bara memasukan kembali poto-poto itu kedalam amplop cokelat.

“Carilah orang yang tepat, jangan seperti kemarin-kemarin. Aku lsedang tidak ingin  mengotori tanganku lagi untuk membunuh orangmu yang tidak becus. Ujung-ujungnya harus aku juga yang turun tangan.” Kenzo berucap enteng sambil terus memandang keluar jedela yang menampilkan pemandangan kota.

Bara berdecak,”Ck! Kau hanya berdiri dan memasukkan tanganmu di dalam saku celana, akulah sesungguhnya yang turun tangan,” cibir Bara tidak terima.

“Jangan banyak bicara, kerjakan saja yang ku perintahkan,” Kenzo menatap Bara remeh. “Dan kau tau, Bara, penyeludupan Narkoba yang di lakukan oleh orangmu hampir saja gagal. Aku sudah bersiap ingin melepaskan kepalanya dengan mainan yang baru aku beli tadi.”Bara melirik samurai panjang yang disenderkan di pojok ruangannya.

“Hey, kau gila! Kau yang memaksa agar Narkoba itu segera di bawah dalam skala besar seperti itu. Itu sungguh tidak mungkin, dan lihat? Dia berhasil, maunya kau memujinya. Bukan malah membelikan mainan barumu itu,” Bara mengerutu, Kenzo selalu saja menyalahkan orang lain atas permintaannya yang mustahil. Selalu seperti itu, tidak pernah berubah.

“Kau tahu kalau aku tidak pernah memuji,” Bara menarik satu sudut bibirnya, “Nanti malam ada perjudian di salah satu bar langganan kita, kau datanglah mewakiliku. Aku sedang tidak ingin.”

Belum sempat Bara menyampaikan protesnya, Kenzo kembali bersuara. “Ini perintah.” Dengan tangan yang dimasukan kedalam saku celana Kenzo meninggalkan ruanganya.
“Ck, egois sekali, huh. Selalu saja begini.” Bara mendudukkan pantatnya di kursi kerja Kenzo dan meletakkan amplop yang sedari tadi masih di pengangnya ke atas meja.

Dia merogos saku Jas bagian dalamnya dan mengeluarkan ponselnya. Membuka benda persegi panjang itu dan menggeser-geser layarnya. Dia melihat pesan, dan terlebih dahulu membaca pesan yang sudah di sematkan. Pesan dari babby-nya.

My Sweet Babby♥♥
Dad, dinnernya next time aja ya. Aku mau ngantar Kesha ke Klinik.

Setelah menbacanya bibir Bara mengembang, Nadia benar-benar moodbooster-nya. Hanya pesan singkat begitu saja dapat menghilangkan rasa kesalnya tadi yang sempat membucah. Bara merasa dia sangat berpengaruh dalam hidup Nadia. Walaupun kesannya dia seperti Ayahnya, karena setiap apa yang Nadia ingin lakukan selalu meminta izin atau menyampaikan kepadanya.

Sepertinya Bara kali ini tidak perlu berbohong untuk membatalkan pertemuan mereka. Bara mengela napas lega, sebenarnya dia malas jika harus terus menerus membohongi babby-nya itu. Dia sudah terlajur jatuh terlalu dalam kepada Nadia, dan sangat mencintai gadis itu. Dia takut jika terus berbohong seperti ini dia akan kehilangan Nadia. Bara tidak akan bisa, dia tidak sanggup. Terlalu cinta alasannya.

Padahal kalau di ingat-ingat, pertemuan mereka sangat anti mainstream, mereka bertemu saat Bara dengan iseng mendaftarkan dirinya kesebuah aplikasi yang di khususkan untuk mencari Sugar Babby. Bara ingin sekali tertawa saat mengingat dia memposting potonya di ranjang dengan uang di aplikasi itu dengan caption “Pusing cara menghabiskan uang.” Sangat banyak yang mengometar postingan itu. Tapi anehnya, Bara malah hanya tertarik dengan komentar nakal Nadia, “Kasih ke babby aja aww…”

Mafia's Wife [ Completed ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang