20. Twenty

41.2K 1.4K 146
                                        

Please Baca A/N di bawah🙏
...
..
.

6 Bulan kemudian ...

Waktu terus saja berlalu, peristiwa dan kejadian pun terlewati. Ada banyak hal yang terjadi selama 6 bulan ini. Sangat banyak.

Salah satunya adalah Bara yang memutuskan keluar dari dunia gelapnya dan bersikap lebih lembut kepada Nadia.

Nadia sangat senang, tentu saja. Hal yang dia impikan sejak lama bisa tercapai sekarang---diperlakukan romantis oleh kekasih.

Nadia sudah bisa menjalani hubungan normal dengan Bara layaknya pasangan kebanyakan, yaitu; Kencan romantis, perlakuan manis, dan di jadikan seperti ratu oleng sang pacar.

Bara kini sudah melunak, benar saja pepatah yang mengatakan 'Batu saja akan hancur jika terus-terusan terkikis oleh angin.' Itu terbukti dengan perubahan Bara. Si arogant yang mendadak rendah hati.

"Sayang, kau tidak berkerja hari ini?" Nadia mengoyang-goyangkan bahu Bara. Ini sudah pukul 06.30 pagi tapi Bara masih saja bergelud dengan kasurnya.

Bara tidak juga bangun, dia malah memperbaiki posisi tidurnya untuk mencari posisi ternyamannya. Selimut putih besarnya di tarik menutupi seluruh tubuhnya hingga ke kepala guna menghalau cahaya dari jendela yang masuk menyapanya.

"Hey, bangun...." Nadia menarik selimut yang menutupi tubuh sang kekasih tetapi tak berhasil.

"Kau tidak bekerja, huh?" tanya Nadia lagi sedikit kesal. Bara tidak pernah begini. Selama 6 bulan belakangan ini dia sangat menurut dengan Nadia. Bahkan mereka sekarang tinggal dirumah Nadia yang besar itu atas permintaan Nadia.

"Nghh...." Bara hanya membalas dengan merentangkan tangannya dan sedikit mengeliat di tempat.

"Ish, setidaknya kalau kau tidak mau berkerja, antar aku kesekolah." Nadia memandangi Bara, berharap mendapat balasan yang akan membuat dia senyum pagi ini.

Sedetik, dua detik, tiga, empat..., sepuluh.

"Sudahlah! Biar aku berangkat sendiri saja," ucap Nadia sebal.

Nadia mengambil bantal di sampingnya dan melempari tempat di wajah Bara.

Dengan perasaan kesal, Nadia pun meninggalkan kamar dan berangkat kesekolah.

Jika saja tidak mengingat hari ini adalah hari terakhir UKK, ogah sekali Nadia sekolah hari ini.

Setelah Nadia keluar dari kamar Bara bangun lalu berlari dan mengintip di pintu apa benar Nadia sudah benar-benar pergi. Dan ya ... Nadia benar-benar telah pergi.

"Bagaimana?" tanya Bara yang sekarang sudah menempelkan ponsel pintar miliknya di telinga.

"Aman. Semuanya sudah beres," beritahu orang dari balik telepon sana. Bara menarik kedua sudut bibirnya keatas.

"Baguslah."

Tuutt...

__

Di lain tempat, Kenzo sedang di buat panik, takut, dan bingung di satu waktu.

Dia tidak tahu harus berbuat apa, pikirannya kalut.

Di ranjang sana, Kesha terus saja meringis kesakitan dan berguling tidak nyaman.

"Aaarghhh ... Ken!" pekik Kesha sambil memegangi perutnya.

"S---sakit, Ken!"

Kenzo meremat puncuk rambutnya kasar. Dia harus apa? Kata dokter dia akan melahirkan seminggu lagi.

Mafia's Wife [ Completed ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang