6. Six

29.6K 1.4K 65
                                        


"Seseorang yang baru memang akan lebih membuatmu merasa nyaman. Tapi percayalah,  itu tidak akan lama."
-Sarul Bijak_2020
.


.

Dua hari setelah dimana Kesha ditelpon dan diberikan pilihan yang tidak ada untungnya sama sekali untuk dirinya. Dua hari pula Kesha dibuat uring-uringan, Kesha jadi tidak mau makan dan bolos sekolah. Untunglah Arvin sang ayah ada tugas diluar kota, kalau tidak pasti dia akan curiga kepada putri tunggalnya itu.

Kesha tidak habis pikir, bagaimana bisa disuruh memutuskan untuk melenyapkan si kecil yang tidak berdosa didalam perutnya. Bagaimanapun itu adalah darah dagingnya, darah daging mereka –Kesha dan Kenzo lebih tepatnya. Benar, yang menelpon 2 hari silam adalah Kenzo.

“Makanlah sesuatu, Kesha. Apa kau tidak lapar?” tanya Nadia yang bosan memperhatikan Kesha yang mondar-mandir seperti seterika didalam kamarnya.

Saat Kesha bolos Nadia pun ikutan bolos, padahal Kesha sudah menyuruhnya agar kesekolah, tapi emang dasarnya Nadia itu keras kepala seperti dirinya. Keduanya tetap mempertahankan keputusan masing-masing. Sahabat goals sekali, bukan?

“Apa kau tidak letih terus menyuruhku makan?” Kesha membalas pertanyaan Nadia dengan pertanyaan. Benar-benar.

“Sesungguhnya aku letih, kau benar-benar keras kepala Kesha!” jawab Nadia jujur. Kan benar, dia itu lelah dengan Kesha. Sebenarnya ada apa dengan Kesha. Kenapa 2 hari ini dia aneh sekali.

Tepat. Kesha itu bodoh, tapi pintar sekali menyembunyikan sesuatu. Kesha tidak memberitahu kalau Kenzo sempat menelponnya. Dan 2 hari ini juga Nadia tidak bertemu dengan Bara karena katanya sedang melakukan kerjaan 'penting'.

“Istirahatlah kalau kau lelah, tidak ada yang melarang,” kata Kesha lagi membalas ucapan Nadia.

Kesha ini benar-benar penyulut emosi yang sangat hebat. Nadia dibuat ingin menelannya bulat-bulat sekarang.

“Sebenarnya kau kenapa sih, Kesh? Jangan bilang ‘Babby tidak ingin aku bersekolah.’ karena aku sangat muak dengan alasan klise itu." Nadia meniru cara Kesha menjawab saat ditanya kenapa.

Kasihan bayinya, belum keluar saja sudah dimanfaatkan. Bagaimana nanti kalau sudah keluar?

“Kau kenapa membentakku, Nad.” Muka Kesha mulai berubah kecut, Kesha ini semakin sensitive saja membuat Nadia harus pintar-pintar menahan emosinya yang lumayan sabar itu. “Kau jahat sekali,” tukasnya lagi.

“Siapa yang membentak? Aku tidak. Aku tadi hanya bersemangat saja,” kilah Nadia sambil senyum terpaksa. Kesha langsung berbinar mendengar alibi Nadia.

“Benarkah itu?”

“Hem.”

“Yasudah aku ingin makan, rasanya sangat lapar sekarang.” Kesha menatap Nadia sambil memasang senyum manisnya. Iyalah, apa lagi jika bukan ingin dibuatkan sesuatu.

“Ada nasi goreng dibawah, tadi pagi aku sudah membe---“ dia menghentikan ucapannya saat Kesha menatapnya sambil terus berkedip.

“Aishhh.” Geram Nadia menahan kesal.

Nadia membulatkan matanya tidak percaya, rasanya ia ingin berteriak sekarang, dia tidak menyangka jika bersama ibu hamil akan menjadi serumit ini urusannya.

●●●

“Berhati-hatilah, dia cukup berbahaya,” bisik Bara pada Nita dan mendorong pelan bahu gadis remaja itu.

Nita adalah gadis yang hari itu menjadi saksi pembunuhan yang dilakukan oleh Bara dan orang-orangnya. Sebenarnya dia tidak sengaja lewat dan melihat orang-orang yang berpakaian serba hitam memasuki gedung tua yang sudah tak terpakai. Salahkan rasa penasarannya yang membuat dirinya menjadi saksi.

Mafia's Wife [ Completed ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang