Enjoyyy!!!🥰
Don't forget to vomment✨
~~~
Vayla merasa jenuh dengan segala hal. Dia tidak mood apa-apa. Makan,bermain,ngobrol,main hp,bahkan gibah pun dia tidak mood. Sepertinya dia harus menghirup udara segar.
"Gaiss aku pergi sebentar ya"pamit Vayla
"Loh,kemana Vay? Kamu gak mau ikut ngeliatin anak SMA Malang?"tanya Giska
"Ya mau sih,cuma sebentar kok aku perginya. Kabarin aja kalian dimana nanti. Bye"Vayla meninggalkan teman-temannya.
Vayla berjalan gontai tak nentu arah. Tujuannya saat ini adalah rumah hijau. Tempat yang paling adem.
Vayla berjalan tanpa peduli keadaan sekitar. Sampai ia mendengar
"Kenapa kamu gak ngabarin aku Fik? Kenapa kamu gak balas pesan aku?"
Vayla tersadar dan melihat kesamping tempat suara itu berada.
Fiko dipeluk cewek.
Vayla terkejut melihat pemandangan itu. Dan ia lebih terkejut melihat muka Fiko yang sepertinya shock.
"Eeh...maap ganggu"cepa-cepat Vayla berlari meninggalkan kedua orang itu. Pantas saja Vayla tak sadar ada orang disana,soalnya mereka tertutup oleh tembok WC belakang. Kalau Vayla tau dari awal tak akan mungkin dia memilih jalan tersebut.
---
"Kenapa kamu gak ngabarin aku Fik? Kenapa kamu gak balas pesan aku?"ucap seseorang yang sedang memeluk Fiko.
"Anu..."kaget bukan main. Fiko melihat Vayla yang berdiri jelas didepannya. Terlihat dari raut wajahnya Vayla terkejut apa yang dia lihat.
"Eeh...maap ganggu"
"Vayla?"ucap Fiko pelan yang disadari oleh gadis yang memeluk Fiko.
"Vayla? Aku Jess,Fik. Aku Jessica! Kamu lupa sama aku?"kata cewek tersebut yang diketahui beranama Jessica. Sekarang posisi mereka berhadap-hadapan.
"Kamu seperti dulu. Gak berubah. Tatapan yang menenagkan. Raut muka yang datar. Siapa sangka dibalik raut muka itu ada seribu ketulusan yang tak bisa diartikan"ucap Jessica puitis.
Apaan sih njirr-batin Fiko. Tetepi Fiko benar-benar tak mengerti apa yang dikatakan oleh Jessica.
"Kenapa sih Sica? Kamu ngomong apa?"nada suara Fiko terdengar malas.
"Bahkan kamu masih ingat panggilan kamu dulu sama aku. Satu-satunya yang manggil aku Sica cuma kamu"
Okeyy,another suicide!
Fiko menyesal dengan refleknya memanggil Jessica dengan Sica. Sial,sial,sial! Kenapa dia masih ingat dengan nama itu.
"Kenapa kamu disini? Bukannya kamu ketua OSIS? Yuk kedepan,ini acara kamu"Jessica menarik tangan Fiko tanpa persetujuan. Fiko hanya terdiam masih menganggap ini tak nyata.
Namun,genggaman tangannya begitu terasa. Seperti 3 tahun yang lalu sebelum Sica menghianati dirinya.
Mereka melewati kantin. Teman-teman Vaylapun melihat kejadian itu.
"Anjay,anjay,ANJAY GAIS! Siapa tu cewek yang narik fiko?"Tiara nyaris terpekik. Teman-teman Vaylapun menganga pasalnya gadis itu cantik. Dibanding Vayla gadis itu jauh lebih cantik.
"Eh,tapi itu mirip Vayla dong"sahut Leza
"Anjirr...iya bener! Tapi Vayla versi lebih mulus sama lebih bening"tanggap Riska.
"Lagian juga mana mungkin Vayla mau sentuhan sama Fiko"
Terlihat juga di depan ada Andin yang terdiam melihat Jessica.
"Hai Ndin,apa kabar?"tanya Jessica dengan ramahnya.
"Baik"jawab Andin datar. Mau seramah apapun Jessica kepada Andin,tetap saja Andin tak suka dengan prilaku Jessica yang dulu. Dimana Fiko yang benar-benar tulus mencintai Jessica dan dibalas dengan pengkhianatan. Jessica lebih memilih pria lain yang jauh lebih tampan di banding Fiko dan dengan mudahnya Jessica mencampaki Fiko.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Bad Ketosss
Roman pour Adolescents"Bad"disini bukan lah artian dari bad boy atau semacamnya. Bukanlah pria nakal keren yang selalu menjadi pujaan wanita. Bukanlah pria nakal yang membawa motor ninja melainkan Vespa. Bukanlah pria western atau kota melainkan pria desa. Bukan. Buanggg...
