"Capek nggak?"
"Capek."
"Capekan mana tiap hari disangka pacaran padahal nggak jadian?"
===========================================
Tidak ada yang salah dari perasaan ini. Kamu harus banyak belajar untuk bisa menghargai apa yang telah dimiliki, dan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Malam ini Ersya berkumpul di halaman belakang rumah Dimas yang cukup luas. Keluarga Ersya dan keluarga Dimas saling menebarkan kebahagiaan. Mereka semua sudah nampak seperti keluarga besar.
Ersya duduk di atas kursi kayu dengan menyilangkan kedua kakinya, pandangannya berpusat ke layar laptop. Ersya sedikit melirik ke arah Dimas yang tengah memanggang sosis di atas panggangan.
Ersya kembali berpusat pada layar laptop, melihat timeline instagramnya. Dimas menghampiri Ersya membawa sosis bakar yang baru matang lalu duduk di Ersya.
"Ca" Panggil Dimas,namun Ersya masih fokus ke layar laptopnya.
"Eca" Panggil Dimas lagi.
Ersya hanya bergumam matanya masih fokus pada laptopnya.
"Lo lagi nulis apaan sih sampe lo nyuekin gue" Seru Dimas.
Ersya menghela berat lalu meletakan laptopnya di atas meja. Dia sedikit membenarkan duduknya kemudian menatap Dimas datar. Sedangkan Dimas hanya nyengir dengan wajah polos.
"Masih panas, hati-hati ya beb makannya!" Kata Dimas sambil menyodorkan sepiring sosis.
"Najis lo" Cibir Ersya.
"Gue kasar dihina gue baik dihina, mau lo apa sih?" Ketus Dimas.
"Iya sayang maafin Eca ya, Eca janji nggak bakal ngulangin lagi" Ucap Ersya sambil menaikan kedua jarinya membentuk huruf V.
Dimas hanya terkekeh lalu mengusap lembut kepala Ersya. Ia menatap Ersya lekat
"Pernah nggak sih lo kepikiran kita pacaran Ca?" Ucap Dimas tiba-tiba.
"Uhukkuhukkkk!"
"Ca lo gapapa?" Tanya Dimas sambil memberikan segelas air.