24.Bola volly

39 1 0
                                    

BAGIAN DUA PULUH EMPAT


NOW PLAYING : RAIDEN X CHANYEOL - YOURS (FEAT. LEE HI)

****

Hai! Sehat semua kan?❤

Istirahatnya kelamaan ya? Hehe maaf aku baru balik lagi, karena kerjaan lagi numpuk banget nggak bisa ditinggal atau diselingi, makanya hiatus mendadak. Muehehe aku kangen kalian<3

Aku baca-baca Dm kalian, huaaaaaa aku terharu banget..makasih udah mau nunggu sekian lamanya😭

Selamat bertemu Ersya, Dimas end the geng❤


****

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

****

Suasana lapangan SMA MENTARI pagi ini sedang ramai. Karena memiliki lapangan yang amat cukup luas, setiap harinya akan ada beberapa kelas yang melaksanakan pelajaran olahraga secara bersamaan dengan guru yang berbeda. Dan pagi ini kelas Ersya termasuk dari salah satunya.

Karena hari ini guru yang mengajar kelas Ersya sedang berhalangan hadir jadilah mereka melaksanakan olahraga sendiri.

Jika di sekolah kalian kalau guru berhalangan hadir akan dipastikan free class, maka di MENTARI tidak berlaku. Jika sedang free class mereka akan melanjutkan materi atau mengulang kembali materi yang telah diberikan secara mandiri dengan kesadaran diri sendiri, jadi jangan harap kalian bisa santai-santai saat free class.  

"Nyerah gue ngajarin lo bertiga, dari tadi kaga bisa-bisa." Keluh Dino mengusap wajahnya yang penuh keringat.

"Namanya juga nggak bisa, nggak sabaran banget." Sewot Tania.

"Gue udah sabar ya dari tadi asal kalian tau." Ujar Dino ngegas.

"Protes mulu lo kayak cewek." Cibir Ersya.

"Liat tuh si Mumun." Tunjuk Angga menggunakan dagunya yang sedang bermain bola volly bersama teman-temannya.

"Jago bener tuh kembang sekolah nyervisnya, masak kalian kalah." Ujar Fabian.

Dino melotot. "Weh..weh..weh nyervis apa nih yang dimaksud, otak gue kadang-kadang suka traveling." Ujar Dino tidak biasa.

"Servis bola njing." Ucap Tania menggeplak lengan Dino.

"Nah tuh liat lagi kelakuan temen lo tuh." Tunjuk Dino mengusap lengannya. "Pinter banget cari kesempatan."

Ucapan Dino barusan sukses membuat kelima temannya langsung melihat ke arah tengah lapangan.

RUMIT [Hiatus]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang