"Capek nggak?"
"Capek."
"Capekan mana tiap hari disangka pacaran padahal nggak jadian?"
===========================================
Tidak ada yang salah dari perasaan ini. Kamu harus banyak belajar untuk bisa menghargai apa yang telah dimiliki, dan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ersya menggeliatkan tubuhnya di atas kasur, tubuhnya bergerak perlahan, Ersya menutup tubuhnya dengan selimut tebal. Ia masih enggan untuk bangkit dari tempat tidur.
"Eca ada temen kamu di bawah" Teriak Dea.
Tiba-tiba pintu kamarnya diketuk dari luar dan terdengar seseorang memanggil.
"Masuk aja, pintunya nggak dikunci!" Teriak Ersya mengubah posisinya yang tadi meringkuk menjadi duduk di pinggir kasur.
"Anak perawan jam segini baru bangun" Ucap Tania.
"Ganggu tidur gue aja lo"
"Yee... Kak Eca aja yang tidurnya kayak kebo" kata Jessika tertawa.
"Lo berdua ngapain sih pagi-pagi ke rumah orang" ucap Ersya sambil mengucek matanya.
"Pagi lo bilang?" Sahut Tania. "Ini udah jam 10 Sya" Tania menoyor kepala Ersya gemas.
"Serius lo?" pekik Ersya.
"Tadi malem habis ngeronda ya kak?" Sindir Jessika.
"Yaudah, gue mau mandi dulu" Ersya berdiri kemudian menuju kamar mandi.
Setelah sepuluh menit Ersya keluar dari kamar mandi lengkap dengan baju kaos dan celana pendek. Toh hari ini dia tidak akan kemana-mana.
"Ngapain sih lo kesini?" Tanya Ersya sambil mengacak rambutnya yang masih basah dengan handuk.
"Tadi kita berdua mau ikut Fabian sama Dino pergi, gue kira pergi jalan-jalan, eh ternyata ke rumah Dimas main PS, kan nyebelin Sya" curhat Tania memasang wajah melas.