EROTES🔞 (END)

7.6K 258 4
                                        

Jung Jaehyun pemuda berbakat dalam menggambar dan membuat karya seni tato di tubuh peminatnya.

Jaehyun berjalan memasuki toko setelah mengantar anak semata wayangnya untuk berangkat ke sekolah.
"Kau sudah datang!"
"Nee aku ada klient 1 jam dari sekarang hyung."
"Aku juga sedang mengerjakan seseorang sekarang,sebaiknya aku kembali."
"Hmm.." Jaehyun duduk dan mulai menggambar desain-desain baru yang mungkin akan laku di jual,tapi entahlah belakangan ini moodnya untuk membuat sesuatu yang baru tidak ada.ia tidak memiliki ide sama sekali yang membuatnya menghela nafas berat lalu mulai bangkit saat klientnya tiba.

Jaehyun menatap pergelangan tangannya tepat pukul 1 siang ia selesai mengerjakan pekerjaannya.

"Terima kasih sudah menggunakan jasa kami." Ucapnya membungkuk dan membiarkan klientnya pergi,setelahnya Jaehyun berjalan memasuki ruangan lain berniat meminta ijin pada kakaknya.

"Hyung aku akan menjemput Mark dulu."
"Nee pergilah." Jaehyun melangkah santai menuju sekolah anaknya yang terbilang tidak jauh,hanya beda satu blok dan ia akan tiba di sana.Saat tiba di luar pagar Jaehyun mengedarkan pandangannya ah ternyata anaknya berada sendiri di tempat bermain kotak pasir.

"Mark!"
"Papa?"
"Ayo pulang sedang apa Mark di sana?"
"Ugh papa.." Mark segera menghambur ke dalam pelukan Jaehyun dan hal itu tentu membuatnya sangat terkejut.
"Ada apa hmm?" Jaehyun mengusap rambut sang anak sayang sambil membawanya keluar dari lingkungan sekolah.
"Papa kenapa Mark tidak punya mama?apa karna Mark nakal maka mama pergi?"
"Huh?tentu tidak!mama Mark adalah papa dan papa Mark tetaplah papa."
"Tapi teman-teman di sekolah Mark bilang-"
"Mark Jung dengarkan papa!Papa sangat menyayangimu,jangan dengarkan kata mereka karna Mark adalah anak yang sangat baik dan pintar terbukti Yongie samchon sangat menyayangi Markkan?"
"Ugh nee papa."
"Nah Mark punya papa dan samchon,bahkan orang lain mungkin tidak memiliki samchon sebaik yang Mark punya."
"Ah nee!Mark senang bersama papa dan samchon hehe."
"Anak baik!Mark ingin susu?"
"Mauu!!!"
"Chaa ini untuk Mark" setelah Jaehyun memberi sekotak susu untuk Mark,mereka berjalan lagi dengan bergandengan tangan bersama.

Malam hari,Jaehyun benar-benar tidak bisa tidur.Sebenarnya bohong jika ia tidak kepikiran dengan perkataan Mark terkadang ia merasa dirinya sendiri tidak berguna saat Mark beberapa kali menyebut mama yang Mark tidak tau adalah mama,sosok ibu yang Mark cari selalu ada bersamanya.Jaehyun semasa sekolah adalah korban pembulyan dan karna satu dan lain hal yang tak ingin ia ungkit lagi ia pun hamil dan orangtuanya yang tidak menerimanya membuangnya bagai sampah dan pada saat itulah ia bertemu dengan Taeyong yang ia anggap keluarga sendiri memang pertama kali ia bertemu Taeyong ia tidak menyangka bahwa Taeyong orang yang sangat baik tapi tidak dengan penampilannya yang bagai preman.untungnya seiring berjalannya waktu Taeyong mulai merubah penampilannya lagipula ia akan menjadi paman tak mungkin ia mempertahankan penampilan urakannya.

"Hahh..." Jaehyun menarik buku lukisnya,menggambar sesuatu yang sangat indah.entah kenapa ia hanya mengikuti insting dan tangannya yang terus bekerja padahal beberapa hari ini ia benar-benar buntu.

Setelah menyelesaikan sketsanya Jaehyun malah terpesona sendiri akan lukisannya.

Setelah menyelesaikan sketsanya Jaehyun malah terpesona sendiri akan lukisannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
GREEN LIGHT (JOHNJAE)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang