Pagi sekali, Yerin sudah terbangun dari tidurnya. Ia melihat disebelahnya sudah kosong.
"Kemana wonwoo pagi-pagi?" Tanya Yerin pada dirinya sendiri.
Yerin mengikat rambutnya lalu turun dari kasur. Ia keluar kamar dan mencari keberadaan suaminya tersebut.
Saat melewati ruang baca, Yerin berhenti karna lampunya menyala.
"Masih pagi udah baca aja?"
Wonwoo yang sedang fokus membaca terkejut.
"Kamu udah bangun. Sini." Yerin menghampiri Wonwoo yang memanggilnya.
Secara singkat Wonwoo mengecup bibir Yerin sebelum akhirnya fokus membaca lagi.
"Gak kerja?" Tanya Yerin sebal. Pikirnya selain dapat cium dia bisa dapat setidaknya sebuah pelukan.
"Libur. Ini kan tanggal merah." Jawab Wonwoo.
Oh pantas saja suaminya itu sudah diruang baca.
"Mau sarapan apa?" Tanya Yerin lagi.
"Apa aja kalau masakanmu pasti kumakan." Jawab Wonwoo tanpa melihat Yerin. Matanya fokus membaca setiap tulisan yang ada dikertas.
"Makan buku aja gimana?" Yerin mengarahkan kepala Wonwoo agar melihat kearahnya lalu tersenyum lebar.
"Nasi goreng kayaknya enak. Tolong masakin ya istriku yang cantik." Yerin mengangguk lalu keluar dari ruangan begitu saja.
Dengan cepat Wonwoo membereskan bukunya kemudian menyusul Yerin.
•••••
"Woozi!!!!!!"
Teriakan Sejeong menggema diseluruh rumah.
Jiheon yang masih tertidur pulas terbangun dan menangis.
"Mama Sejeong. Jiheon bangun tuh. Urus dulu." Teriak Woozi yang entah berada dimana.
"Kamu bilang apa hah?! Urus dulu?! Sini samper aku! Liat aku lagi ngapain!" Balas Sejeong yang berteriak sambil marah-marah.
"Kenapa sih marah-marah mulu." Gerutu Woozi. Ia menghampiri Sejeong dengan rambut yang berantakkan.
"Jangan mentang-mentang tanggal merah kamu tidur terus ya! Urus Jiheon! Aku lagi beresin kerjaan kamu nih! Ngotak-ngatik tv tapi gak diselesain. Bikin berantakkan aja. Kalau ada yang dimakan atau diemut Jiheon gimana?! Terutama benda kecil kayak gini nih!" Omel Sejeong yang sedang memegang baut.
Semenjak ada Jiheon, Sejeong memang jadi gila kebersihan. Dia dulu yang gak mau bersih-bersih, sekarang dikit-dikit dibersihin.
Alasannya? Gak boleh ada satu kumanpun yang berani nyentuh Jiheon.
"Iye-iye aku ke kamar Jiheon dulu. Bawel!" Woozi berjalan ke kamar Jiheon dengan malas.
"Bawel kamu bilang?!"
"Ssstt tenang dulu. Aku mau tidurin Jiheon lagi." Woozi menutup pintu kamar Jiheon meninggalkan Sejeong yang masih asik ngomel sambil beres-beres.
KAMU SEDANG MEMBACA
96 Kids S.3
FanfictionMarriage Life dari bocah bocah 96 L Season 1 dan Season 2 bisa dibaca dengan judul "96 Kids"
