Happy Reading🐻
Hari demi hari telah berlalu, seminggu sudah tidak ada komunikasi antara dia dan Alva, di kampus bahkan Alva tidak menyapa nya seperti biasa, apa dia marah?
Gadis itu berjalan menelusuri koridor kampus yang masih sepi
Ellin setiap hari ada kelas pagi, ia selalu berangkat pukul 06:00 a.m belum ada penghuni kampus
Saat ia ingin berjalan ke taman belakang, ia melihat Alva berjalan ke arah yang berlawanan
Ellin gugup, jantung nya berdetak tak karuan, ia bingung harus apa, jarak dirinya dan Alva semakin dekat
Saat sudah saling berhadapan, Alva hanya melalui nya saja, sakit? Itulah yang selalu ia dapatkan saat Alva cuek padanya
Alva? Ia dengan susah payah untuk tidak peduli, namun otak dan hatinya tidak ingin bekerja sama
Hatinya ingin sekali kembali bersama Ellin, memeluk, mencium, dan tertawa bersama namun egonya bertolak belakang
"Alva"
"Ellin"
Panggil mereka secara bersama, mendengar itu keduanya berputar dan saling menatap mata
Keduanya sama-sama rindu, namun apalah daya akan gengsi semua manusia yang lebih tinggi dari apapun
Perlahan keduanya berjalan agar jaraknya tidak terlalu jauh
Kini jarak mereka hanya satu jari telunjuk saja sebagai pengukur, sangat dekat
"Alva"
"Ellin"
Lagi-lagi secara bersamaan, membuatnya mereka terkekeh canggung
"Lo duluan aja" Ucap Alva
"Lo aja" Ucap Ellin
Mendengar kalimat yang dilontarkan satu sama lain, seperti baru pertama kali bertemu, tak ada kalimat 'Aku-Kamu' lagi, tak ada kata sayng selama seminggu
"El,aku minta maaf" Ucap Alva memegang tangan Ellin lembut, masa bodo dengan gengsi nya selama seminggu ia tidak tahan jika tidak berbicara dengan Ellin dan begitu juga sebaliknya
"Maafin aku juga Al" Lirih Ellin yang mulai menangis
Untung saja kampus masih sepi, hanya ada beberapa pelajaran disana, namun tidak ada yang melihat mereka
"Aku egois, aku cemburu kamu deket sama cowk lain, please jangan deket deket sama cowok lain kecuali teman-teman aku" Jelas Alva panjang lebar menatap intens wajah yang ia rindukan itu
"Aku juga keras kepala, maafin aku" Ucap Ellin dengan air mata yang sudah membasahi pipi
"Jangan nangis kamu tambah jelek tau" Ujar Alva yang membuat Ellin terkekeh
"Nyebelin! "
"Tapi sayang kan? "
"Iya, tapi pemaksa, dan jangan lupakan nyebelin nya"
"Idihh kamu keras kepala, sama bawel"
"Apaan sih mana ada aku bawel"
"Ada loh, itu bawel"
"Alva! "
"Apa sayang? "
Keduanya tertawa, kebodohan dan kelucuan itulah yang mereka rindukan, berdebat karena masalah yang tidak jelas namun kekurangan mereka membuat mereka berdua merasa sempurna
Saling melengkapi satu sama lain, itulah cinta melengkapi yang kurang
Mencari cinta itu seperti menyusun puzzle kehidupan, harus berusaha keras untuk mencari setiap kepingan puzzle itu agar lengkap
Tidak dengan duduk di sofa sambil memakan cemilan untuk mencari nya, namun dengan kerja keras dan niat dari hati
"Aku sayang kamu El" Ucap Alva lalu memeluk tubuh Ellin
Gadis itu membalas pelukan nya dengan senyum yang tetap merekah pada wajah cantik nya "Aku juga Al"
"Keegoisan hanya membawa petaka dalam hubungan"
@Ellina Alexa Williams
Hay hay aku double up, uwuuwwuuwu akhirnya mereka kembali utuh😫
Ijin hiatus gengs ya, soalnya aku ada ujian online buat kenaikan kelas
Semoga kalian ngertiin❤
Mksih dan selalu support, jangan lupa vote+Comment kalau ada typo dan follow juga
Lopyu
KAMU SEDANG MEMBACA
Al & El [End]
Teen FictionFollow dulu sebelum membaca [Tahap Revisi] Kisah cinta lika-liku remaja SMA, pria pemaksa dan gadis keras kepala Alvaro Reyga Mahardhika, siswa tampan yang menjadi incaran para kaum hawa, sifat buruk yang dimiliki Alva adalah seorang 'Pemaksa' Elli...
![Al & El [End]](https://img.wattpad.com/cover/224525840-64-k528568.jpg)